Perang Ixal. Perang besar 13.000 tahun yang lalu. Kalian mungkin tidak tahu... Aku sendiri juga tidak begitu tahu.
Ah... Maafkan ketidaksopananku.
Perkenalkan, aku adalah Lushe. Arkeolog Kerajaan Grunas.
Mungkin ini akan sedikit panjang, tapi apa kalian sudi mendengarkan sebuah cerita?
Banyak orang yang mengatakan ini hanya legenda. Dongeng pengantar tidur. Mitos. Tapi aku sendiri menyebutnya SEJARAH.
Read more (958 words)
Ada baiknya jika semuanya aku ceritakan dari awal. Jauh pada zaman dahulu, 13.000 tahun yang lalu. Jika kalian tinggal di wilayah kerajaan Grunas, mungkin kalian pernah mendengar cerita tentang Perang Ixal. Tapi jika memang kalian belum pernah mendengarnya, akan aku ceritakan dengan senang hati.
Baiklah...
Saat seluruh wilayah Imu -itu nama tempat kau berpijak sekarang jika kau tidak tahu- masih berupa hamparan lautan tanpa ujung, dia pun datang. Dia datang dengan mengendarai bintang setelah mengamati Imu selama ratusan tahun.
Tapi dia tidak bisa selamanya mengendarai bintang. Maka dia membuat daratan sebagai tempatnya untuk berpijak. Dia menyebut dirinya sebagai Ruppina.
Ruppina merasa kesepian tinggal di Imu sendiri. Maka dia memanggil teman-temannya yang selama ini mengarungi lautan bintang.
Yang pertama datang adalah Tuchi. Tuchi sangat menyenangi laut. Dia lalu meminta izin pada Ruppina untuk tinggal di dalam laut.
Yang datang berikutnya adalah Faia. Faia terpukau begitu melihat gunung berapi yang merah membara lalu memilih menetap di sana.
yang ketiga adalah Uindo. Uindo sangat suka pemandangan Imu saat di lihat dari langit. Uindo akhirnya membuat rumahnya di atas awan agar dia bisa menikmai keindahan Imu sambil mengawasi teman-temannya di permukaan.
Penjelajah bintang yang keempat adalah Chi. Chi merupakan sahabat dekat Ruppina, jadi dia memutuskan untuk tinggal bersama dengan Ruppina.
Yang kelima adalah Hi. Hi adalah yang paling penyayang diantara mereka berenam. Dia tinggal di atas gunung tertinggi. Tapi dia lebih sering mengunjungi temannya.
Ruppina memiliki seorang saudara laki-laki bernama Kuraya.
Kuraya yang merasa iri melihat Ruppina yang tinggal di Imu bersama kelima temannya lalu mengumpulkan penjelajah bintang lain. Mereka berniat menyerang Ruppina. Namun Ruppina sama sekali tidak membenci saudaranya. Dia malah mengajak Kuraya untuk tinggal di Imu.
Tapi rasa iri dan dengki telah terlanjur memenuhi Kuraya. Kuraya lalu menciptakan Vanguard untuk menghancurkan Ruppina.
Chi yang menyadari bahwa Ruppina terancam bahaya lalu membuat pelindung untuknya, Ai.
Tapi jumlah Vangguard milik Kurayama jauh lebih banyak. Tuchi, Faia, Uindo, dan Hi akhirnya ikut membuat Ai untuk melindungi Ruppina.
Dan terjadilah sebuah pertempuran besar!
Tapi tunggu dulu!!! Ini bukanlah Perang Ixal!
Aku sendiri juga tidak tahu apa yang terjadi pada perang antara Ai dan Vanguard. Tidak ada dokumen apapun mengenai perang itu. Juga tidak ada peninggalan perang dari sana. Kalian tentu heran kenapa aku membuang-buang waktu menceritakan perang tidak jelas seperti itu.
Ha...ha...ha... Aku sendiri juga heran.
Baiklah, aku akan menceritakan tentang Perang Ixal.
Perang Ixal terjadi tepat 13.000 tahun yang lalu. Semua terjadi saat Karva mencoba menantang DEWA. Bersama dengan 25 orang rekannya, dia mencoba menghancurkan Dewa. Namun usahanya gagal total.
Sebenarnya dia hampir berhasil. Namun salah seorang rekannya berkhianat. Dia menusuk Karva dari belakang. Tapi sebelum dia tewas, Karva sempat melemparkan bola cahaya ke sebuah pulau kecil. Yang akhirnya meledak membentuk sebuah lubang tanpa dasar.
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada rekan Karva yang lain. Tapi Karva di temukan di sebuah pulau dekat lubang tak berdasar yang dia buat. Karva sudah sangat lemah saat itu. Dan dia lalu dibunuh oleh Raja Gilamer.
Dewa sangat senang melihat pengabdian Gilamer. Maka dewa pun menghadiahinya dengan kerajaan Grunas.
Tapi semua tidak berjalan semulus itu. Dewa memberi peringatan pada Raja Gilamer bahwa akan muncul orang seperti Karva yang akan mengacaukan seluruh dunia. Dan dia akan muncul setiap 1.000 tahun. Seorang gadis yang akan membawa kehancuran saat kemunculannya yang ketigabelas.
Dan hari ini adalah hari yang dikatakan oleh dewa 13.000 tahun yang lalu. Hari di mana gadis yang akan membawa kehancuran lahir.
***
"Kakak... Aku lapar..."
