Semilir angin yang berhembus di antara pepohonan Hutan Migra tak mampu meredam hawa panas yang timbul oleh kemarahan Canopus. Bibir Canopus bergetar hebat menahan semua makian yang dia ketahui. Ditatapnya goresan besar di hadapannya. Sebuah goresan yang seharusnya memutuskan leher seekor Centaurus petarung terkuat.
Read more (764 words)
"Rupanya ada tikus pengganggu." Canopus menyarungkan pedangnya lalu berbalik. Ditatapnya orang kurang ajar yang telah mengganggu kesenangannya dengan seksama. Masih muda, terlalu muda.
Shabon, begitu menyadari malaikat maut tidak jadi menjemputnya, berusaha bangkit dan kembali bertarung. Tapi sebuah tangan halus memaksanya kembali berbaring. Shabon menajamkan penglihatannya, berusaha mencari tahu siapa pemilik tangan itu. Matanya langsung tertuju pada rambut biru yang tergerai di sampingnya.
"Kalian..."
"Tenanglah Shabon, biar kami yang hadapi dari sini." Grey yang berdiri tepat di samping Sherry tersenyum penuh arti.
"Maafkan aku... Aku telah gagal..." Kata Shabon dengan tatapan penuh penyesalan. Baginya, lebih baik dia mati ditebas oleh Canopus.
"Tenang saja Shabon. Kami telah mendapatkannya." Sherry tersenyum lalu bangkit mengikuti Grey yang telah leih dahulu berdiri tegap di samping Slay.
Slay -yang dengan gerakan super cepat berhasil menyelamatkan Shabon- menghitung jumlah musuh di hadapannya. Mencoba menaksir kekuatan dan strategi yang paling cocok untuk melawan mereka.
"Jadi... Apa yang akan kita lakukan?" Grey yang terlihat agak tegang menatap Slay dalam.
"Baiklah, ini dia rencananya..."
***
Slay memperbaiki posisi sarung tangan di tangan kirinya. Semua rencana telah dia jelaskan pada Grey dan Sherry. Yang paling utama, selamatkan semua Centaurus yang terluka.
"Ingat, jangan menggunakan sihir Area. Usahakan untuk tidak merusak hutan ini!" Slay menekan beberapa tombol di trackernya.
"Tenang saja. Biar aku yang mengendalikan monyet ini." Sherry mengeluarkan lima buah subtance tube sembari tersenyum mengejek Grey.
"Berisik ah..." Grey membaca mantra. "Kii Igna God!!!"
Sebuah bola api raksasa meluncur dari tangannya tepat menuju Canopus. Canopus tersenyum tipis tanpa berusaha menghindar. Pada saat yang tepat, para kesatria Canopus menghalau bola api itu dengan pedang. Tapi, bola api Grey hanyalah pancingan, saat para kesatria itu menghalau bola api kecil Grey, pilar-pilar logam langsung beterbangan mengurung mereka.
Dari atas pohon, Sherry tersenyum, strategi Slay berjalan mulus. Tinggal serangan penutupnya saja. Sherry dan Grey langsung melesat ke arah Canopus, bersiap untuk mengakhiri pertarungan.
"Magatra Tou!!!"
"Agatra matrion sintos!!!"
Pilar-pilar logam beterbangan ke arah Canopus, diselimuti dengan aliran listrik dari mantra Grey.
"Arcane!" Canopus melafalkan mantra dengan santai tepat sebelum pilar-pilar logam itu menghujani tubuhnya.
Pilar-pilar logam itu langsung berubah menjadi debu. Sherry dan grey mau tidak mau harus mengakui kehebatan Canopus, apalagi, dalam hitungan detik, Canopus telah tiba di belakang mereka dengan pedang terancung.
"Celaka..." Umpat Grey dalam hati.
***
Canopus mencabut pedangnya. Hari ini, sudah dua kali dia merasa dipermalukan. Tiga orang mangsanya lolos dengan begitu mudah.
"Gerakan super cepat." Canopus memasang kuda-kuda. "Sudah agak lama aku tidak melihat seorang Coaster. Bukankah mereka sudah punah saat pembersihan Rider?"
