Ku duduk merenung
meratapi kisah hidupku
ku mengharapkan ada saat kita bersama
melintas kesenangan dalam pikiranku
terbesit keindahan dalam kalbuku
ku menunggu dan menunggu
Ku berharap
tapi apa yang ku dapat?
getirnya kenyataan yang kau beri
sakitnya realita yang kurasa
mengapa kau melakukan itu?
Kau memutuskan harapanku
kau menghancurkan hatiku
aku begitu lemah
aku begitu luka
ku coba hancurkan sakitku
ku coba hilangkan lukaku
Aku tahu masih banyak yang lebih baik darimu
masih banyak yang lebih menyayangiku
namun aku tetap mengharapmu
walau takkan ada kesempatan bagiku
untuk menjaga hatimu
aku tetap menunggu
sampai datang waktuku
hingga ajal menjemputku...
Rating
Comments: 0
Rating:
Delicious
Digg
Facebook
Technorati
penantian..pasti ada akhirnya...he he he..nice poem,sedihnya kerasa..
noce poem.. but so sad.. but no matter...
keep writing..
Menunggu hingga ajal menjemput? Jangan dong, kawan! Berikanlah cinta sejatimu pada wanita yang menjadi istrimu kelak. Semua cinta yang kau rasa kini, hanyalah 'cinta biasa'. Janganlah rela mati untuk cinta yang fana.
great poem
Aku pinjam puisinya untuk seseorang yah..?
Aku mau kirimin puisi ini untuknya...