"Kita tidak bisa terus begini, aku semakin lemah, kalian harus mencari penggantiku,"suara parau itu berbisik pada beberapa laki-laki di ruangan itu.
"Paduka..."sela seseorang dari mereka dengan nada tidak setuju perkataan laki-laki bersuara parau itu.
"Kurasa kita memang harus mencari pengganti paduka,"ucap seorang laki-laki yang bertampang dingin.
"Aku juga setuju,"timpal seorang laki-laki lagi, nada ceria tergambar jelas dari suaranya.
"Apa ada yang tak setuju lagi?"tanya si pria bersuara parau yang dipanggil paduka itu.
Read more (721 words)
"Tidak, paduka,"kata pria yang menolak tadi.
"Baiklah,"ucap paduka itu pelan lalu menarik napas panjang,"Ku perintahkan kalian berempat, ksatria terhebat kerajaan iblis untuk mencari penggantiku,"
***
Lahan gandum tersebar sejauh mata memandang hanya gandum dan gandum yang dapat dilihat itu kecuali sebuah rumah yang terletak di tengah lahan gandum itu. Rumah itu adalah villa megah milik Keluarga Wealcoth yang tinggal di London. Sama seperti keluarga-keluarga kaya lainnya, Keluarga Wealcoth menghabiskan waktu liburan musim panas mereka di villa itu.
Tapi itu sudah bertahun-tahun lalu, villa itu nyaris terlupakan oleh Keluarga Wealcoth dan mungkin orang-orang yang dulu mengagumi villa ini. Taman indah dan perternakan kuda di sekitar villa itu kini telah menjadi lahan gandum. Hanya seorang tua yang tinggal untuk mengurus villa itu.
Cedrick menatap kesal punggung kursi ayahnya. Matanya menatap tajam punggung kursi itu, sedangkan tangannya mengepal.
"Aku tidak mau menghabiskan waktu musim panasku di rumah nenek tua itu,"ucapnya geram lalu membanting kopernya kebawah. Ayahnya menghela napas lalu berbalik menghadapnya.
"Ok... Jadi kau mau liburan dimana?"ucap ayahnya menyerah, mata Cedricsk mulai menyelusuri foto-foto villa ayahnya yang terpajang di dinding-dinding ruangan ayahnya. Matanya terpaku pada sebuah foto yang terletak diujung ruangan, foto itu terlihat kusam dan tertutup oleh lemari di pojok ruangan itu. Tangan anak itu meraih bingkai foto itu dan mengamatinya sebentar.
"Aku mau kesini saja!"ucapnya riang sambil memberikan bingkai foto itu. Mr.Wealcoth mengamati foto itu lama, alisnya naik karena ia tidak bisa mengingat tempat itu.
"Dimana ini, Zeke?"tanya ayahnya pada sopirnya.
"Di sebuah daerah di Glasgow, Tuan,"jawab sopir itu tunduk.
"Kau tahu jalannya?"tanya Mr.Wealcoth lagi.
"Tahu,Sir,"jawab si sopir lagi.
"Well, have a nice holiday, son,"ucap ayahnya tersenyum pada anak tunggalnya itu. Bocah itu menatap lekat mata ayahnya dan memeluknya sebentar.
"Thanks, Dad!"katanya senang lalu berlari keluar ruangan.
Villa itu masih tetap berdiri megah, namun keanggunannya telah lenyap dimakan oleh lumut-lumut di dinding luarnya. Rasa takut menyelubungi Cedrick ketika melihat villa itu, villa itu jauh dari gambar yang dilihatnya.
"Tuan muda?"panggil sang sopir yang sepertinya juga merasa takut.
