Tubuhnya tergetar hebat. Seolah ribuan watt aliran listrik mengalir pada tubuhnya hingga membuat giginya bergemeletuk. Matanya yang tertutup oleh kacamata hitam memutar tidak beraturan. Tangannya yang sedang memegang kerupuk pun bergetar tidak kalah hebatnya hingga kerupuk yang baru digigitnya sekali terjatuh.
Read more (2751 words)
Getaran tubuhnya semakin hebat hingga partikel-partikel pembentuk tubuhnya terpencar membentuk debu-debu. Dedebu tersebut berpusar seperti terserap angin ke satu titik dan menghilang. Orang berkacamata hitam dengan pakaian rapi tersebut lenyap meninggalkan kerupuk dengan bekas satu gigitan tergeletak di jalan yang telah sunyi senyap tersebut.
***
Siswo dapat giliran shift malam hari ini. Tugasnya sebagai satpam di perumahan Telaga Permai memaksanya untuk terjaga sepanjang malam. Siswo bertugas sendirian malam ini. Biasanya dua orang satpam yang jaga di malam hari. Namun, kali ini rekan kerjanya izin sakit. Katanya sakit hilang ingatan.
Seringkali Siswo tertidur saat sedang tugas jaga. Pernah suatu kali ketika tertidur, Siswo bermimpi buruk. Dalam mimpi tersebut, Siswo merasa sedang dalam film Final Destination dan dikejar-kejar kematian. Mimpi tersebut berakhir saat Siswo hampir terbunuh, seketika dia terbangun dan mendapati mukanya dicorang-coreng dengan arang oleh teman jaganya. Setelah peristiwa itu Siswo kapok tertidur saat berjaga.
Malam ini dingin, hujan sepanjang sore hingga waktu isya’ membuat warga Telaga Permai berdiam di rumah masing-masing. Alhasil suasana senyap menjadi teman Siswo malam ini. Si Putih, kucing yang biasa menemani pun tidak kelihatan. Ditambah rekan kerja yang biasanya menemani dan mengganggu sedang sakit sehingga Siswo benar-benar sendiri malam ini.
Malam semakin larut dan rasa kantuk mulai menyerang Siswo. Pengalaman buruk itu tidak akan terulang karena teman jagaku tidak masuk, begitu pikirnya. Siswo mulai menyamankan posisinya untuk tidur. Sebentar saja, pikirnya. Namun, saat Siswo setengah sadar karena terserang rasa kantuk, dia melihat seorang laki-laki berbaju mirip agen MIB. Siswo belum pernah melihatnya sebelum hari ini. Sehingga dengan malas Siswo memperhatikan orang tersebut. Dilihatnya orang itu memakan sesuatu.
Saat Siswo merasa cukup memastikan bahwa si MIB bukan maling, tiba-tiba lelaki tersebut bergetar. Jarak dua puluh meter membuatnya cukup yakin apa yang sedang dilihatnya benar. Si MIB bergetar hebat kemudian berubah menjadi debu. Siswo terbelalak saat melihat debu tersebut berpusar menuju satu titik dan kemudian hilang. Kantuk Siswo hilang.
Wajah lugu Siswo pucat. Tangannya gemetaran karena tidak percaya apa yang dilihatnya. Matanya menatap tidak berkedip. Mulutnya membuka, ingin berteriak namun tak satupun kata keluar. Senyapnya Telaga Permai menjadi semakin senyap bagi Siswo. Butuh lebih dari lima menit sebelum kesadaran Siswo kembali. Setelah tersadar Siswo mengucek-ucek matanya untuk memastikan bahwa apa yang dilihatnya benar.
“Hantu bukan ya?”, gumam Siswo.
Dengan hati-hati Siswo mendatangi TKP. Dengan dag dig dug dia melangkahkan kakinya.
“Jangan-jangan ini alien seperti yang di tivi-tivi,” gumam Siswo lagi.
Sampai di tempat menghilangnya si MIB, Siswo mulai melakukan olah TKP. Diperhatikannya tidak ada yang aneh dari tempat tersebut. Tidak ada bekas terbakar, tidak ada lubang ledakan, juga tidak ada tumpukan pasir menggunung. Hanya ada kerupuk dengan bekas satu gigitan.
