Anehnya, dikamar dingin bercahaya nan biru remang-remang itu. Masih saja ada corak feminim, yaitu sebuah jam weker tikus berwarna pink, yang sebentar lagi jarum panjang dan pendeknya menunjuk ke angka 12.
Read more (2217 words)
Sontak sesosok lelaki yang masih setengah tertidur dalam ruangan itu, dengan begitu cepatnya meraih sebuah pisau dibalik bantal, dan melemparkannya tepat ke arah sumber suara. Redamlah kebisingan, hening sekejap menyesap. Naas bagi nasib tikus tak berdosa yang menjadi korbannya.
Apalagi ternyata tikus itu tergantung memalukan di dinding, tepat di belakangnya poster selangkangan seorang presiden.
Dan begitu jelas terlihat bila tikus itu adalah kemaluannya yang berwarna pink. Wajah presiden tersenyum lebar dengan background bendera merah putih biru berbintang-bintang.
Sedang tidak jauh beberapa kaki dari ranjang tempat laki-laki itu tertidur. Terdapat Televisi 23 inchi dengan modus mute : on , menampilkan ledakan dahsyat yang meruntuhkan sebuah gedung pencakar langit.
Lelaki itu tiba-tiba terbangun. Hidungnya mengendus-endus, seakan-akan risih dengan bau yang tiba-tiba mengganggu tidurnya. Tidak, bukan mengganggu, ternyata ia begitu menikmati bau itu. Bau aroma khas yang telah lama dirindukannya.
“Hemm, bau mesiu. Dan aroma daging panggang. Membuatku kelaparan saja.” Dia-pun mencari sumber bau itu dan mengarahkan hidungnya ke arah televisi yang menyala.
Alih-alih mata birunya yang sejernih laut itu terkesima oleh tayangan peledakan tersebut. Pupil dan retina di matanya bereaksi, layaknya sebuah kamera digital, berputar memperbesar zoom gambar. Semakin banyak sudut putaran semakin detail tiap inchi, mili inchi, bahkan mikro inchi dari gambar video dalam layar televisi tersebut.
kini dari dasar matanya, mungkin itulah yang disebut mata ke-tiga, tampak cahaya biru kehijauan meneropong ke luar, lenza zoom membentuk sebuah sudut parabola melebar, terkesan menyimpan kedalaman yang amat sangat dalam dan menghanyutkan. Bagaikan blackhole di luar angkasa, menelan dan menyedot dengan serakah setiap inchi dan detik informasi dari layar.
15 menit berlalu, tayangan berita telah usai. Semua gambar telah berhasil ia rekam, lalu ia pejamkan mata, telapak tangannya tergenggam. Layaknya seorang yang berdoa dengan sangat khusuknya.
beberapa saat keringat membasahi tubuhnya. Ia membuka matanya kembali. Bola matanya berubah lagi, bersinar keunguan, dengan tatapan yang penuh kekosongan, begitu hampa, serasa hawa yang begitu dingin mengalir memenuhi rongga kebencian di dalam jiwanya yang telah lama mati.
“Aku harus segera ke Inggris, semua harus dimulai dari sana“ gerutunya dengan wajah yang merah padam.
London, Inggris, markas besar M15
“ini beberapa rekaman tersisa yang telah berhasil di selamatkan oleh pemadam kebakaran, sedangkan ini kiriman informasi dari kepolisian Inggris pusat, detasemen khusus bagian bom. Mereka minta bantuan kita untuk melacak posisi dari jenis bom, bahan-bahan dan alat pemicunya”. sambil menunjukkan berkas-berkas, Andrei Sawyer (seorang general manager dari Badan Intelijen Inggris M15), terlihat begitu gusar hatinya, bisa ditilik dari raut muka brewoknya yang penuh kusut.
Dengan geram ia mendebrak meja, dan berteriak dengan keras kepada empat anak buahnya, dimana mereka berempat adalah agen-agen rahasia nomor satu di inggris.
