Zheik, The One With Power - 00 - Opening

Di suatu tempat di Hyrnanderh, Hari ke-7, bulan Ezonia, Tahun 512

Suara langkah kaki yang berat dan cepat menggema, membuat bising lorong gua yang gelap dan sunyi. Tidak ada penerangan sedikitpun, hingga sosok pemilik langkah kaki tidak terlihat dengan jelas selain hanya bayangan hitam tubuhnya. Anehnya, dia melangkahkan kakinya dengan mantap, seakan-akan sudah hafal dengan lorong gua tersebut.

Tidak selang berapa lama, di depan terlihat seberkas cahaya terang kecil, ujung lorong yang menuju sebuah ruangan dalam perut gua. Sosok itu dengan pasti memasuki ruangan yang luas, dengan langit-langit gua yang tinggi.

Di ruangan itu terdapat sebuah benda berbentuk seperti gunung, tidak terlalu besar pun juga tidak kecil. Jika dilihat dengan seksama, gunung itu tertutup oleh es, tidak, bukan tertutup es, melainkan terbuat dari materi bening, seperti kristal, bongkahan kristal yang besar. Gunung kristal ini terletak hampir tepat di tengah-tengah ruangan.

“Hoi, Orion. Bisa tidak kamu datang lebih cepat!? Kamu pikir aku tidak punya pekerjaan lain yang lebih penting?” seseorang berteriak begitu melihat sosok tadi memasuki ruangan.

Orion tersenyum kecil,

“Maafkan aku saudara Desruc. Aku sedang disibukkan oleh kerajaanku yang kecil. Tidak seperti dirimu yang lebih hebat dariku.” Orion mendekat ke arah gunung kristal. Cahaya obor kecil yang terletak di dinding-dinding gua terpantul oleh gunung kristal, sekarang bisa terlihat jelas sepuluh orang yang sedang berdiri mengelilingi gunung kristal. Anehnya, tubuh mereka seakan-akan tidak nyata, tubuh mereka tembus pandang, Orion bisa melihat pemandangan di belakang sosok mereka.

Beberapa sosok lain tertawa, mereka tahu sebenarnya Desruc bukanlah seorang raja, sedangkan Orion adalah pemilik kerajaan kedua terbesar di Hyrnanderh sehingga perkataan Orion tadi adalah sindiran bagi Desruc.

Desruc menjadi emosi, hampir saja ia memulai perkelahian jika saja tidak dilarang oleh sebuah suara sang pimpinan.

“Sekarang cepatlah naik ke atas shinéga-mu. Kita tidak punya banyak waktu.”

Suara tawa pun mendadak berhenti, Orion bergegas menaiki shinéga, sebuah batu yang berbentuk datar bagian atasnya dengan sebuah ukiran kepala singa. Mereka yang berada di ruangan itu sudah berdiri di atas shinéga. Namun masih ada satu shinéga yang tidak terisi, shinéga dengan ukiran seekor naga laut.

“Lazsanahon lagi-lagi tidak datang.” Anaya, wanita yang berada di shinéga samping Orion menjelaskan, seakan-akan mengerti pikiran Orion saat dia sesaat menatap shinéga yang biasa ditempati oleh Lazsanahon.

Setelah semuanya berada di atas shinéga, tanpa diberi aba-baba, mereka semua membaca semacam mantra. Tidak lama berselang, masing-masing shinéga mengeluarkan cahaya berwarna merah menyala, seperti api yang membara. Cahaya itu lama-kelamaan membias, memancar ke samping kanan dan kiri hingga bersentuhan satu dengan yang lain. Cahaya terus membesar hingga menyelimuti mereka dan gunung kristal yang berada di tengah mereka.

Setelah kubah cahaya terbentuk, perlahan-halan dari dalam gunung kristal terlihat benda berwarna hitam. Awalnya tidak terlihat dengan jelas, namun perlahan-lahan bayangan hitam itu membentuk sesosok tubuh makhluk yang sedang duduk disebuah singgasana. Namun bayangan itu berhenti, sosok tersebut tidak hidup, juga tidak sempurna.

“Anaya telah mendapat penglihatan. Kira-kira tepat 2 tahun dari sekarang, hari ke tujuh pada bulan ke tujuh, lima Dunia, Nethery dan Celestine akan berada tepat pada posisi yang kita inginkan, posisi tujuh sempurna. Posisi yang sama seperti saat mereka mengurung Sang Putra. Pada posisi ini pula kita akan membangkitkannya.” Suara sang pemimpin menggema, namun suara itu tidak terdengar sampai keluar dari kubah cahaya, kubah itulah yang menjadikan ruang yang berada di dalamnya kedap suara.