“Eureka!” teriaknya tiba-tiba.
“Pasti gara-gara kerupuk ini MIB tadi hilang. Ini adalah kerupuk masa depan!” teriaknya girang.
Celingak-celinguk Siswo memandang sekitarnya, memastikan bahwa hanya dia yang melihat dan tahu akan kerupuk ajaib tersebut. Otaknya dipaksa bekerja cepat untuk memutuskan apa yang akan dilakukan dengan kerupuk tersebut.
Bagaimana jika kerupuk ini aku berikan pada Pak RT yang cerewet itu agar dia hilang dan tidak mengomeliku lagi, pikirnya. Oh ya... ini dapat aku jual ke pembuat racun tikus. Kalau tikus yang makan kerupuk ini hilang tentu lebih efektif daripada menggunakan racun yang akan menyebabkan tikus mati dan meninggalkan bangkai. Kalau gajah mati meninggalkan belalai, eh gading. Kalau tikus mati kan meninggalkan bau. Pikiran Siswo kemana-mana.
“Yang penting kerupuk ini aku selamatkan dulu, langkah selanjutnya dapat aku fikirkan nanti,” katanya pada diri sendiri.
“Yang pasti aku akan jadi terkenal dan kaya dengan kerupuk ini,” lanjutnya sambil tersenyum.
***
Sebuah ruangan tersekat dinding kaca yang berubah-ubah warna. Warna-warni kaca tersebut terus berubah, kadang seperti pelangi, kadang seperti aurora, kadang seperti merah langit sore. Sebuah tabung besar berada di tengah ruangan. Debu berpusar dalam tabung tersebut. Berasal dari satu titik debu tersebut semakin banyak dan banyak. Debu tersebut mulai membentuk kepala, tangan, kaki, dan seluruh bagian tubuh si MIB.
Seorang operator memperhatikan monitor yang ada di dekat tabung besar. Diperhatikannya gambar bar dengan angka yang menunjukkan prosentase 98%.
“Sialan! Siapa yang seenaknya mentransfer aku!?” teriak si MIB saat partikel tubuhnya sudah utuh kembali.
“Maaf Tuan, tapi istri Anda yang memerintahkan,” jawab operator takut-takut.
Tabung yang sekarang di dalamnya terdapat si MIB perlahan terangkat ke atas. Suara getaran terangkatnya tabung tersebut terdengar samar dan dalam. Si MIB keluar dengan memandang tajam ke arah operator. Tanpa berkata-kata MIB keluar dari ruangan tersebut. Istrinya telah menunggu di ruang sebelah.
***
Siswo memutuskan menunggu pagi agar pekerjaan satpamnya tidak terganggu urusan kerupuk. Dia telah membungkus kerupuk tersebut dengan koran bekas dan memasukkannya dalam kantong plastik berwarna hitam. Siswo terus mengapit bungkusan tersebut sambil berjaga hingga subuh saat waktunya pergantian shift.
Waktu subuh datang Siswo segera menunaikan kewajiban sholat subuh. Meskipun Siswo tidak terlalu pintar dan pemalas, dia tetap rajin dalam melaksanakan sholat. Pun setelah dia menjadi satpam, kebiasaan tersebut tidak dia tinggalkan.
Saat melihat rekan penggantinya sudah kelihatan batang hidungnya, Siswo yang sudah berganti dengan pakaian biasa dan menggunakan sandal jepit buru-buru pergi sambil mengapit bungkusan tersebut.
“Pagi Siswo,” sapa rekannya.
Siswo tidak menggubris sapaan tersebut. Dengan mendekap bungkusan kerupuk, Siswo meninggalkan tempat jaganya. Setengah berlari Siswo pulang ke rumahnya.
Siswo telah memutuskan untuk menjual kerupuk tersebut ke pembuat racun tikus. Dia yakin kalau kerupuknya akan dibeli dengan harga mahal. Membayangkan keuntungan yang akan diperolehnya Siswo senyam-senyum sendiri sambil mengapit bungkusan kerupuknya semakin erat.