“Segera dapatkan tikus-tikus itu, bila tidak akan bertambah banyak gedung-gedung pencakar langit yang roboh, mereka benar-benar membuat kita dipermalukan”.
Mereka semua terduduk dengan kepala tertunduk. Sudah begitu banyak bom-bom yang meneror inggris selama ini. Hingga saat ini tidak ada satupun informasi yang bisa mereka dapatkan dari para pelaku pemboman yang misterius itu. Seluruh informasi dan petunjuk selalu berakhir dengan jalan buntu. Ah bukan buntu, namun lebih tepatnya mungkin karena sesuatu hal yang lain. Sesuatu hal yang sangat begitu ditakuti untuk mereka kuak kebenarannya.
“Sorry Sir , kami tidak bisa melanjutkan penyelidikan. Karena semua petunjuk ternyata begitu mencengangkan. Kami tidak berkutik, segala gerak-gerik kita sedang diawasi saat ini. Dan semakin mendekat menuju ke arah kebenaran. Posisi kita akan semakin terancam.”
Tukas agen rowly, dengan keahlian khususnya sebagai pencari jejak professional .
Sawyer tentu saja paham dengan hal itu. Sebenarnya dia menyimpan kekhawatirannya selama ini, yang juga menjadi kekhawatiran ke-empat anak buahnya. Sudah sebulan dia sadari, semua jaringan telekomunikasi dalam markas M-15 telah lama disadap. Dia benar-benar muak. Siapa diantara anggota senat parlemen Inggris, yang berani-beraninya meremehkan organisasi rahasia yang di pimpinnya itu. Organisasi rahasia yang tidak sebarang organisasi. Yang selama ini tidak pernah gagal mendeteksi teror-teror bom yang dilakukan oleh I.R.A(Irish Republican Army : tentara pemberontak Irlandia).
Dalam kegamangannya, Sawyer hanya bisa terdiam, tidak berkomentar apapun. Dia benar-benar seperti serigala yang kehilangan taringnya. Atau kucing gunung yang kehilangan ekornya. Diambilnya cerutu dalam saku jasnya. Dibakarnya ujung cerutu itu dan mulai menghisapnya, perlahan demi perlahan. seluruh agen dalam ruangan menanti keputusan sawyer, untuk mengambil langkah selanjutnya. Sudah setengah jam mereka menunggu, namun bos mereka itu tak juga angkat bicara.
*******************************************************************
Kriiinnnnng, kriiiiingg
bunyi seluler sawyer menyentak perhatiannya, dia hampir saja tertidur. di ambilnya ponsel itu di sudut meja. Matanya menerawang tajam ke arah layar ponsel, yang bertuliskan D.E.X.T.E.R . Dia-pun kaget setengah mati.
"What the hell is this ?", sampai tercekat hingga ia menelan ludahnya sendiri.
"Bagaimana dia bisa menghubungiku bukankah dia telah lama mati", batinnya menerka-nerka penuh kebingungan.
"Apa mungkin dia bisa hidup kembali. Jelas-jelas saat itu, kulihat tubuhnya dengan mata kepalaku sendiri di berondong oleh peluru dari tiga belas pucuk senjata teroris I.R.A. Tewas begitu mengenaskan. Dari Laboratorium DNA-pun menunjukkan hasil yang positif, bila itu memang mayatnya. Bagaimana mungkin dia bisa hidup kembali. Padahal akupun juga ikut menghadiri pemakamannya? bagaimana dia bisa keluar dari tanah yang telah lama memendamnya?,"
seribu pertanyaan menyerang otak Sawyer. Ia tenggelam dalam lamunan. Pikirannya-pun jauh masuk kedalam memori kenangan beberapa tahun silam.
