N299. * Di Ujung Suara *
menara udara itu
pantulkan segala pikir
modulasi rasa
menyisir laras pada tubuh malam
bahas berpangkal percaya lalu yakin
meluruhkan tahun-tahun percuma
hanya hitungan menit
rizki : selalu katamu
kehirauan hingga ke ujung rima
engkau terhisap lelah
terlelap di ujung suara
ada hangat yang alir
menuruni dada yang terbuka
dan biar detik sahaja
sejenak mengunci mata
tag : kehidupan rizki
sent : Bekasi. 05 Januari 2009.
Rating
81
points
Views: 86 reads
Comments: 9
Rating:
Comments: 9
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
pusing
Bahasa tingkat tinggi, terseok-seok aku memaknainya
hehm...
rasaku berbicara memakna puisi om ini...ehm, tak bisa dijelaskan, namun kurasakan :)
Gusti!!
terimakasih Ajarkan sekelumit bahasaMU
yang bagiku harus tergopoh2 memeras akalku yang kecil
coool
hmm...

liat yah... boleh kan?? :D
Astagfirullahhalazim, Maaf sangat
ini seperti deskripsi kejadian.
jika berhaluannya peraduan mata itu bukan karenaNya, semoga masih bisa ditahan untuk tetap dengar paluan rasa, mendera segala pikir yang dikais-kais sedari dulu hanya untuk mencarikan Malam yang menandus. sekali lagi maaf jika tak berkenan