Seorang gadis berambut coklat merengek manja di dalam kereta kuda yang berjalan agak cepat.
"KAKAK!!! AKU LAPAR!!!"
Gadis itu menaikkan suaranya beberapa oktaf. Meski begitu pemuda yang mengendalikan kereta kuda sepertinya kurang peduli.
"Kakak... aku mau makan." Dia mengubah sasarannya ke pemuda yang duduk disamping si pengendali kereta. Kali ini dia menghaluskan kata-katanya.
"Sabarlah Iris. Sebentar lagi kita tiba di kota."
Pemuda itu menjawab dengan lembut sambil tersenyum. Dia memang terlihat berbeda dengan orang yang mengendalikan kereta. Rambutnya hitam panjang dan diikat dengan pita putih. Wajahnya terus dihiasi dengan senyuman berlesung pipit.
Berbeda dengan lelaki yang mengendalikan kereta. Rambutnya hitam pendek sedikit berantakan. Matanya terlihat seperti orang mengantuk. Wajahnya sendiri nyaris tanpa ekspresi.
Keduanya mengenakan pakaian yang hampir sama. Baju biru dengan celana hitam ditambah dengan jubah hitam panjang.
"Ugh..." Gadis dalam kereta menggembungkan pipinya tanda kesal. "Kak Adrif dari tadi terus mengatakan itu!"
"Tapi kita memang sebentar lagi akan tiba di kota." Adrif tersenyum. "Sabar saja... Iris-ku yang manis."
"Tidak mau!!! Pokoknya Iris ingin makan!!! SEKARANG!!!" Iris mulai berguling-guling di dalam kereta sambil terus mengulangi perkataannya. Adrif terus berusaha untuk menenangkan Iris, namun Iris justru makin manja. "POKOKNYA IRIS INGIN MAKAN SEKARANG!!!"
"DIAM!!!" Bentak pemuda yang mengendalikan kereta.
"KAKAK RIMZ PELIT!!!" Iris menjulurkan lidahnya.
"JANGAN KURANG AJAR PADA KAKAKMU!!!" Rimz meninggikan suaranya beberapa oktaf.
"MAKANYA BERIKAN AKU MAKANAN!!!" Iris membalas dengan suara yang tidak kalah tinggi.
"Adrif! Pegang ini!" Rimz mengulurkan tali kekang kuda. "Anak kurang ajar ini butuh sedikit pelajaran!"
Adrif meraih tali kekang dengan santai sementara Rimz masuk ke dalam kereta.Dan tak berselang lama bentakan-bentakan terdengar dari dalam kereta.
"Mulai lagi deh..." Gumam Adrif sambil menghela nafas.
***
"Maaf menggangu pertengkaran kalian, tapi sepertinya kita kedatangan tamu." Kata Adrif.
"Suruh mereka menunggu!!! Sekarang aku sedang sibuk mengajari monster kecil ini cara bersopan santun!" Jawab Rimz dari dalam kereta.
"SIAPA YANG KAMU BILANG MONSTER KECIL!!!"
"BERANINYA KAMU MEMANGGIL KAKAKMU SEPERTI ITU!!!"
Adrif hanya bisa menghela nafas mendengar adik-kakak yang sedang berbincang-bincang 'hangat' di belakangnya. Dia lalu menatap orang-orang berkuda di hadapannya.
"Maaf, sepertinya mereka sedang tidak bisa diganggu." Kata Adrif sambil tersenyum. "Sebaiknya kalian datang lain kali saja."
"MEMANGNYA KAMU PIKIR KAMI INI INGIN BERTAMU!!!" Seorang pria brewok membentak sambil menghunuskan pedangnya. "SERANG!!!"
"Waduh... sepertinya ini gawat." Gumam Adrif sambil tersenyum.
***
Hehehehehe
lama g ketemu nih Senior.
Memang rencananya bakal ada hubungan antara perang Ai-Vangguard dengan Perang Ixal.
Sebenarnyanya sih perang Ai-Vangguard ada ceritanya sendiri dan udah rampung (meski masih kacau)... Tapi wa g berani posting. Dan kalau wa posting duluan, bisa-bisa cerita Ixal langsung ketebak. khekhekhekhe
Iya, aku tertarik...
Pembukaan yang bagus, bro ^^
Em, bro. Paragraf yang ini:
Ada baiknya jika semuanya aku ceritakan dari awal. Jauh pada zaman dahulu, 13.000 tahun yang lalu. Jika kalian tinggal di wilayah kerajaan Grunas, mungkin kalian pernah mendengar cerita tentang Perang Ixal. Tapi jika memang kalian belum pernah mendengarnya, akan aku ceritakan dengan senang hati.
Kayaknya ga usah deh. Kan udah diceritain di pembukaannya ^^
Bro, gw ngerasa ada peningkatan besar sejak Everlasting Arms. Ceritanya mengalir. Serasa ada yang ngomong di depan gw. Congrats! Tapi, he he he. Gw pengen nimpuk yang ngomong waktu tau perang antara Ai dan Vanguard itu ga ada hubungannya dengan perang Ixal >< Terus terang gw mengharapkan ada hubungannya lo... Secara langsung atau tidak. Kayak Simarillion ada hubungannya dengan Lord of the Ring... Ah, pendapat gw aja.
Nice story, bro :D
---------------
Let’s show our teeth together! =))
wahaha, rame - rame. Iris nih tipe cw tsundere yang aku suka he he he XD