N299. * Di Ujung Suara *
menara udara itu
pantulkan segala pikir
modulasi rasa
menyisir laras pada tubuh malam
bahas berpangkal percaya lalu yakin
meluruhkan tahun-tahun percuma
hanya hitungan menit
rizki : selalu katamu
kehirauan hingga ke ujung rima
engkau terhisap lelah
terlelap di ujung suara
ada hangat yang alir
menuruni dada yang terbuka
dan biar detik sahaja
sejenak mengunci mata
tag : kehidupan rizki
sent : Bekasi. 05 Januari 2009.
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
pusing
Bahasa tingkat tinggi, terseok-seok aku memaknainya
hehm...
rasaku berbicara memakna puisi om ini...ehm, tak bisa dijelaskan, namun kurasakan :)
Gusti!!
terimakasih Ajarkan sekelumit bahasaMU
yang bagiku harus tergopoh2 memeras akalku yang kecil
coool
hmm...

liat yah... boleh kan?? :D
Astagfirullahhalazim, Maaf sangat
ini seperti deskripsi kejadian.
jika berhaluannya peraduan mata itu bukan karenaNya, semoga masih bisa ditahan untuk tetap dengar paluan rasa, mendera segala pikir yang dikais-kais sedari dulu hanya untuk mencarikan Malam yang menandus. sekali lagi maaf jika tak berkenan