Dia teringat kembali dengan sesosok agen rahasia Inggris, yang sudah 8 tahun mulai pudar dari ingatannya. Seorang Agen Rahasia yang melegenda dengan code name D.E.X.T.E.R , yang tidak lain adalah otak dari setiap penggagalan teror bom I.R.A. Ya, agen itu adalah rekan sejawatnya. Sawyer sempat merasa aneh, tidak lama setelah kematian dexter, I.R.A akhirnya memutuskan untuk melakukan rekonsiliasi perdamaian dengan pemerintah Inggris.
"Sir ! are you allright? ", tukas agen Slave mencoba menyadarkan Sawyer dari lamunannya. berbeda dengan agen Rowly, agen Slave memiliki keahlian khusus sebagai penjinak bom nomor satu di Inggris.
Alis mata Sawyer berkerut, ia menatap Slave dengan tajam. Dan kemudian menunjukan nama yang tertulis dalam layar ponselnya kepada agen Slave. Agen Slave-pun kaget bukan main tidak kepalang. Disusul agen Rowly, Bob, dan Roy. Mereka semua seperti bertemu hantu di siang bolong. keringat dingin membasahi tubuh mereka. Padahal ruangan itu dilengkapi dengan dua pendingin udara ber-suhu rendah tujuh belas derajat celcius.
"Sebaiknya anda mengangkatnya sir . Cuma ini kesempatan kita, memastikan apakah itu memang dia?", tegas Bob meyakinkan Sawyer. Sawyer sejenak mempertimbangkan usul Bob. Apalagi Bob, adalah agen dengan tingkat intelegensial yang tinggi. Bob bukan hanya seorang sniper professional, namun dia juga merupakan Hacker mata-mata inggris yang sempat membuat para hacker mata-mata Cina dan Rusia kalang kabut. Tepatnya dua tahun yang lalu Bob berhasil menggagalkan proyek Huawei , yang berniat melumpuhkan negara mereka dengan menguasai jaringan telekomunikasi inggris British Telecom , yang bisa mengacaukan segala infrastruktur publik seperti jaringan listrik, kebutuhan air, dan suplai makanan di London.
"Baiklah Bob, segera sadap ponselku, aku ingin tahu kepastian keberadaan posisinya." Perintah Sawyer kepada Agen Bob.
Tidak banyak bicara, Bob segera mengambil alat-alat penyadap yang biasa ia gunakan, dari tas punggung miliknya. Sebuah Laptop, beberapa kabel konektor interceptor dan sebuah gadget receiver-transmitter RFTL(Radio Frequency Triangulation Locator) . Seperangkat peralatan canggih namun sederhana nan praktis itu ia letakkan di atas meja Sawyer. Hanya dalam lima belas detik ia mempersiapkan semuanya.
"Silahkan sir . Semua sudah siap. Saya akan melacaknya, silahkan anda mengangkat teleponnya,"
"berapa waktu yang kau butuhkan?" tanya Sawyer, ketika hendak mengangkat teleponnya.
"dua menit sir ," jawab Bob. Ia merasa sangat yakin bila ia akan berhasil melacak keberadaan posisi penelepon misterius itu.
Sawyer segera mengangkat ponselnya. Dan mendengarkan suara sang penelpon dengan seksama tanpa sepatah kata, untuk memastikan apakah itu memang sahabatnya. Yang saat ini telah bangkit dari kuburnya.
"Hello andrei, akhirnya kau mengangkat teleponku". Sawyer benar-benar tercekat tidak salah lagi ini suara dexter. Hanya dexter yang memanggilnya dengan menyebut nama depannya. Sang penelpon-pun meneruskan perkataannya tanpa tanda titik ataupun koma.
