Wan dan Na (Kerinduan Buku)

Di masa kejayaan manusia bumi, buku adalah penjelmaan kecedasan, rahasia dan sejarah penaklukan. Tinta-tinta menari mengusung perlawanan yang diam-diam atau terang-terangan. Rangkaian huruf menyimpan lautan kunci-kunci dunia. Saat seseorang menuliskan kata-katanya dalam lembaran kertas, saat itu juga ia sedang berbicara untuk manusia hingga beratus-ratus juta tahun ke depan. Penaklukan yang tanpa batas waktu bahkan mampu berhadapan dengan wilayah kekuasaan raja-raja lalim.

Rating

58
points
Views: 560 reads
Comments: 23
Rating:
72.5

Favorites

You have to login to access this feature click here

Report this

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer cempaka18juli
cempaka18juli at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (10 weeks 1 day ago)
50

nice..
:)

Writer Ancient
Ancient at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 1 week ago)
50

ga jelas ah

Writer ndyw
ndyw at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)
70

maphkan ketidak mampuanku mencerna ceritanya :(
dah baca 1,5 kale tp tetep gag mudeng aq nya (yg ke 0.5 kale langsung nyerah heheheh)
maklum diriku kan IQ jongkok :P

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

mana ada digital master IQ jongkok :-)

ayh dibaca 1,5 kali...tengkiyuh sept

Writer panah hujan
panah hujan at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)
90

Waw. Kupikir ini cara penceritaan yang berbeda dari para penulis yang berusaha menggambarkan -bagaimana tokoh-tokoh dalam karyanya akan bereaksi jika bisa menemui dirinya (selaku penulis cerita) dan menyadari bahwa mereka hanya lakon yang bisa dikendalikan dan dimusnahkan- :D dan aku suka tema itu.

Memang unik. Wan, Na.. Broch, nama-namanya lucu-lucu :p
Ide ceritanya kurang dieksplor lagi kurasa. Tentang buku yang memancarkan kilat putih, tentang tokoh-tokoh hari ini yang tidak begitu ingat kemarin lusa ataupun besok lusa. Di poin itu, pembaca hanya disajikan idenya melalui dialog, kupikir akan memerlukan sedikit deskripsi.

Eniwei, sepertinya lagi-lagi, tema universal yang diangkat adalah tentang keyakinan pada-Nya :)

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

ha.ha mitchel...kamu membaca temanya bisa segitu dalem, dear.

emang sengaja tidak mendeskripsi bahkan tadinya mau nul deskripsi. Kalau dideskripsi, ide ini jadi bacaan yang berat, padahal maunya sekedar lewat sebagai hiburan dan bikin pembaca menukil satu demi satu informasi penting dari dialog yang ringan.

Maafkanlah penulis yang sok jago ini. si penulis merasa dengan semangat saja dan niat yang kuat tanpa pengeditan yang ketat dan proses baca ulang berkali-kali, pembaca bisa terpuaskan.

Rela nggak rela kudu nerima sepatu yang dilemparkan ke wajah sendiri :-))

tengkiyuh for sharing bacanya, honey.
hei! met ultah :-)

Writer panah hujan
panah hujan at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (30 weeks 15 hours ago)

Wah, ucapan met ultahnya baru kubaca. Makasih banyak, Sis! :)

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

gue dah ngesave crita lu Samael...
mau serius komentar atau garis besar saja?

jujurly, gue kalau komentar rada-rada sotoy. makanya rada membatasi diri kalu komentar di k.com

gue malah seneng kalu banyak kritikannya. lah gue perlu buat perbaikan skill gue, kok

tengkiyuh ya...

Writer Alfare
Alfare at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)
80

Kalau aku perhatikan cara penyampaian cerita ini, aku merasa bersalah karena telah membuatmu menyukai versi-versi awal KAKEA. Kurasa, kekurangan terbesar cerita ada di situ.

Di samping itu, mungkin ini juga pengaruh gaya penceritaannya, tapi aku kurang bisa merasakan naik-turunnya emosi dalam cerita. Aku kurang bisa menangkap makna yang ada di dalamnya.

Maaf ya.

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

haaa?

apa maksudnyaaaaaaaaaa?!? (menggunakan banyak a untuk ekspresi teriak, pada tekhnik penulisan disarankan untuk dihindari :p) ...kok versi2 awal KAKEA?
tulisanku ini, tema, situasi dan model penceritaannya (harusnya) jauh lebih ringan dari itu

heuheu...
Fare sebenarnya aku sedang belajar menuliskan sesuatu dengan ringan, tapi kerna skillku masih ancur-ancuran, jadi segini doang hasilnya...

Writer Alfare
Alfare at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

Wuahaha, kau benar! Aku jadi geer karena kayaknya kamu lagi mengalami sindrom yang sama dengan yang dulu kualami soal skill penceritaan.

Maksudku, bukannya jelek sih. Cuma (kayaknya kamu juga yang dulu ngomong deh) pembaca jadi mesti mengatur mindsetnya sendiri buat bisa menikmati cerita, dan itu kadang agak nyebelin bagi beberapa orang. Gimana ya? Mungkin awalnya kurang mulus?

Gimanapun, mungkin itu cuma aku aja. Bersiaplah, siapa tau kau yang betulan menang. Keep it up, sis!

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

Alfare wrote:

Maksudku, bukannya jelek sih. ...
Bersiaplah, siapa tau kau yang betulan menang.

note Alfare :
1. crita ini keknya emang gagal bercerita :-)
2. targetku bukan menang, tapi bagaimana tidak menelan ludah sendiri setelah menyatakan di kners dan di webnya Villam, pengen meramaikan sayembara.
3. terlalu nelen para juri kalau cerpen yg dibuat dengan semangat 6 jam ini bisa masup, apalagi para raja (pembaca) menyatakan ketidakpuasannya (ketidakpuasan adalah kata halus dari kemuakkan)

Alfare wrote:
Keep it up, sis!

i am

tengkiyuh!

