rapuh kelopak mawar putih
berdiri tegak menahan terpa badai
masih ingin bicara
masih ingin merajut kisah
mungkin besok
atau mungkin hanya kemarin saja
dan nanti berserak diinjak waktu yang berlari
asa menggantung kelopak mawar putih
menanti dalam remang dingin menggigil
masih ingin bicara
masih ingin merajut kisah
meski celah tak jua terlihat
Rating
59
points
Views: 223 reads
Comments: 8
Rating:
Comments: 8
Rating:
Favorites
You have to login to access this feature click hereFlag
You have to login to access this feature click hereRead next posts
Be the first person to continue this post
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
ia bagus.
setiap penulis emang punya gaya sendiri.
dan mungkin kamu lebih suka memberikan kesimpulan daripada
membiarkannya menggantung dan jadi misteri.
puisi km bagus tapi aku suka bila baris terakhir tdk ada krn rasanya lebih enak, tapi itu hanya menurutku aja kalee yah
bagus, nice poem
gitu ya? klo navi bilang "selera"...om bilang ehm masalah pola-jiwa aja sih ;)
bagus..
ak suka bait ke-tiga.
coba diakhiri di situ saja. tanpa baris terakhir yg sendirian itu. ya,, masalah selera saja sih.
hhmmm... mungkin itu masalah kebiasaan.
puisi2ku sering ditutup dengan kalimat kesimpulan kyk gitu
dah sering d protes siy, tp selalu saja mengalir seperti itu waktu nulis. hehehe..^^
btw, thanks bwt masukannya