Nikmati sunyi di keping hari
Melekuk kaki memeluk ringkih
Menatap lalang belalang melanglang
Meremas hati melumpuh tulang
Cekat ragu lekat melenguh
Memilah langkah meniti belah
Kabut berebut meruntut kecut
Menyergap perih menuai kerut
Kelam malam menghenyak dalam
Detik detik melecut mengkerucut
Dirambah titah melomba asa
Membelit pahit di semua rasa
Mengapa daftar menu ini hanya derita?
Aku ingin pesan semeja bahagia…
Buaran, 2 Mei 2009 yw
Rating
151
points
Views: 432 reads
Comments: 38
Rating:
Comments: 38
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Kok datar...
ternyata daftar menu derita udah dipesan oleh mizz poe n nisa..hahaha...
maksuuuud loooooooo :yawn: duduls kaw ah =))
sama kayak feppy, aa yopan tau gak yak alamat bahagia dimana?
pindut mau tau jalan kesana ?
Kek na seh dah pindah tuh Neng..aa juga gak tau pindah na kemana...:P
Kata orang seh deket2 aja tuh, tapi mungkin jauh juga kali ya?
Atau sedikit dekat sedikit jauh,
atau jauh tetapi dekat tapi tidak terlalu dekat dan terlalu jauh
whuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...:(
Yuk kita tanya sama orang yang punya bahagia :(
melankuliner : melan yang suka wisata kuliner...
puisi yang membebaskan, memberi pilihan semeja bahagia itu ada.
terima kasih untuk puisi yang indah ini.
wah..
yang ini ga ada duitnya lagi ya :p
salam
wahhh rame ttg epigon dan tidak epigon ya?
hal ini berarti PR kita bersama untuk banyak2 membaca tulisan orang lain.
:D, seperti kata hadits bukan?
dalam agama saya, yang notabene masih muslim :D kalo kita diwajibkan untuk "membaca"
di ayat yang pertama kali diturunkan pula.
Ini PR kita bareng2 neee A' dan jg yang lain untuk memperkaya wawasan kita akan tulisan orang lain, untuk memperkaya dan membuat variasi (atas karya kita-yang konon tidak ada yg orisinil) :D
selamat membaca *akhuuuyyyy
gendut, gak bisa gitu juga O:-)
banyak baca bikin lou mati, sebab lou jadi gak baca diri. lagian, apa sih membaca itu? hanya 'melihat' rangkaian hurup yang tersusun membentuk bacaan :-?
banyak gendut [-( banyak hal yang bisa "dibaca" di dunia ini. kenapa kamu mengartikan membaca hanya sebagai sesuatu yang harfiah? makanyah ndut, jangan kebanyakan mbaca. mblinger kamuh :D
NB : iyak sih. secara di negara yang minat baca terhitung rendah, aing ngemeng kek gini sama ajah dengan anak SMU kelas 3 umur 16 tahun, bicara tentang Sistem Tata Surya ke anak TK umur 3 tahun. dan, CTA Cukup Tau Ajah Gendut O:-) aku teh bisa2nyah ngebacot belagu kek ginih kerna abis kena deportasi setelah gagal jadi TKW dan mendapat tuduhan melakukan KDRT pada majikan =))
NB : iyak sih. secara di negara yang minat baca terhitung rendah, aing ngemeng kek gini sama ajah dengan anak SMU kelas 3 umur 16 tahun, bicara tentang Sistem Tata Surya ke anak TK umur 3 tahun. dan, CTA Cukup Tau Ajah Gendut O:-) aku teh bisa2nyah ngebacot belagu kek ginih kerna abis kena deportasi setelah gagal jadi TKW dan mendapat tuduhan melakukan KDRT pada majikan =))
kang yopan yang baik, maap mo nyampah bentar
poe cintahh ku sekonyong2 koder... dari dulu jg aq bilang "membaca" bukan membaca.... sapa pun asalkan muslim pasti ngerti maksud Al-Alaq itu bukan membaca secara harfiah tapi membaca dari kacamata luas...
prikitiwwww... masih siul2 tetap mahhhhh si poe juga ada benernya. banyakan membaca secara harfiah akan membuat kita g bisa baca diri :D
tiummmm poeeeeeeee......... :-*
gendut, kamu teh ngiggo apa ngelindur. maneh nulis membaca tanpa tanda petik ngunu [-(
dasar, gak mao kalah ae kowe [-( sesama penderita ADHD dilarang saling salip O:-)
Aa Yopan, yang ngerusuh ituh si nisa-gendut. aku mah tidak salah apa-apa O:-)
:)
dari judul yang unik isi yang keren...
aku gk pintar berkomentar
kesepian ya? kenapa ga temanan aja ma adikku, cantik, pinter lagi, ga rugi deh punya temen kya dia :) (serius! temenan aja dulu :D)
.
bagus Van, kamu kreatif, mencampurkan cinta dengan kuliner, btw jadi ga ajak aku ma suami wisata kuliner di jakarta :D
cieeee,,, jadi ajang berkenalan nih yeeee :D
bagus banget mas pemilihan kata
dari judulnya aja dah bikin aku penasaran
setelah baca jadi pengin nyari karyamu yang lain
Dan jika ada, aku ingin semangkuk ceria dengan bumbu-bumbu alami, campuran dari derita dan airmata, hehe
Yap, saya juga pengen pesan bahagia, om. Ada gak ya?