Sang pemimpin meneruskan,
“Rencana yang telah kita susun akan segera terlaksana, ramalan akan segera terpenuhi. Posisi tujuh sempurna akan membuka gerbang lima dunia. Pada saat itulah kita akan menjalankan rencana kita, dengan kekuatan dari Sang Putra, kita akan membuat makhluk-makhluk mengetahui kebenaran yang sebenarnya.”

Sang pemimpin sejenak berhenti, mengambil nafas sambil menatap kesepuluh anak buahnya.

“Kalian adalah yang terpilih, hanya dengan kalian rencana ini bisa berhasil. Nah rekan-rekanku, waktunya telah datang untuk kita menyebarkan kebenaran. Pertama-tama Hyrnanderh, setelah itu dunia.” Suara sang pemimpin menggelegar saat mengucapkan kalimat terakhir.

Orion, Desruc dan beberapa yang lain tersenyum menyeringai, hanya satu orang yang terkesan tenang dan dingin.

“Orion, kamu sudah tahu akan tugasmu. Mulailah beraksi! Dan jangan lupa untuk memberitahu Lazsanahon tentang berita ini, dan jika dia tidak datang pada pertemuan berikutnya, aku tidak akan segan untuk menemuinya. AKU sendiri yang akan menemuinya.” tegas sang pemimpin.

Orion mengangguk tanpa memberi reaksi.

“Heh, rasakan si Lazsanahon itu. Sejak beberapa kali pertemuan ini dia memang terlihat aneh. Jangan-jangan dia mau berkhianat. Biar tahu rasa dia!” Desruc berucap,

“Makhluk lemah seperti dia tidak seharusnya bergabung dengan kita. Dia seharusnya menjadi bawahan kita saja.”

“Apakah masih ada yang lain?” sebuah suara yang datar menghentikan ejekan Desruc.

Desruc mencari si pemilik suara, siapakah yang berani menentang dia selain sang pimpinan. Desruc menemukan sang pemilik suara tapi rupanya sang pemilik tidak sedang berbicara dengan dirinya, melainkan dengan sang pemimpin.

Desruc mencibir sambil mengeluarkan suara cih begitu mengetahui siapa yang berbicara. Dia memang tidak menyukai pemiliki suara itu. Pemuda yang selalu bersikap dingin namun mempunyai tatapan mata yang sangat tajam.

“Tidak Xai, tidak ada yang lain. Kalian boleh kembali. Kita akan bertemu 2 purnama lagi.” Sang pemimpin menatap semua yang ada di sana dengan mata merah-menyalanya, terakhir dia menatap Anaya dan kemudian mengangguk.
“Kebenaran bagi dunia!” ucap sang pemimpin.
“KEBENARAN BAGI DUNIA!!” sahut yang lain.
Dan sesaat kemudian tubuh tembus pandang mereka menghilang. Kubah cahaya dan makhluk di dalam gunung kristal pun menghilang. Tidak berapa lama Xai dan yang lain juga menghilang.

Yang tertinggal hanya Orion, berbeda dengan yang lain dari awal tubuhnya tidak tembus pandang, hanya dia yang datang dengan tubuh nyata di tempat itu. Orion bergegas hendak keluar dari gua untuk menjalankan tugas yang telah diberikan padanya jauh-jauh hari sebelumnya. Tugas yang akan mengubah dunia.

Namun, langkahnya menuruni shinéga terhenti. Sesosok tubuh samar muncul dari shinéga berukiran naga laut, tubuh yang besar tetapi agak pendek. Wajahnya tidak terlihat jelas karena tertupu tudung kepala dari jubahnya.

“Jangan katakan kalau aku terlambat.” Sosok itu berkata dengan suara yang sangat berat dan terkesan menakutkan.

“Pimpinan hampir saja marah karena kamu tidak muncul lagi. Dia berpesan jangan sampai ada yang ketiga kalinya.” Orion kembali berdiri di atas shinéga miliknya, hanya dengan cara itulah mereka bisa berkomunikasi.

“Jadi Lazsanahon, apa yang membuatmu berani tidak datang pada pertemuan kali ini?!” lanjut Orion.

“Pimpinan? Siapa yang mengangkat dia menjadi pimpinan kita?” mata Lazsanahon yang mirip dengan mata ular menatap Orion dengan tajam. Tapi Orion tenang saja, dia sudah terbiasa dengan tatapan-tatapan seperti itu.

