buntu

pekat
hitam itu datang
diam menggegorogoti jiwa
tinggalkan lubang menganga
tak mampu tuan menutupnya dengan sekedar senyum
tak mampu tuan membalutnya dengan sekedar harapan

terenyuh
jiwa meringis tertahan
menggeliat cari jalan
dan hanya kebuntuan yang datang menjumpai
tak mampu tuan menerobosnya dengan sekedar senyum
tak mampu tuan menerobosnya dengan sekedar harapan

oh... ah... uh...
sakiiiiiiiiiiiiit

tolong aku wahai tuan nan jauh di sana!
bukakan pintu bagi seonggok sampah ini
hendak berteduh dari hujan yang tercurah
basahi jiwa dengan lumpur dosa

oh... ah... uh...
pediiiiiiiiiiiih

mengapa jawab tak pernah ada
mengapa suara tuan seakan lenguh
tak mampu dengar apapun di antara semarak tawa menghina

manado, 12022009
angela p.

Rating

45
points
Views: 95 reads
Comments: 9
Rating:
64.2857

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer the_hide
the_hide at Re: buntu (34 weeks 6 days yang lalu)
80

boleh non...

Writer echanalukman
echanalukman at Re: buntu (40 weeks 5 days yang lalu)
80

:D

Writer man Atek
man Atek at Re: buntu (40 weeks 6 days yang lalu)
100

makin ok aja
ni pasti hasil bertapa, hehe

btw, dari acara WOC kemarin, deket ga ?

Writer silencer
silencer at Re: buntu (40 weeks 6 days yang lalu)
60

setuju dengan komen yg d bwah.. selebihnya udah oke koq..

Writer angeaja
angeaja at Re: buntu (40 weeks 2 days yang lalu)

hoho...^^
makasih bwt saran n kritiknya..
gw jg dah menyadari keanehannya begitu membaca lagi puisi ini beberapa hari stelah ditulis
(*pas nulis kayaknya lagi klewat emosi..^^)
pengen di ubah, tp akhirnya dipertahanin jg bentuk awalnya
sekedar berusaha menghargai pemikiran dan usaha gw waktu itu..^^