^^v
tak usah kaw pesan nak, bahagia adalah ketika kau berkata :
aku bahagia O:-) *ancrit, kok gue jadi bijak geneh :O
hweheheh iya ya kok saya juga selama ini bikin puisi gak pernah ada yang bahagia :D
kenapa ya...
hehehehehehe manusia memang lebih pandai mengeluh daripada melenguh :D
ada puisi SDD yang senapas sepertinya, saya lupa-lupa ingat judulnya, ada musikalisasi nya juga sepertinya, judulnya "Di Restoran". Epigon?
Epigon???
Maaf Neng, semua karyaku orisinil keluar dari otak ku yang kecil ini;
Apa yang kusemburkan se-mata2 perasaan dan keadaan sebenarnya yang aku alami.
Aku belum pernah membaca yang senafas dengan karyaku ini, kalaupun ada
mungkin hanya kebetulan belaka.
Aku paling anti plagiatisme dan epigonisme; mungkin itu sebabnya
aku tidak pernah tertarik mengikuti "game lima kata" dan yang sejenisnya.
Salam persobatan Yovan Wisnu
Pecinta dan penikmat puisi.
Karena penasaran aku cari pakai google,
akhirnya aku dapat menghadirkan puisi SDD (Sapardi Djoko Damono)
yg kamu maksudkan:
DI RESTORAN
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras --
kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.
Semburan yang berbeda, walaupun berhubungan dengan menu.
Kalaupun karyaku berbau epigonisme terhadap karya SDD;
Mungkin otak kecilku mempunyai kemampuan sebagian otak SDD :P
Salam Persobatan Yovan Wisnu
DI RESTORAN
Kita berdua saja, duduk. Aku memesan
ilalang panjang dan bunga rumput --
kau entah memesan apa. Aku memesan
batu di tengah sungai terjal yang deras --
kau entah memesan apa. Tapi kita berdua
saja, duduk. Aku memesan rasa sakit
yang tak putus dan nyaring lengkingnya,
memesan rasa lapar yang asing itu.
Semburan yang berbeda, walaupun berhubungan dengan menu.
Kalaupun karyaku berbau epigonisme terhadap karya SDD;
Mungkin otak kecilku mempunyai kemampuan sebagian otak SDD :P
Salam Persobatan Yovan Wisnu
kan saya tidak bilang plagiat om...
saya kan bilang epigon
mempunyai kesamaan tema dengan karya sebelumnya yang pernah ada
Neh aku ulang tiga baris terakhir komenku atas komen kamu:
Kalaupun karyaku berbau epigonisme terhadap karya SDD;
Mungkin otak kecilku mempunyai kemampuan sebagian otak SDD :P
Salam Persobatan Yovan Wisnu
Peace ah Neng >:D<
aa yopan, semakin kamu ngotot menjawab, nyata benar kalok kamu merasa terusik. abaikanlah..
bisa jadi, dia menyangka dirinya adalah Dewi Mabuk eh Dewi Sanjak :yawn:
mabuk? mabuk adalah aku bukaaan :))
wah siapa sih yang gak marah dibilang EPIGON
: Epilepsi Gondok :D
Aku gak marah kok Mas Imam, hanya penasaran saja dan kucari Karya SDD pakai google:
Kalaupun karyaku ini berbau epigon (Bedanya SDD baru memesan dan hanya pada satu restoran sesuai judulnya, sedangkan aku sedang menjalani melankuliner gitu loh / lebih dari satu restoran, mungkin termasuk warteg whuekekekekek)
itu hanya disebabkan "Di Restoran" nya SDD telah dibuat terlebih dahulu, sebelum aku membuat karyaku ini. He..he..he.. Coba kalo dibalik, jadi "DI Restoran" nya SDD itu epigon nya karya aku whuekekekekekekekkekeke =))
Aku kesel malah setelah diajari arti epigon whuekekekekekekkekek =))
jangan kesaaaal duns aa thayank ;)
benar, jika kaw lebih dulu melampaui SDD maka kaw takkan tersepona di planet kemudian...
secara, si mbah SDD maenan pesbuk ajah dibantuin cucunya yang masi kelas 5 SD... O:-)
masalahnya adalah problem :
nih orang gak paham epigon :D
lalu, ada semacam alam bawah sadarnya yang dikira orang menggugu Eyang Sapardi O:-)
nah, sama kayak nisa gendut dulu kira aing mirip ama kahlil gibran yang mehek-mehek
tapi, si ndut tau kalok aku pke versi berbeda : gibran versi orang ketiga tunggal, saya versi orang pertama tunggal O:-)
nah, ketemu lah yang disebut dengan paham titisan sebab nisa gendut pikir saya abis mbaca gibran.
saya tolak mentah-mentah. secara saya saja "melihat" gibran sebagai lebai mampus dan lebai dangdut termehek-mehek lenje. gitu lhoh, Aa Yopan :))
wehehehe saya gak pernah baca tuh :D
jadi gak tahu ah
lagian kalo ditelusuri
akan banyak karya yang mirip di dunia ini
secara yaa buuuu... tidak ada yang mutlak orijinal di dunia ini O:-)
ngunu lhhoooh,,, gituuu lhoooh...
Halo BANG Wisnu
Tak kenalin sama meidy mau
Yaileh... si Bro, kaya nawarin kue donat aja :P
pelayan menjawab : maaf, pak. menu yang bapak pesan sudah habis, silakan memilih menu yang masih tersedia ;)
:-? gaya ajian angin sungsang mbahYUS
kadang bermain dengan banyak kata dasar dan kata berimbuhan menyesatkan pembaca Mas Yowan :D
salam
51-374
belagu maneh serdadu lebai :))