"Aku akan tetap menghabiskan liburanku disini, kau pergilah,"ucapnya sambil melangkah menuju villa itu. Cedrick mengetuk pintu itu 3 kali namun hanya suara sunyi yang didapatnya. Ia menunggu sebentar lalu mengetuk pintu itu beberapa kali lagi. Suara kaki melangkah yang mendekat kearah pintu dapat terdengar jelas oleh Cedrick
"Apa yang kau inginkan lagi?!Bilang pada laki-laki itu aku tidak akan menjual ladang itu walau dia mengirim anak kecil"ucap marah laki-laki tua yang membukakan pintu untuknya. Laki-laki itu menatap geram Cedrick dan menutup pintu
"Pemisi, Sir, kurasa kau salah paham,"ucap Cedrick mencegah laki-laki tua itu menutup pintu.
"I'm Cedrick Wealcoth,"kata Cedrick lagi memperkenalkan diri.
"Wealcoth? Kau putra Mr. Williams Wealcoth, aku tidak tahu dia punya putera,"
"Yeah.. Mungkin dia tidak pernah bercerita,"bantah Cedrick.
"Well, masuklah,"ajak laki-laki itu masuk kedalam,"Dan panggil saja Hanks,"tambahnya.
Cedrick menyeret kopernya mengikuti laki-laki tua itu. Rumah itu berisi perabotan yang amat sangat kuno namun megah dan bersih dari debu. Karpet merah hangat terbentang di seluruh lantai koridor rumah ini. Hanks membuka sebuah kamar di lantai 3, beberapa kamar juga berderet disampingnya seperti hotel.
"Ini kamarmu, dan sebenernya aku sudah tau kau akan kemari, nak,"ucapnya tertawa lepas seakan-akan itu lucu. Cedrick tidak memperdulikannya sama sekali ia langsung masuk dan meletakkan kopernya yang berat.
"Thanks,"katanya jengah.
"Tidak usah berterimakasih,"kata Hanks masih dengan tawanya yang menyebalkan lalu pergi meninggalkannya.
Cedrick menghela napas kesal, sekarang ia benar-benar sebal dengan tempat ini tanpa alasan yang jelas. Tapi tak sedikitpun ia merasa menyesal menghabiskan musim panasnya di tempat ini, walaupun tempat ini menyeramkan ini jauh lebih baik dari rumah neneknya.
Senja berganti malam, Cedrick nyaris menghampir sepanjang harinya dengan berdiam diri dikamarnya. Tangannya kembali membuka lembar baru novel yang dibacanya. Cedrick kembali menguap untuk kesekian kalinya, diliriknya jam ditangannya.
"Jam sebelas,"gumamnya pelan lalu menarik selimut.
Suasana malam itu amat sunyi, Cedrick tertidur pulas di kasurnya yang empuk. Seorang gadis masuk melewati jendela kamarnya dengan cekatan dan tanpa bunyi. Dipandangnya Cedrick sejenak, seulas senyum terlukis diwajahnya yang pucat. Ia mendekati Cedrick perlahan, dibukanya sedikit kemeja yang menutupi leher Cedrick. Ia mendekatkan wajahnya ke arah leher Cedrick dan mengigit sedikit dibawah lehernya, ia menyedot darahnya.
(To Be Continue)
Be the first person to continue this post
Akina : Nggak deh kayaknya, aku nggak mood lagi
Boleh..boleh. Ditunggu lanjutannya.
Mampir juga di lapakku.
salam kenal.
Wah kita setubuh!
hauhauhauha,, lumayan...
kutunggu lanjutannya
btw,, yang kmaren gak lanjut?
karakternya belum kerasa ni. he3. udah bagus si, tapi kata 'sebenernya' dilautan bahasa baku rasanya agak aneh. gimana kalo diganti 'sebenarnya'? itu aja sih, dan idenya udah bagus. ditunggu kelanjutannya!
wew, twilight nih :)
nice, aku tunggu lanjutannya....
hehehe..... kan yang gigit cewek mbak....
ho..ho..jd inget film "twilight"..keep going..ak tunggu lanjutannya..
demons nya cakep gak? kalao cakep mau juga dong digigit demons kayak cedrick. hehehe... :D
siip! terusin yah :D