mereka membuat manusia masuk ke dalam kotak
dan terpisah-pisah
dibawa detakan gugup pejuang berani mati
satu detik sebelum bunuh diri
mereka temukan taktik perang
di antara jejak-jejak kerinduan
apakah agama alasan yang cukup
untuk membuat gedung-gedung bertumbangan
dimanakah engkau
wahai rahmatan lil 'alamin
saat yang bicara pada dunia: dendam
paranoia, bukankah kita?
semua manusia saling curiga pada bendera pada agenda pada luka
dari Adam turun ke Mahdi
semua perang adalah perang saudara
dari surga turun ke bumi
semua manusia tak lagi merasa sama
:megalomania
dimanakah engkau
wahai rahmatan lil 'alamin
Rating
136
points
Views: 318 reads
Comments: 26
Rating:
Comments: 26
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
suka bgt !
Assalamualaikum Wr. Wb.
karya yang luar biasa...
:)
Selamat berkarya
kereeeeeeeen
Yah memang , kiamat sudah dekat... :-(
Liat punyaku juga yah disini
Megalomania: Bahwa setiap orang merasa penting, setiap kelompok merasa baik.. ya kan??? lapeeeerrr vai... knp selasa gak ke kampus, katanya mo lihat niken presentasi?? gimana seh?
Lupa, nilai sempurna untuk puisi ini,,
waduh, spechless dah!
speechless lah...:)
Judul "Menunggu Utopia" berkesan pesimis, karena setahu saya Utopia tidak ditunggu, tetapi dicari di seluruh pelosok bumi.
Penempatan larik yang pas dan akan terus terngiang "semua perang adalah perang saudara".
bro, bacalah buku when religion become evil.. mungkin menambah perspektif. ah tapi dialog dan diskusi agama semakin macet hari hari ini ya
Wah... kemana aja Mas Kunto? Buku itu..., pinjem dong. Hehe.
Aku blm fit dulu utk menulis. Jd rehat sebentar. (menulis memang meminta lebih dr skedar kekuatan fisik) Aku kehilangan telf kemudianers bandung. sms saja aku vai, ntar kupinjami buku itu.
X)
*judul yang menarik dengan tema yang bagus tapi masih tercampur aduk tak tertata rapi ;;)
:D
Bah..
puisi kau ni bro..
hehehehe
kayaknya akhir2 ni heroik2 terus ya.
hahaha
Mesias ya yang ditunggu? Rahmatan lil alamin?
semoga saja lekas muncul..
pada dasarnya semua agama menunggu itu (saya masih ingin menelaah lagi, semoga saya gak keliru komentar)
bahkan di indonesia, terutama mitos jawa kuno, yang menunggu satrio piningit.
kalau di islam adanya al mahdi, agama lain ada mesias, ada isa yang turun ke bumi lagi
dsb,,,
sepakat kalau perang ini hanya perang saudara..
perang hanya memperkaya para penjual senjata, sesungguhnya para saudsagar senjata internasional, juga tentara (yang berbisnis) tidak pernah mau kalau perang usai, karena mereka bakalan gulung tikar, makanya teroris, tentara dan pembisnis senjata adalah rantai setan terselubung yang begitu rapi dan kuat..
(jadi ingat kulaih2ku neh..hehehe)
saya sedang ingin bernyanyi lagu iwan fals:
pada darah yang sama, kita berdiri, pada air yang sama kita berjanji. karena tulang yang sama, jangan bertengkar, karena darah yang sama, usah berpencar..
:D
Hehehe... iya nih, soalnya berhubungan dengan novel yg lagi saya kerjain. Konsep tentang messiah atau al-mahdi memang ada di kebanyakan agama di dunia, mulai dari Yahudi, Kristen, Islam, sampai Zoroaster atau bahkan agama-agama penyembah UFO (?). Dalam Islam sendiri, banyak perbedaan pendapat mengenai Al-Mahdi, mengenai ada atau tidaknya dan kalau ada spesifiknya seperti apa (terutama perbedaan Sunni dan Syiah yang paling mencolok). Yang saya maksud rahmatan lil alamin di puisi ini sebenarnya bukan Al-Mahdi sesosok manusia, tapi sebagai sebuah keadaan, keadaan yang mungkin utopis. Peran agama yang seharusnya menjadi rahmat untuk seluruh alam (Seluruh alam lho, berarti ga cuma manusia aja, tapi juga tumbuhan, hewan, benda mati, lingkungan, dan apapun yang ada di alam ini) banyak direduksi menjadi "rahmat untuk sebagian golongan". Hal ini terbukti dari perilaku beberapa kelompok keagamaan yang hanya bersikap rahmat kepada sesama anggota kelompoknya saja, namun bersikap curiga, penuh prasangka, bahkan kasar kepada orang yang berbeda dengan mereka. Tentunya walaupun setiap agama punya konsep messiah, tapi messiah yang akan benar-benar datang pasti hanya satu, sebab kalau banyak nanti berantem lagi dong. Hahaha.
kayaknya saya tertarik untuk diajak berdiskusi isi novelnya
hehehehe
hehe. kalo skarang sih saya blom siap, soalnya masih jauh dari selesai. Tapi nanti kalo udah selesai saya kasih tau deh, skalian kirim ke eduka. Hahaha.
Hahahaha..
idenya asik tuh bro..
oke deh kalo gitu..
bisa juga sih histori of God-nya Karel Amstrong atau Pertempuran Suci, bisa menjadi refrensi yang menarik
wew. meluap-luap vai.
saya tak pintar puisi.
cukup menikmati sajah. hehehehe