pekat
hitam itu datang
diam menggegorogoti jiwa
tinggalkan lubang menganga
tak mampu tuan menutupnya dengan sekedar senyum
tak mampu tuan membalutnya dengan sekedar harapan
terenyuh
jiwa meringis tertahan
menggeliat cari jalan
dan hanya kebuntuan yang datang menjumpai
tak mampu tuan menerobosnya dengan sekedar senyum
tak mampu tuan menerobosnya dengan sekedar harapan
oh... ah... uh...
sakiiiiiiiiiiiiit
tolong aku wahai tuan nan jauh di sana!
bukakan pintu bagi seonggok sampah ini
hendak berteduh dari hujan yang tercurah
basahi jiwa dengan lumpur dosa
oh... ah... uh...
pediiiiiiiiiiiih
mengapa jawab tak pernah ada
mengapa suara tuan seakan lenguh
tak mampu dengar apapun di antara semarak tawa menghina
manado, 12022009
angela p.
Rating
Comments: 9
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
boleh non...
:D
makin ok aja
ni pasti hasil bertapa, hehe
btw, dari acara WOC kemarin, deket ga ?
setuju dengan komen yg d bwah.. selebihnya udah oke koq..
hoho...^^
makasih bwt saran n kritiknya..
gw jg dah menyadari keanehannya begitu membaca lagi puisi ini beberapa hari stelah ditulis
(*pas nulis kayaknya lagi klewat emosi..^^)
pengen di ubah, tp akhirnya dipertahanin jg bentuk awalnya
sekedar berusaha menghargai pemikiran dan usaha gw waktu itu..^^