Aku menopang dagu di bibir jendela, memandang jauh-jauh ke depan sana walau mataku tak tentu dalam menangkap fokus sesuatu. Aku hanya ingin melihat, melihat kemampuan titik jauh mata yang kumiliki. Namun ternyata, indra penglihatanku ini tak mencapai 1 kilometer -mungkin, dibanding dengan teori yang mengatakan kalau titik jauh mata berjarak tak terhingga- . Kesimpulan itu kukemukakan tatkala diluar dari jarak terkaanku tadi. Pandanganku terlihat kabur.
mirza,
adegan pertama ceritamu harus lebih tajam dan menyajikan sesuatu yg benar2 unik sehingga bisa membuat pembaca lebih tertarik pada ceritamu. saya rasa kamu memulai cerita terlalu awal. kamu bercerita ttg hal A dan B yg terlalu biasa, padahal sebenarnya bisa langsung mulai dari hal C dan D yang sebenarnya lebih penting (heheh... sori kalo saya pake perumpamaan ini. tapi saya harap kamu bisa mengerti maksudnya).
.
saran saya, lebih baik kamu benar2 sisihkan dulu cerita latar yg diucapkan oleh kakek dan nenek itu, dan fokuslah pada adegan 'aku' yang atas alasan yg benar2 kuat (atau sebaliknya, dia sedang bermain dg temannya atau sendirian, tunjukkan sedikit pada pembaca ciri khas atau hobi atau kebiasaan yg dimiliki oleh karakter ini, lalu tanpa sengaja) kemudian melakukan proses pencarian di rumahnya. buat pembaca segera tertarik pada hal yg benar2 penting.
.
cerita latar ttg masa lalunya akan jauh lebih baik dan bisa dicerna pembaca jika dimasukkan belakangan, dan secara bertahap atau sedikit demi sedikit. tidak harus dibuka semuanya di awal kok. menjelaskan semuanya di depan justru beresiko membuat pembaca bingung dan mungkin malah menskipnya. sebagai pembuka cerita, fokuslah pada kejadian masa sekarang, jangan pada cerita masa lalu. beri kesan pada pembaca bahwa cerita masa sekarang adalah yang paling penting. hal2 ttg masa lalu, bukannya tidak penting sih. itu penting juga, tapi kupaslah pelan-pelan. :-)
.
segitu dulu ya catatan dari saya.
good work,mirza. :-)
Hi Mirza , salam kenal yah, berhubung komen pake hp saya akan komen di cerita pertama dan terakhir aja :) ,Komentar saya, alur nya mengalir dan enak dibaca , deskripsinya detil, walau rasanya bagian catatan harian papanya pergi ke dunia lain, mirip film jumanji -perasaan aja kali ya :P , Terus ada satu koreksi ketika kamu bilang suhu dingin tanah terasa sampai lapisan epidermis kulit, untuk dicatat kulit terbagi atas dua bagian epidermis dan endodermis, nahh saraf-saraf yang bertugas mengirimkan pesan ke otak tentang rangsangan dari luar terletak di bagian endodermis, jadi epidermis nggak bisa merasakan suhu. Itu dulu dari saya ~ salam
Weww.. aku baru baca yg ini skrg.. Knp dulu terlewat olehku ya ? Wakakak..
ngobrol2 , aku suka cara bercerita nya.. Bikin penasaraan..
hmm.. dikid doank..
aku semakin merapatkan k2 telingaku , penasaran..
Gimana caranya merapatkan k2 telinga ke pintu ? Wkwkk..
Trus kaya nya untuk kategori menguping , deskripsi gerakan2 kakek nenek itu terlalu jelas..