Perjalanan dari tempat jaga ke rumah Siswo lumayan jauh. Sekitar setengah jam jalan kaki dibutuhkan. Siswo harus melewati taman, pasar, kuburan dan terakhir persawahan sebelum sampai di rumahnya. Siswo berharap perjalanan pulangnya lancar.
Sayangnya, dalam perjalanan Siswo bertemu dengan Sangar. Saat melewati kuburan, dia bertemu dengan preman yang telah ditakutinya sejak mereka satu kelas di sekolah dasar. Tato kupu-kupu di lengan kanan Sangar sebenarnya membuat Siswo geli, namun melihat parut bekas luka di pipi Sangar membuatnya bergidik. Reflek Siswo mengencangkan genggaman pada bungkusan kerupuknya.
Sangar sempoyongan. Matanya merah menunjukkan kalau dia kurang tidur. Bau mulutnya menunjukkan kalau dia baru minum-minum. Dengan hanya menggunakan kaos singlet dan celana jeans Sangar menghampiri Siswo.
“Hai Siswo, baru pulang ya? Minta uang dong..” Sangar memulai memalak Siswo.
“Aku tidak punya uang, akhir bulan belum gajian,” jawab Siswo takut-takut.
“Bohong! Beri aku uang atau aku hajar kamu!” ancam Sangar.
“Aku benar-benar tidak punya Ngar, beneer..” jawab Siswo mengiba.
Sangar hampir saja percaya pada Siswo waktu melihat muka Siswo memelas. Namun pandangannya tertuju pada bungkusan plastik hitam yang dibawa Siswo. Diperhatikan betapa Siswo erat memeluk bungkusan tersebut. Pasti sesuatu yang berharga, pikir Sangar.
“Bungkusan apa itu? Berikan!” Sangar menunjuk pada bungkusan kerupuk yang dipegang Siswo.
“Bukan apa-apa.” jawab Siswo datar.
Sangar mendekati Siswo untuk merebut bungkusan kerupuk tersebut. Siswo yang mulai panik menabrak Sangar hingga jatuh dan berlari. Sangar yang kaget karena Siswo tiba-tiba berani melawannya segera bangkit dan mengejarnya. Kejar-kejaran seru pun terjadi.
Siswo yang semalaman bergadang melihat patok-patok kuburan berbayang. Dengan instingnya dia melewati patok demi patok dengan kecepatan tinggi. Sangar yang juga habis bergadang mabuk-mabukan juga melihat patok-patok tersebut berbayang. Tercatat sudah tiga kali Sangar menabrak patok tersebut. Dua patok yang ditabraknya patah dan roboh karena terbuat dari kayu dan sudah lapuk. Namun, patok ketiga menjadikannya jatuh terjerembab. Sangar menjadi merah padam mukanya, semakin murka pada Siswo.
Siswo berlari dan terus berlari. Sesekali dia melirik ke belakang dan melihat Sangar masih mengejarnya bahkan semakin bersemangat. Siswo mengutuk-ngutuk dalam hati kenapa bisa sampa bertemu Sangar, orang yang paling dia benci. Bahkan, sudah jadi satpam pun Siswo masih takut pada Sangar. Siswo memaksa otaknya untuk bekerja. Setelah beberapa lama akhirnya otak Siswo sedikit bekerja dan ingat kalau Sangar tidak dapat berenang. Dia akhirnya memutuskan berlari menuju sungai.
Terengah-engah Siswo berlari, lecet jempol kakinya karena tersandung batu tidak dipikirkannya. Dia hanya fokus pada satu hal. Sungai. Lima meter di depannya Siswo melihat sungai terbentang memberi harapan keselamatan. Sangar yang juga sudah ngos-ngosan melihat sungai dan mulai paham siasat apa yang sedang dijalankan Siswo. Tidak mau kemurkaannya tidak tersalurkan, Sangar memaksimalkan larinya.