“Jangan sampai kamu mengucapkan kata-kata itu dihadapan yang lain, aku masih bisa memaklumi dirimu. Bagaimanapun dialah yang menyatukan kita semua. Kalau tidak, kecil kemungkinan kita bisa menggunakan kekuatan Sang Putra.” tegas Orion.

“Sang Putra Fajar, begitu kuatnyakah dia? Apakah bangsa Naga Tua tidak sekuat dirinya? Para Naga Tua yang merupakan ras tertua di dunia ini? Pemilik sejati dunia ini? Yang mempu-” Lazsanahon kembali bermain kata-kata dengan Orion.

“Mmm, cukuplah kiranya pembicaraanmu Lazsanahon.” Orion memotong,

“Apakah kamu sudah menemukan wadah yang cocok untuk rencana kita? Jangan bilang kamu tidak melakukan apa-apa, Pimpinan akan marah besar.”

“Wadah?” Lazsanahon tertawa terkekeh-kekeh,

“Aku tidak hanya menemukan satu wadah untuk Sang Putra. Tapi banyak wadah, banyak wadah untuk digunakan. Wadah-wadah yang sangat menarik. Wadah-wadah yang sangat sesuai, wadah yang sangat cepat, wadah yang sangat tangkas, dan juga wadah yang sangat kuat. Apa kamu memerlukan wadah juga Orion? Sepertinya tubuhmu sudah terlihat tua. Ha ha ha ha..”

Lazsanahon tertawa menggema. Orion hanya menggeleng-gelengkan kepala.

“Kalau begitu, aku tidak perlu mengkhawatirkan dirimu lagi, teman. Aku harus bergegas kembali untuk memulai rencana. Mengembalikan apa yang menjadi milik Sang Putra. Kebenaran bagi dunia!” Orion meninggalkan Lazsanahon yang masih tertawa.

Next

Read previous post:  
Read next post:  
70

Kerenn,, sy suka... Fantasy full. Lgsg bercerita dan mulai msk diinti cerita jd pembaca kagak bosen dgn perkenalan yg datar seperti cerita lain. Mau bc next nya dulu y

makasi dah mampir,,,yang selanjutnya masih belum revisi,,,masi jadul...

100

awal yang bagus tapi masih terlalu dini untuk berkomentar
liat lanjutannya dulu ah

huaa,,,mampir ke cerita jadul saya juga,,huhuhu,,muuph kalo banyak kekurangannya..ini tulusan pertama saya,,belum bener2 revisi..makasi..makasi...

100

Owh Kereeen XD XD , speechless saya, openingnya sangat menjanjikan, tapi mungkin aku pelan-pelan dulu bacanya, soalnya kayaknya panjang bgt :p
"Keren" is used for personal use , under the permission of stezsen™. All right reserved.

...makasi..makasi...saya tunggu caci makkie nya heu heu heu...
anu maaph,,,kalo mo mendaftarkan hak cipta di sini di mana ya...??
saya mw mndaftar kan "caci makkie" he he he he...

80

bagus bagus ^^ sementara ini belum ada komentar ^^

sankyu dah mw mampir...

80

ceritanya menarik :)
saya cuma agak bingung karena orion kadang disebut orbin. kirain mereka 2 orang yg berbeda ~~"
kapan2 saya lanjut bacanya yaa, sekarang mau pulang dulu, hihi

iya...awalnya aku beri nama Orbin...terus kayae kalo orion lebih mantap...hehe..muuph..muuph...

sankyu dh mo baca...
sori baru berkomen...soalnya "mati suri" berbulan-bulan...

100

prolog..kok malah banyak percakapan..wah kurang sreg nih...

iy, ku bingung mo bikin yang gimana..
ya ta bikin opening scene ajah..
mo nya seh bikin yg model ramalan2 ato puisi2 gitu..
tapi aku ga punya kemampuan he3...gomen2..ttp baca y..

hm hm hm..akhirnya ku bikin sebuah prolog..biar ada sedikit bocoran alur cerita..
btw, downworld ku ganti jadi Hyrnanderh (tapi yang scroll 1 belum ku ganti)..spt kt kaka bintang, bikin kata2 sendiri..aku akan berusaha..tapi ini aja mikirnya kata penggantinya ampe 7 hari 7 malam :D
bagi yang freak ma naruto, ni ku contek dari Akatsuki yang kumpul kalo mo lagi mengekstrak tail beast..:D mudah kan bayanginnya..
yosh! semangat..semangat..
bwt temen2, sori ga sempet mampir..lagi banyak banyak panggilan kerja (tapi satupun belum keterima) :D