"Kalian semua mendengarkanku saat ini kan. Asal kalian tahu aku memang belum mati. Nanti akan kujelaskan bila waktunya tiba. Langsung saja ke inti pembicaraan. Jelasnya saat ini banyak orang sedang kebingungan, bertanya-tanya siapa dibalik semua tragedi pem-boman ini. Rowly memang semua petunjuk mengarah kepada parlemen. Aku melihatnya di televisi, ditempatku kini berada. oh iya Roy , tentu dengan beberapa Avtomat Kalashnikova yang tergantung di dinding ruanganku. Dan juga kau Bob , sebaiknya kau waspada, bukan hanya kau yang menyadapku. Ada satu saluran lain yang telah menyadap kita saat ini, wireless spyware berbasis High traffic GPS yang lebih canggih dari punyamu. Tenang saja aku telah mengacaukan frekuensinya. jadi mereka tidak bisa mendengarkan suaraku yang asli, hanya kalian yang bisa mendengarkan suaraku yang asli. Karena kupikir memang sulit, untuk meyakinkan kalian, yang sudah delapan tahun menganggapku mati. intinya aku ingin makan coklat, dengan gunung fuji yang tampak indah di lembahnya . Jangan lupa menghapus suara asliku secepatnya bob, karena 15 menit setelah aku tutup telepon ini, mereka akan menelepon ke ponsel ini mengambil beberapa informasi suara. Kecanggihan teknologi mereka di atas rata-rata teknologi M-15. Bila kau mampu mendeteksi keberadaanku dalam waktu 2 menit, mereka mampu melakukannya hanya dengan 40 detik, oleh karena itu aku terpaksa menutup teleponnya. Walaupun sebenarnya aku merindukan kalian semua."
tuuuuuuuuutttt....
telepon itu mati, hanya dalam waktu tiga puluh satu detik seseorang misterius yang mengaku Dexter itu berbicara. Bob segera menghapuskan semua data rekaman seperti yang disarankan olehnya. Raut wajah di antara Sawyer dan keempat anak buahnya tampak bersemangat. Gejolak adrenalin mereka untuk memecahkan kasus ini-pun kembali terpompa. Mereka semua begitu yakin bila itu adalah dexter. Mantan Agen nomor satu di M-15 dengan sejuta bakat dan kecerdasan yang luar biasa.
"Apakah kalian mampu mencerna kata-kata sandi yang diucapkan oleh Dexter?", tanya Sawyer kepada ke-empat anak buahnya.
"Sir, yes Sir! "
"aku hanya ingin memastikan. Ada beberapa hal yang tidak ku mengerti, dia mengirimkan pesan-pesan yang berbeda sesuai dengan skill kita masing-masing", Agen Sawyer berdiri dari tempat duduknya. Dan berjalan mondar-mandir didalam ruangan. Asap cerutu masih mengepul dari mulutnya.
"Roy, apa kau sudah tahu apa yang dikatakan Dexter. Apa maksud dari kata-katanya? kau tahu sendiri kan, aku bukanlah pengamat perdagangan senjata. Dan hanya Dexter, yang selalu memohon bantuanmu, untuk mencarikan senjata yang dipesannya", tanya Sawyer. Yah itulah keahlian Roy, sebagai pakar senjata professional.
"sir yes sir! of course . Dia tidak menginginkan senjata. Dia hanya menunjukkan lokasi dimana letak keberadaannya saat ini. Avtomat kalashnikova buatan Rusia, sangat jarang dipakai oleh negara-negara maju seperti negara kita. Perdagangan ilegalnya hanya menyebar di negara dunia ketiga, dengan sistem proteksi pertahanan negaranya yang lemah. berdasarkan informasi terakhir yang saya dapat dari informan kita yang tersebar, produsen terakhir saat ini yang memproduksi tiruannya, hanyalah Cina sir ."
"Dia berada di Cina Roy?", tanya Sawyer memastikan
"Tidak sir , anda salah, kata-kata itu hanya diucapkan Dexter untuk mengelabui penyadap jaringan telekomunikasi kita", Sawyer kembali termenung. Tampaknya dia benar-benar lupa akan kebiasaan dan kejelian sahabatnya itu. Apabila Dexter, bukan saja seorang agen intelijen Rahasia, namun juga seorang negosiator ulung professional, yang menguasai 51 bahasa negara-negara di dunia. Bahkan pengetahuan antropologinya tentang ragam karakter kebudayaan manusia tidak bisa di remehkan.