Di bibir sungai Sangar cuma tertinggal satu langkah dari Siswo. Namun, Siswo berhasil meloncat terlebih dahulu. Satu sandal jepit yang dipakainya terlempar ke muka Sangar. Sangar murka semurka-murkanya. Belum pernah sejak dia mengenal Siswo di kelas satu sekolah dasar, Siswo berani melawannya dan mempermalukannya demikian rupa. Namun, Sangar tidak berani melompat ke sungai selebar tiga meter tersebut karena dia benar-benar tidak dapat berenang. Dalam geram Sangar hanya bisa melihat kejarannya lolos.
Sangar masih terengah-engah saat terkena sandal jepit yang terlepas dari kaki Siswo. Sangar tidak habis pikir apa yang membuat Siswo menjadi berani melawannya. Dan semakin bingung bagaimana dia dapat lolos dari kejarannya. Siswo yang dikenalnya tukang ngantuk biasanya sangat malas. Dia sejak sekolah dasar - yang tidak pernah diselesaikannya itu - suka tidur di kelas. Bahkan, jadi satpam pun tidak ada bedanya, malasnya tidak ketulungan. Namun, yang paling buat Sangar bingung adalah sejak kapan Siswo bisa berenang.
Siswo berenang sekuat tenaganya. Gemericik arus sungai tidak diindahkannya. Karang di tengah sungai berhasil dia lewati dengan mudah. Sungai tiga meter tersebut berhasil diseberanginya dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Sampai di sisi lain dari sungai, Siswo lega karena berhasil lolos dari Sangar. Namun, ia lebih lega karena berhasil menyelamatkan kerupuknya. Untung kerupuknya aku bungkus pakai plastik kalau tidak bisa hilang harapan aku, batin Siswo.
***
Si MIB telah diomeli oleh istrinya selama beberapa menit. Operator yang dipekerjakan mereka mencoba untuk pura-pura tidak mendengar omelan tersebut. Di layar monitor dia melihat kejar-kejaran Siswo dan Sangar. Layar monitor tersebut menampilkan gambar dengan cepat sekali, seperti video yang di-fast forward 32x. Hal tersebut dikarenakan perbedaan jalannya waktu antara ruang Mayapada dengan dunia Siswo. Namun, karena pelatihan yang telah diikutinya dia dapat mengikuti kecepatan gambar tersebut.
Operator tersebut sadar betul bahwa kerupuk yang dibawa Siswo dapat menjadi masalah. Keberadaan ruang Mayapada, dunianya, dapat terancam. Tidak seorangpun boleh mengetahui keberadaan ruang Mayapada.
Biasanya digunakan sinar pelupa agar orang yang melihat tanda-tanda keberadaan ruang Mayapada menjadi pelupa. Namun, operator belum berani bertindak karena belum ada perintah. Dia juga tidak berani mengusik bosnya karena khawatir terkena omelan dari keduanya.
“Masalah ini harus segera diselesaikan, apalagi dia membawa kerupuk tersebut,” gumam operator lirih.
***
Siswo melangkah bimbang bingung hendak kemana. Dia sudah salah arah apabila ingin pulang. Dia juga sudah salah arah apabila ingin menjual kerupuk tersebut ke pembuat racun tikus. Sangar benar-benar merusakkan rencananya.
Siswo membuka bungkusan kerupuknya untuk melihat kondisi kerupuk tersebut. Dilihatnya kerupuk tersebut sudah hancur. Namun, dia tetap optimis kerupuk tersebut masih menyimpan kekuatannya. Namun, Siswo juga bingung, karena dengan kondisi kerupuk yang remuk begini tentu pembuat racun tikus sudah tidak mau membelinya.
“Ah bodoh!” teriak Siswo tiba-tiba.
“Kenapa tidak aku berikan saja kerupuk ini kepada Sangar biar orang busuk semacam dia lenyap dari muka bumi ini.” katanya dengan penuh penyesalan.
Siswo benar-benar menyesal ide tersebut tidak terlintas di otaknya. Siswo bahkan mulai percaya bahwa sebenarnya untuk itulah dia mendapatkan kerupuk tersebut, untuk menghilangkan orang-orang bejat yang hanya merusak. Termasuk di dalamnya para koruptor yang mengambil uang rakyat.