Writer ubr
ubr at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)
90

mengedikkan? apa itu?
=-=-=-
Gimana ya? Cerita ini sangat-sangat menarik. Aku suka konsepnya, aku suka tokohnya, aku suka dunianya. Seperti fantasi karangan luar negeri (Nyleneh tapi believeable, ini nih kekuatan cerita Wan dan Na). Hanya saja penyampaiannya yang gak ngeh gitu. Ilusi fantasi kelas atas melemah ketika 'tukang ikan itu mengirimkan gambar ikan yang berbeda dst' -'. Menguat kembali mulai 'mereka telah tiba di pintu gerbang rumah Broch dst'. Melemah kembali setelah 'Seperti, "Ouch dst'. Menguat lagi setelah 'Jadi begitu, walau membuka hari dst'. Begitu seterusnya.
Apa mungkin karena tidak ada penjelasan-penjelasan yang seharusnya perlu ada, seperti misalnya:
"Dan ia membutuhkan kamera tersembunyi dalam otak anaknya," sambung Alle mengeluarkan chip dari kantong diatas bahunya."
Perlu adanya penjelasan tentang 'kamera dalam otak'. Seperti apa itu? cara kerjanya? apa yang dirasakan pemilik otak? buat apa chip itu?
Adakah? tidak. Cerita langsung saja lepas landas dan berlalu bersama angin.
Ya, saya memang pembaca berotak bebal yang butuh dikasih penjelasan supaya mengerti (dan dapat membayangkan) hal tersebut.
-
... Maafkan saya ya kalau ternyata komen di atas melanggar batas...

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

ada kata "mengedikkan" ya, yg kutulis? (heuheu lupa)
mengedik = gerakan spontan mengangkat sebelah bahu (ada sebagian menggunakannya untuk mengangkat dua bahu) sebagai ekspresi untuk mengatakan tidak tahu, menghindar atau tidak mau.
---------
ha.ha dari semua yang kau suka, malah sisi penceritaan yg fatal dan itu berarti daku emang blum lulus jadi penulis :-)

kukira pengiriman gambar itu bisa menjelaskan kata-kata Broch Wandu tentang bagaimana sebenarnya kekuatan "penyisir waktu"
seorang penyir waktu, bisa membuat orang lain melihat kembali kejadian yang pernah dilakukan sebelumnya.

dan soal chip dari bahu itu...njaaah, kesalahan yg kubuat, (kukira telah kuedit)
harusnya seperti ini :
”Dan ia membutuhkan kamera tersembunyi dalam otak anaknya,”sambung Alle.

Mereka telah tiba di pintu gerbang rumah Bronch Wandu. Dari lorong perpustakaan yang dingin dan panjang mereka disambut paparan matahari yang segar, angin sepoi-sepoi, ramainya kicauan burung dan tarian pepohonan yang hijau. Semuanya dirancang semirip mungkin aslinya. Begitu menurut promo yang diliat Alle di dinding-dinding iklan. Bagaimana mereka mengenal citra dan rasa aslinya adalah misteri bagi Alle. Namun bagi orang-orang yang memiliki kekayaan bertumpuk, memiliki itu semua, seperti sebuah status.

Ia mengeluarkan chip dari kantong di atas bahunya. "Pintu"
----------------------------
satu hal yang aku perlu benar-benar sadar...tidak ada hasil yang dicapai maksimal jika mengerjakan cerpen 3000 kata dalam waktu kurang dari 6 jam. he.he
---------------------------
eh tengkiyuh banget komentarnya... :-)

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 2 weeks ago)

Samael, tengkiyuh for stoppingby
sekali lagi, bukan kamunya yg dodol, penulisnya yang dodol heuheu
paragraf pertama ya?
he.he iya itu tadinya hampir ku apus kerna kebanting dengan suasana "ringan" yang pengen kubangun tapi tidak menemukan penggantinya, jadi teteup dipake.

yuk...bareng :-)

Writer thasayua
thasayua at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)

awalnya aku gak ngerti .
tapi pas d ending baru ngerti . jadi mreka cuma objek tulisan gitu ?
^asal nebak^

hahaha

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)

mengangguk dengan mata berbinar-binar *ah akhirnya...*

heuheu...terima kasih jeng, dah mampir baca

Writer fairynee
fairynee at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)
80

imajinasimu liar banget.
tapi jujur aku tidak bisa menangkap maksud ceritamu.

aku tertarik dengan cerita ini, makanya begitu end aku sedikit kecewa. aku belum menangkap apa yang ingin kamu utarakan. atau mungkin terlalu rumit yach untuk dicerna pembaca sepertis aku ini (mbil garuk-garuk kepala)

keep writting....

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)

saking liarnya, tidak bisa dimengerti pembaca? oh bukan...itu kerna cara aku menulis masih kudu diasah lagi :-)

terima kasih sudah membacanya, dear...

Writer just_hammam
just_hammam at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)
70

fiuh...maaf el ga sanggup bacanya... cuma sampe tengah dan tidak mengerti. :(

Writer elbintang
elbintang at Wan dan Na (Kerinduan Buku) (1 year 3 weeks ago)

ha.ha. terima kasih dah berusaha membacanya Hammam...
kemampuan menulisku baru segini, emang. *beda kalu lagi ngomentari tulisan orang lain*

cheers!
pemandu sorak fantasi dalam negeri