"Hmm..., aku rasa dexter lebih menekankan arti simbolis dari nilai historis senjata itu. Yaitu simbol pemberontakan. Dan kata saat ini AK tergantung di dinding ruangannya . menunjukkan lokasi pemberontakan bersenjata, yang kini sedang terjadi di negara dunia ketiga. Amerika tengah. Tidak salah lagi dia kini berada di perbatasan antara Mexico-Kuba," pikir Sawyer yang sedari tadi masih menghisap cerutunya.
"Cayman Island", tukasnya kepada Roy.
"yes sir ! tepat sekali",
*********************************************************
kriiing,, kriiing,,,kringggg
Tiba-tiba suara ponsel Sawyer kembali berdering.
"Allright guys , kita lanjutkan pembicaraan ini nanti"
Benar apa yang telah dikatakan Dexter, kebahagiaan mereka sirna seketika oleh kebencian dan kemuakan akan adanya orang dalam parlemen yang berani-beraninya menyadap mereka. Dilihatnya layar monitor dalam ponselnya
"Sial, ini nomor telepon umum" , geram Sawyer sambil menunjukkan layar ponselnya kepada Bob.
"Apa sudah kau hapus seluruh rekaman suara Dexter"
"kurang 15 menit lagi sir ," tampak wajah Bob gugup. Dia memandang nomor telepon yang tertera di ponsel Sawyer.
"Rasanya aku pernah melihatnya," dia mencoba mengingat-ingat kembali nomor itu. "ya tidak salah lagi, itu adalah nomor telepon umum di Kensington High Street ", pikirnya.
"sir aku tahu dimana letak lokasi telepon umum itu sir . Kekasihku tadi pagi menelponku dari nomor itu, nomor telepon umum di Kensington High Street , jaraknya lima blok dari sini", tukas Bob kepada Sawyer. Tanpa basa basi Sawyer memberi perintah kepada tiga anak buahnya,
"Roy, Slave, Rowly. Segera menuju lokasi. Kalian awasi saja, jangan melakukan gerakan mencurigakan. Aku ingin gambar wajah dari sang penelpon seutuhnya".
"Sir, yes sir ", Adalah begitu mudah untuk agen intelijen seperti mereka berlari dengan kencang menuju lokasi dalam waktu sepuluh menit.
Jalanan menuju kensingston begitu padat, banyak orang berlalu lalang.
"Sial ada tujuh telepon umum di jalan ini. Slave kau kearah jalan di ujung barat, aku di tengah, Roy kau di ujung timur!", perintah Rowly menggantikan Sawyer. Dalam hal mencari jejak, Rowly selalu memimpin karena memang itu keahlian khususnya.
"Kita tidak membawa radio saat ini, semua alat telekomunikasi kita disadap. Jadi gunakan saja insting kalian. Aku selalu menggunakan itu dalam pencarian jejak. Aku rasa kalian mampu membangunkannya. Percayalah pada kemampuan kalian. Kita sedang terdesak. Bila kalian ingin melakukan penyelidikan lebih lanjut sendirian, silahkan. Kita sudah mati kutu saat ini. Hanya insting itulah satu-satunya harapan untuk berhasil membalik semua keadaan ini"
Mereka bertiga berpencar. Menghilang dalam kerumunan manusia yang sedang berjejal-jejalan di Kensington High Street .
(bersambung)
malez aku nerusinnya, udah ada novelnya, orang barat yang bikin.. sial =<
emmm gt ya
o kau penulis cerpen ya
Wah! Dexter!! your ID right?? hmm... keliatannya seru! lanjut