“Eureka!” teriak Siswo.
“Aku tahu harus dibawa kemana kerupuk ini. Kerupuk ini harus aku bawa ke polisi agar dijadikan salah satu jenis hukuman bagi para koruptor. Tentu para koruptor tidak akan berani lagi seandainya ancaman hukumannya dilenyapkan dari dunia ini, benar-benar lenyap. Tidak ada batu nisan untuk mengenang mereka, keluarga mereka pun tidak perlu malu karena orang yang membuat malu sudah hilang. SUDAH HILANG.” semangat Siswo kembali lagi. Tujuannya jelas, kantor polisi.
Rambut kusut, muka jelek, pakaian kotor dan basah, kaki dekil dengan hanya memakai sandal jepit sebelah plus luka di jempol kaki membuat Siswo merasa dirinya seperti tokoh utama dalam film Die Hard . Siswo melangkah mantap. Semangat tinggi terpancar dari mantapnya langkah Siswo. Siswo adalah pahlawan yang akan memberantas korupsi di negeri ini. Angan dan harga dirinya melambung setinggi-tingginya.
***
Di ruang Mayapada monitor masih menyajikan tontonan dengan tokoh utama Siswo. Cepatnya gambar siaran langsung tersebut tidak mengurangi tajamnya pengawasan operator. Dengan tekun dia memperhatikan monitor di hadapannya.
Operator mulai was-was melihat Siswo jingkrak-jingkrak. Kerupuk yang telah hancur tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi operator. Dalam salah satu kotak di layar monitor operator, terdapat gambar berulang-ulang proses transfer, saat kerupuk tersebut jatuh dari tangan si MIB.
Ada potensi kerupuk tersebut memiliki partikel yang labil. Ada kemungkinan orang yang memakan kerupuk tersebut akan terbawa ke ruang Mayapada. Tentu saja sang operator tidak mau hal itu terjadi. Kerahasiaan ruang Mayapada adalah prioritas utama. Operator berfikir keras bagaimana mengatasi masalah ini.
***
Perjalanan ke kantor polisi tidak memakan waktu lama. Sekitar satu jam jalan kaki. Siswo yang sangat bersemangat menempuh perjalanan tersebut dengan bersenandung. Meskipun suaranya tidak merdu namun senandung tersebut terdengar riang karena tulus dari kegembiraan Siswo. Senyum terus terkembang di wajah Siswo sepanjang perjalanan ke kantor polisi.
Setelah satu jam kurang lima menit, Siswo akhirnya sampai di kantor polisi. Baju dan celananya telah kering tertiup angin sepanjang perjalanan. Namun, keringat bercucuran menjadikannya basah kembali. Sandal jepit yang dipakainya tetap hanya sebelah saja. Optimisme masih terpancar dari wajahnya.
“Pak Polisi! assalamualaikum...” ucap Siswo memberi salam karena tidak seorang pun dilihat Siswo sedang berjaga di depan.
Siswo celingak-celinguk mengintip ke dalam kantor polisi tersebut. Dia tidak melihat siapapun di dalam. Selang beberapa detik, seorang polisi kemudian keluar dan menemui Siswo. Seorang polisi yang cukup gagah dengan menggunakan kacamata hitam. Kemudian, terjadilah dialog berikut ini:
“Waalaikumsalam, ada yang bisa saya bantu Pak?” tanya polisi tersebut sopan.
“Saya bawa bungkusan Pak Polisi,” kata Siswo bersemangat.
“Bungkusan apa?” tanya polisi.
“Kerupuk ajaib,” jawab Siswo dengan tidak berkurang antusiasnya.
“Kerupuk ajaib?” polisi lagi-lagi hanya bertanya.
“Iya, kerupuk ajaib!” jawab Siswo lagi dengan penekanan pada kata ajaib.
“Apa keajaibannya?” untuk keempat kalinya polisi bertanya.
“Kerupuk ini bisa membuat orang hilang. Saya melihat seseorang berpakaian rapi hilang setelah memakan kerupuk ini,” terang Siswo
“Oh ya...” jawab polisi meragukannya.
