1/
"Lihat, anak itu menangis."
Terlihat tanpa pengasuh, tanpa yang menemani apalagi melindungi harinya
"Ia korban perang, emang kasihan sekali.." decak dua orang memakai baju coklat.
walau anak itu tidak yatim apalagi piatu
keluarganya lengkap, namun bagaikan pecahan piring yang berserakan.
BERANTAKAN!!!
2/
Peselisihan 'itu' membuat semua itu terjadi
ia memandang bendera yang dipegangnya, "Aku ingin bertemu ayah, tapi...." kemudian, ia memalingkan wajahnya dari bendera yang digenggamannya dan kembali berucap, "Tapi aku juga ingin tinggal bersama ibu."
3/
Bisakah ia menyatukan pecahan yang berserakan?
Agar tidak ada satu apalagi dua bagian piring berlapis emas itu hilang.
Nanti tak akan indah, apalagi sempurna.
Rating
Comments: 41
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati

ok.
:-)
keren.
bagus, tapi kok aku nggak ngerti ya :D
nice ^^
Assalamualaikum Wr. Wb.
semoga penyatuan lah yang di dapat
untuk melengkapkan kepingan puzzle
yang telah tercecer...
sarat makna, indah sekali :)
selamat berkarya
wew keren bos
maaf baru ngeliat.
:-D
Ide yg unik
WOW! Tema yg jarang!! Keren, anak orangutan korban perceraian :D Aku suka bagian pertamanya.
Cerita menarik, meskipun masih bingung. Ceritanya ini tentang anak simpanse, kan? :D
mantapp!! rare story in k.com
nandi sama Rara hobi banget yaa bikin cerita dengan kemasan seperti ini padahal ini kan gak komplit dan bikin pemnaca agak bingung khususnya pembaca dodol spt diriku ini ahak ahak :D
nandi-chan.... *aku suka memanggilmu spt itu ;)
nandi aku coba dengan versiku ya..:
-------------------
Apa kau lihat-lihat? Kau lihat-lihat apa? Mengapa kau memandang padaku dengan mata heran? Apakah ada sesuatu di kepalaku, misalkan ketombe atau daun-daun kering berguguran tersangkut diantara lebatnya rambutku.
Kenapa matamu tak juga berkedip? Atau memang matamu susah untuk menutup? JIka begitu, kamu harus berhati-hati karena kemarin temanku kelilipan ketika dia bermain membuka mata selama mungkin.
Hey, matamu! Aku yakin sekarang engkau tidak sedang bermain "membuka mata", karena baru saja engkau berkedip ketika aku menganggumu dengan bendera mainanku.
Apa kau suka bendera mainanku ini? Tadi seseorang memberiku ini. Orang itu menunjukkan muka aneh, entah tersenyum atau marah padaku. Kuterima saja pemberiannya, meski aku lebih suka kalau dia memberi kacang, pisang atau buah-buahan. Tapi kata ibu, pantang menolak pemberian. Karenanya tanpa aku peduli, kuterima saja pemberiannya. Lagi pula orang itu kelihatan bodoh sekali, karena bicara dengan bahasa yanga aneh. Apa mereka tidak diajari dengan bahasa kami.
Hemm, kamu mulai tersenyum padaku. Hey, kau mulai meniru gerakanku. Jangan-jangan kita saudara. Atau malah, kamu mengira aku adalah cermin wajahmu. Hahaha, kamu bermimpi. Aku tak mungkin cermin wajahmu. Wajahku lebih baik darimu. Aku yakin itu. Kalau tidak, mana mungkin kau memandangiku dari tadi..
Ya, sudahlah. AKu mau pergi. Kau mau benderaku?
Keren kak boby,
Sembunyi banget pesannya...nandi terkesima
katanya kunci untuk interpretasi adalah dengan tidak membiarkan pikiran kita lebih berkuasa atas objek yang hendak ditafsirkan sehingga objek tafsiran menjadi bisu. Malah dalam penafsiran gambar, kita harus jadi pendengar dan membiarkan gambar bicara apa adanya. Jika itu gambar monyet, biarlah jadi gambar monyet. Setelah itu tambah bumbunya..hehehehe
Oh, jadi itu, baiklah<---mengangguk
Jadi nandi bisa tahu, terimakasih banyak kak boby.
Mungkin, eh bukan mungkin, tapi nandi akan mencoba....
Dan berusaha....nandi senang kk mw ngasi tw itu ,
temanya bagus banget! tapi penyampainnya kurang greget.... serasa gemes bacanya
Judulnya menarik. Temanya juga. Tp cr penyampaiannya kurang menggigit. Tp aku suka istilah benderanya.. Kueren..
ya nyambung banget dengan gambarnya... tapi kurang asyik penyampaiannya,,,
Tau nya aku memang polos,
jadi jg nh punya nandi....
seger...:D
emang tu gambar bkin puyeng dah...wkwkk..
Hahaha, aku ketawa ketawa baca komen ini mirip ama mbak megi .....
Kepalanya puyeng itu berarti sedang bekerja
hihihi, kreative nich Nandi
itu gambar emg bikin puyeng yaks =))
bikan puisi ini...
100 kata...hahahah lewat...
103 kata
Aku yakin pasti bisa kok
semuanya pasti ada jalannya!
Itu pasti :)
makasi,...
jalan raya kan masih dilebarin..<<--- menglantur
:)) iya...maklum salah ketik hehehhehe