segenggam nafas untuk esok
mengalir
sederhana saja mengikuti arah matahari
seperti kali menuruni bukit-bukit
memberi hidup sepanjang jalan
masih kugenggap harap yang bukan apa adanya
agar esok menjadi cerita
padamu
pelantun doa
di atas kuburku
ckc: mn 260409
Rating
142
points
Views: 196 reads
Comments: 20
Rating:
Comments: 20
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Kesederhanaan yang menyemburkan makna secara maksimum;
Ujar2 bijak yang menyejukkan
masih belum lepas dari ke-akuamu bro...
banyak penulis terutama puisi masih berkutat dengan tema dirinya...
mari rasakan getar2 alam, langut, pohon dan pintu rumah atau jendela..
bukankah mereka juga bicara??
apalagi manusia susah di sekeliling kita..
yuk, nelajar bareng, melepas ego sendiri untuk puisi dan karsas yang lebih baik
hati2 dan disiplin menulis
genggap, itu lahir dari ketak hati2an..
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
bodo keindahan
bodo permainan kosa dan bahasa
bodo kedalaman dan kepekatan rasa,
sahaja....
sederhana.....mungkin bisa lebih berguna,
semoga...
maaf... tidak begitu bisa kurasakan.. salam..
sebuah titikkah berakhir :-?
:-? genggap atau genggam ya? penasaran kucari di kbbi daring ga ada...:(
kwak kak kak
genggam ....thx
:)
seperti kali menuruni bukit-bukit
memberi hidup sepanjang jalan
mantap!
nice poem!
gw tunggu karya lo lagi!
puisi yg cantik!
salam kenal :)
enjoy joy joy...hehe
huff..
salam
manis
Besok akan mati? Hemm, musti tobat dulu kali ya? Hehe. Tapi puisinya bagus^^
keren. puisinya mengalir seperi sungai menuruni bukit. salam...