“Iya...” Siswo menjawab tegas.
“Saya tidak percaya,” datar polisi berkata.
“Betul Pak, kalau tidak percaya silakan saja Bapak coba,” Siswo menantang polisi.
“Baiklah. Mana kerupuk ajaibnya,” polisi menjawab tantangan.
Polisi tersebut membuka bungkusan kerupuk Siswo. Dengan tenang dia memakan remah kerupuk tersebut. Lahapan pertama tidak ada yang terjadi padanya. Namun, pada lahapan kedua tubuhnya mulai bergetar. Digenggam erat bungkusan kerupuk tersebut.
Siswo memandang nanar pada polisi tersebut. Tidak percaya sih, pikir Siswo. Sedetik kemudian Siswo panik, dia ingat kalau kerupuk tersebut rencananya untuk menghukum koruptor, bukan polisi yang keras kepala. Namun, Siswo tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya terdiam karena sekali lagi melihat peristiwa menakjubkan tersebut.
Getaran tubuh polisi tersebut semakin hebat. Bola mata yang tertutup kacamata hitam berputar-putar tidak karuan. Namun, genggaman pada bungkusan kerupuk tersebut semakin erat. Kejadian berikutnya tidak jauh berbeda, tubuhnya terpencar menjadi partikel-partikel. Kali ini semua yang melekat pada polisi tersebut mendebu, termasuk bungkusan kerupuk yang dipeluknya. Partikel-partikel tersebut berpusar dan tersedot dalam satu titik. Hilang.
Siswo yang sekali lagi melihat proses transfer manusia tersebut jatuh terduduk. Tubuhnya lemas. Pikirannya kosong. Sejenak pada transfer kali ini dia melihat cahaya terang. Sangat terang. Cahaya yang mengejutkan urat syarafnya hingga memorinya terhapus sebagian.
***
Debu-debu beterbangan dalam tabung besar dan mulai membentuk bentuk tubuh seseorang. Seseorang dengan seragam polisi. Dalam genggaman tangannya sebuah plastik hitam yang di dalamnya terdapat remah kerupuk dalam bungkusan koran. Dia tersenyum. Dengan menggunakan seragam polisi, operator berhasil mengambil bungkusan kerupuk dari Siswo tanpa kekerasan.
Operator juga tersenyum karena dalam proses transfer dirinya sempat menggunakan sinar pelupa pada Siswo. Sekali lagi operator berhasil menjaga kerahasiaan ruang Mayapada. Sebelumnya operator harus memberi sinar pelupa pada rekan Siswo karena hal yang serupa. Bosnya benar-benar menyulitkan, pikir operator.
Teringat akan bosnya, operator menajamkan pendengarannya. Samar didengarnya suara istri si MIB. Rupanya omelan istrinya belum selesai juga. Untung aku segera ambil tindakan, pikirnya.
***
Setelah hampir satu jam terduduk akhirnya Siswo menemukan kembali kesadarannya. Dia bingung mengapa dia ada di kantor polisi. Dia juga bingung kenapa badannya sakit semua. Dan semakin bingung dimana sandalnya yang sebelah. Dalam kebingungan tersebut akhirnya Siswo memutuskan untuk pulang.
Dalam perjalanan pulang Siswo mencoba mengingat apa yang terjadi padanya. Namun, semakin dia berusaha mengingat semakin dia lupa. Kepalanya menjadi pening dan terasa berat. Sekali lagi Siswo memaksa otaknya untuk bekerja, namun kali ini dia hanya berhasil mengingat rekannya yang sakit lupa ingatan dan tidak jaga. Aku tertular penyakit lupa ingatan rupanya, kesimpulan Siswo.
“Malam ini sepertinya aku harus minta izin tidak jaga,” katanya lirih.
