Sepasang sandal japit

tak biasanya
angin menyemilir dari arah berbeda
pada beranda-beranda berbatik
ku cari kemana jejak arah dua tapak
disepanjang penglihatan
membidik satu tampak bengkok
berbelok pada tikungan
melepas sebagian
hingga ku hitung tinggal satu
separuh langkah menuju kiblat
separuh kau letakkan entah bertuah
pada penghujung ingatan
japit sandalku tinggal satu
itu bingkisan kreta kenangku untukmu
ternyata bengkalai menjadi bangkai
pada saat kutanya suatu detik
angin bilang
"akan ku kembalikan ke depan pintu"
sayang sendal itu basah
dan warnanya meluntur
perihnya, itu bukan milikku
percumah meluruh
tak terjaga lagi sandal
untuk sepasang yang terpisah
Rating
Comments: 11
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Mbak..ajarin..
Ayuh atuh belajar sama-sama aja :)
Assalamualaikum
hanya ingin berkunjung dan melihat keadaan saudari di sebrang
Assalamu alaikum...puisimu menyisakan tanya, kemana arah sandal yang satu, bukankah sandal harus berjalan bersama, sehingga kehidupan bisa harmonis....
terlalu mendramatisir, dgn diksi yang sangat berbobot menurutku.. peace. mungkin deskripsi "sahajanya sandal jepit" yang simpel bisa menguatkan feelnya
assalamualaikum
pengandaian yang apik sangat
aku suka
salam
fitrah atau rizkikah kesepasangan utuhnya?
kusuka permainan kata dan kata2 yang kaupilih..
perumpamaan yang apik dengan mengistilahkan sandal..
penuh pencerahan
Assalamualaikum...
apik sekali puisimu...:)