Satu tambah satu
Adalah segalanya
Dua kurang satu
Serupa kehampaan
Inikah engkau
Yang tengah bernafas di lemah hatiku
Khawatir
Merenung seperti dingin hati rembulan
Tanyakan padaku wahai gemintang
" Apa yang kau inginkan dariku? "
" Kau tidak akan bebas "
Aku tersenyum,mencumbu telingamu
Lalu kubisikkan
Cintamu membebaskan
Rating
48
points
Views: 119 reads
Comments: 9
Rating:
Comments: 9
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
hm...
'inikah engkau
yang tengah bernafas di lemah hatiku'
aku hanya terpaku pada kata ini. sederhana, tapi brilian
salam
Kamu bebas
terbanglah..terbanglah bersama angin
:)
doaku bersamamu
:)
doaku bersamamu
Bebas?!?!
maksudnya?!?!
semoga penafsiranku salah yah..:(
yah, bisa nangis darah deh tuh anak :))
...........
kayaknya hidupnya gak pernah asik
1. ditinggal mati
2. ditinggal pergi
3. entah, ini ngapain lagi sama kamu :))
kasian deh
SEMUANYA?!?!?!?!?!
sama saya..
hmm..Cinta itu adalah ketika kebahagian Dia yang terpenting buat saya,meski saya g sempurna bisa bahagiain Dia tanpa cacat,,
jangan dengerin omongan dia ini!!
Assalamu'alaikum.
Coba gunakan padanan diksi yang lain untuk menemukan harmoni setelah larik keempat.
Puisimu berlepasan walau formatnya satu bait.
Serasa puisimu hanya milikmu dan hanya kamu yang boleh paham akan apa yang kamu berikan kepada pembaca.
Jangan sampai jadi datar ya, puisinya.
Semangat menulis dan ditunggu karya selanjutnya.
empat baris awal adalah pembukaan yang luar biasa(menurutku)
kurang konsisten ke bawahnya aja :)
semangat!