elegi kelopak mawar putih

rapuh kelopak mawar putih
berdiri tegak menahan terpa badai
masih ingin bicara
masih ingin merajut kisah

mungkin besok
atau mungkin hanya kemarin saja
dan nanti berserak diinjak waktu yang berlari

asa menggantung kelopak mawar putih
menanti dalam remang dingin menggigil
masih ingin bicara
masih ingin merajut kisah

meski celah tak jua terlihat

Rating

59
points
Views: 223 reads
Comments: 8
Rating:
84.2857

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer the_hide
the_hide at Re: elegi kelopak mawar putih (36 weeks 7 hours yang lalu)
80

ia bagus.
setiap penulis emang punya gaya sendiri.
dan mungkin kamu lebih suka memberikan kesimpulan daripada
membiarkannya menggantung dan jadi misteri.

Writer cupupart1
cupupart1 at Re: elegi kelopak mawar putih (36 weeks 6 days yang lalu)
80

puisi km bagus tapi aku suka bila baris terakhir tdk ada krn rasanya lebih enak, tapi itu hanya menurutku aja kalee yah

Writer marialaksmi
marialaksmi at Re: elegi kelopak mawar putih (37 weeks 6 days yang lalu)
80

bagus, nice poem

Writer jornabae
jornabae at Re: elegi kelopak mawar putih (37 weeks 6 days yang lalu)
80

gitu ya? klo navi bilang "selera"...om bilang ehm masalah pola-jiwa aja sih ;)

Writer purnama_semeru
purnama_semeru at Re: elegi kelopak mawar putih (37 weeks 6 days yang lalu)
100

bagus..

Writer navigator
navigator at Re: elegi kelopak mawar putih (37 weeks 6 days yang lalu)
80

ak suka bait ke-tiga.

coba diakhiri di situ saja. tanpa baris terakhir yg sendirian itu. ya,, masalah selera saja sih.

Writer angeaja
angeaja at Re: elegi kelopak mawar putih (37 weeks 6 days yang lalu)

hhmmm... mungkin itu masalah kebiasaan.
puisi2ku sering ditutup dengan kalimat kesimpulan kyk gitu
dah sering d protes siy, tp selalu saja mengalir seperti itu waktu nulis. hehehe..^^
btw, thanks bwt masukannya