(tamat)
bener2 berfantasy wkwkwkkwkw :D
bener2 berfantasy wkwkwkkwkw :D
Tubuhnya tergetar hebat. Seolah riIbuTanE watt aliran listrik mengalir pAaQd!aR tubuhnya hingga membuat giginya b1eQrPgCe%m0eHlIeJtQu!kO.) Matanya yang tertutup oleh ka*caVmaMta0 hitam memutar tidak beraturan. TanAgan@nya8 yang sedang memegang kerupuk pu%nV bergetar tidak kalah hebatnya h|iAnEgTg8a( kerupuk yang baru digigitnya seOkaUliN terjatuh.
Getaran tubuhnya semakin hebat hing)ga^ partikel-partikel pembentuk tubuhnya terpencar memEben8tuk4 debu-debu. Dedebu tersebut berpusar seEpeMrt0iK terserap angin ke satu tiFti7kV dan menghilang. Orang berkacamata h9iUt8aMmR dengan pakaian rapi tersebut len&yap* meninggalkan kerupuk dengan bekas saOtu3 gigitan tergeletak di jalan y#a0nHgO telah sunyi senyap tersebut.
============================
mam saat aq baca kenapa enkripsi tulisannya jadi acak kadut gitu yak?
bentar deh ini jangan2 efek error lepi or something about my sistem. sorry2 blom bisa baca
haha, ceritanya ringan dan disajikan dengan bahasa yang menarik... tapi kurang dijelaskan kenapa si Siswo bisa begitu yakin kalo si MIB hilang gara-gara makan kerupuk itu, soalnya kalo aku jadi Siswo, boro-boro mikir kayak gitu malem-malem palingan juga langsung kabur...
.
Tapi selebihnya lucu, koq, walaupun aku pikir ending-nya akan lebih heboh lagi...
.
Fantasy Fiesta 2009 -ku:
2012 : The Truth of God
.
.
haha, ceritanya ringan dan disajikan dengan bahasa yang menarik... tapi kurang dijelaskan kenapa si Siswo bisa begitu yakin kalo si MIB hilang gara-gara makan kerupuk itu, soalnya kalo aku jadi Siswo, boro-boro mikir kayak gitu malem-malem palingan juga langsung kabur...
.
Tapi selebihnya lucu, koq, walaupun aku pikir ending-nya akan lebih heboh lagi...
.
Fantasy Fiesta 2009 -ku:
2012 : The Truth of God
.
.
Sumpah kocak!!! Dua jempol!!
njhyaaaa...asik
Hahahahahaha lucu sekalii sukaaa. Keren keren :))
aneh bro.. tapi fun dbacanya. keep writing
kalo yang ini, gw no-comment, deh! :))
hahahahaha
Gya ha ha ha. Bukan komedi tapi bisa bikin gw nyengir-nyengir sendiri :D
Btw, tu sungai kan cuman 3 meter, kok perlu 10 menit buat berenang? Maksudnya 30 meter?
------------------------------
Fantasy Fiesta 2009: Götterdämmerung
gajah mati meninggalkan belalai =))
ceritamu komplit, ada lucunya, ada anehnya, ada juga seriusnya sip! :)
Aaaaaaah (teriak melengking) hahaha uhuk huk huk ...
Baca critaku jg ya...
hoohohoo...Mas Hamm....
kayaknya K.Com emang lagi dilanda virus humor ye....~_~
Keren!! :) kira isinya apa, nyatanya kaya gini toh :D
Endingnya rada kurang, atau ini model ceritamu?
Kunjungi karyaku juga ya
top markotop
masih kurang tapi, masih belum bisa bikin ketawa ngakak-ngakak ampek keselek...
Emang begitu bos...bukan komedi soalnya hehehehe
Judulnya kerupuk...awalnya kaget aja ma penasaran..-aku tepuk tangan baca isinya
Thanks nandi
Hebat.... benar-benar salut, diantara tulisan-tulisan yang udah masuk yang ini yang paling punya aura beda !!!
Briliant.
Kalo itu mah karena aku emang kagak biasa bikin cerita fantasy hehehe.
Trims dah mampir..
Ha..ha keren mam, gabungan mib dan the matrix yg kocak. Twist endingnya jg oke, naekin gaji operator nya :-D
Betuul...harus dinaikkan gaji operatornya...hehehe