"Mereka memang sudah punah." Jawab Slay dengan dingin. "Aku bukan seorang Coaster."
Slay lalu menghilang untuk kemudian tiba-tiba muncul di belakang Canopus. Canopus yang telah menebak gerakan ini berbalik sambil menebaskan pedangnya. Tapi gerakan Slay lebih cepat, Slay telah berpindah lebih dahulu hingga pedang Canopus hanya menebas udara kosong. Sekali lagi, Slay muncul tiba-tiba di belakang Canopus sambil melayangkan pukulan. Canopus tidak punya pilihan lain, dia lau melompat dengan cepat, menghindari pukulan telak Slay.
"Sustantiva Truena Pluralica"
Grey melafalkan mantra favoritnya. Petir langsung menyambar ke arah Canopus. Canopus yang tengah melayang di udara, tidak mungkin bisa mengubah posisi, melafalkan mantra.
"Kakutou!!!" Sebuah bola angin membuat Canopus terdorong ke belakang dengan cepat. Menghindari petir Grey.
"Agritia Matrion Sintos!" Dua buah subtance tube milik Sherry meledak. Menyebarkan debu merah dan biru yang dalam sekejab menggumpal lalu meledak. Membuat Canopus telontar agak tinggi di udara.
Ledakan itu memang tidak menimbulkan luka serius pada Canopus, tapi posisinya sama sekali tidak menguntungkan. Memang benar dia bisa menyerang dengan bebas dari udara, tapi dia sama sekali tidak bisa mengubah posisi. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah dia di serang dengan pilar besi.
Dan hal terburuklah yang sedang terjadi. Puluhan tombak logam meluncur ke arahnya dengan cepat. Dengan cepat Canopus melafalkan mantra terkuatnya.
"Arcane!"
Tombak logam itu berubah menjadi debu tiga meter di hadapannya. Namun semuanya tidak mungkin selesai begitu saja. Mata Canopus menangkap bayangan yang bergerak dengan cepat ke arahnya.
"Final Blow!!!" Sebuah suara membuat Canopus terkejut setengah mati. Dengan cepat Canopus berusaha berbalik. Dan apa yang dia lihat bukanlah pemandangan yang mengenakkan.
Sebuah pukulan dahsyat dari Slay tepat menghantam perut Canopus. Menghempaskannya ke Bumi tanpa ampun sambil menimbulkan ledakan besar.
***
Canopus tergeletak tanpa daya. Pukulan dari Slay hampir meremukkan semua tulang yang dia miliki.
"Bagaimana bisa..?" Canopus berusaha menggerakkan tubuhnya. "Bagaimana bisa seorang Coaster menggunakan jurus itu."
Darah mulai mengalir dari sela-sela baju besi Canopus yang telah ringsek akibat serangan Slay.
"Sudah aku bilang..." Slay melepaskan sarung tangan yang melekat di tangan kirinya. "Aku bukan Coaster. Aku seorang Enginer."
***
Iblis... Dia seorang iblis
Kitab Galgazit; Hal 6541
Be the first person to continue this post
Huyuh.
Kita memang satu aliran, terutama untuk sesi pertarungan. Sama-sama mengadopsi gaya bertarung anime^^
awkawkawkakwawk
lama g jumpa ^^
iya juga ya.,.,., gaya bertarungnya anime bgt
hohohohohoho
Titip poin...
Seorang penulis harus mampu menggiring imajinasi pembacanya, bukan?
Menurutku kamu tlah berhasil mlakukannya. Walaupun ak tdk terlalu sering mmbc cerita fantasi. Hy pernah bc 'Harry Potter' :$
Good job! Ky'nya ak g akn pernah bisa nulis cerita fantasi ky kmu. Lgpula ak msh asing dg bbrp istilah dlm ceritamu.
Bc n komen ceritaku jg y ( Meskipun bd aliran...)
Salam kenal
hmmmmmm...
g ngerti dimana Ide???
banyak haya kau... hahahahahaha
BTW kasi tau bapak. Mungkin sa nda pulang pas liburan nanti. Tapi sa usahakan ji pulag. oke
Pada dasarnya nggak ngerti tapi good job
( sial !!! )