kemarin sebuah buku kau sorongkan padaku
"Bacalah!", katamu.
dasar tak sopan, kau bicara tanpa menatapku
punggungmu yang kau beri cuma-cuma di wajahku
entah lalu aku enggan, dan kau tetap memborgolku
dengan kata mohon sekian kali
"Bacalah! Bacalah, atas nama luka di punggungku!" serumu.
ragu ku gapai buku mu, ada penanda daun di situ
aku abai. tetap aku baca beberapa baris
"Bacalah atas nama luka di punggungku, yang tergurat di daun itu!"
daun itu kau petik dari sulur mawar mengering, tergurat
"punggungku penuh luka
sembuhkan dengan muka bahagia
: mu"
Rating
Comments: 5
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
Entah mengapa aku suka sekali ini. Bacalah!
mantaplah,....
keren ah mbak
keren nih...