Keseluruhannya , TOP ! Next~
Dan itu berlaku utk semua cerita. T_T. Oh ya, di atas ada kata "1 kilometer", coba penulisan yg kurang dari tiga angka diganti huruf. Itu saja. Panggil SaTer (SAng TERpilih) lebih enak mungkin.
mirza,
adegan pertama ceritamu harus lebih tajam dan menyajikan sesuatu yg benar2 unik sehingga bisa membuat pembaca lebih tertarik pada ceritamu. saya rasa kamu memulai cerita terlalu awal. kamu bercerita ttg hal A dan B yg terlalu biasa, padahal sebenarnya bisa langsung mulai dari hal C dan D yang sebenarnya lebih penting (heheh... sori kalo saya pake perumpamaan ini. tapi saya harap kamu bisa mengerti maksudnya).
.
saran saya, lebih baik kamu benar2 sisihkan dulu cerita latar yg diucapkan oleh kakek dan nenek itu, dan fokuslah pada adegan 'aku' yang atas alasan yg benar2 kuat (atau sebaliknya, dia sedang bermain dg temannya atau sendirian, tunjukkan sedikit pada pembaca ciri khas atau hobi atau kebiasaan yg dimiliki oleh karakter ini, lalu tanpa sengaja) kemudian melakukan proses pencarian di rumahnya. buat pembaca segera tertarik pada hal yg benar2 penting.
.
cerita latar ttg masa lalunya akan jauh lebih baik dan bisa dicerna pembaca jika dimasukkan belakangan, dan secara bertahap atau sedikit demi sedikit. tidak harus dibuka semuanya di awal kok. menjelaskan semuanya di depan justru beresiko membuat pembaca bingung dan mungkin malah menskipnya. sebagai pembuka cerita, fokuslah pada kejadian masa sekarang, jangan pada cerita masa lalu. beri kesan pada pembaca bahwa cerita masa sekarang adalah yang paling penting. hal2 ttg masa lalu, bukannya tidak penting sih. itu penting juga, tapi kupaslah pelan-pelan. :-)
.
segitu dulu ya catatan dari saya.
good work,mirza. :-)
*hug kak villam*
Setelah Mirza baca lagi. Mirza bahkan sanggup menjadi kritikus di cerita sendiri :D
Mirza bakal berusaha buat jadi lebiy baik, kak
Hi Mirza , salam kenal yah, berhubung komen pake hp saya akan komen di cerita pertama dan terakhir aja :) ,Komentar saya, alur nya mengalir dan enak dibaca , deskripsinya detil, walau rasanya bagian catatan harian papanya pergi ke dunia lain, mirip film jumanji -perasaan aja kali ya :P , Terus ada satu koreksi ketika kamu bilang suhu dingin tanah terasa sampai lapisan epidermis kulit, untuk dicatat kulit terbagi atas dua bagian epidermis dan endodermis, nahh saraf-saraf yang bertugas mengirimkan pesan ke otak tentang rangsangan dari luar terletak di bagian endodermis, jadi epidermis nggak bisa merasakan suhu. Itu dulu dari saya ~ salam
Iya kak Maximus, Mirza ngedit draft kompienya lagiy T_T
Weww.. aku baru baca yg ini skrg.. Knp dulu terlewat olehku ya ? Wakakak..
ngobrol2 , aku suka cara bercerita nya.. Bikin penasaraan..
hmm.. dikid doank..
aku semakin merapatkan k2 telingaku , penasaran..
Gimana caranya merapatkan k2 telinga ke pintu ? Wkwkk..
Trus kaya nya untuk kategori menguping , deskripsi gerakan2 kakek nenek itu terlalu jelas..
Keseluruhannya , TOP ! Next~
Hehehehe... Sama dengan mendengar pembicaraan dibalik dinding dengan bermodalkan gelas XD
Aku belum baca. Entah kenapa ponsel ku hari ini gak bisa buka "Read more".
Hehehe, setidaknya... makasih dah baca sepenggal paragraf utamanya kak sang terpilih >.<
Dan itu berlaku utk semua cerita. T_T. Oh ya, di atas ada kata "1 kilometer", coba penulisan yg kurang dari tiga angka diganti huruf. Itu saja. Panggil SaTer (SAng TERpilih) lebih enak mungkin.
Salam kenal kak sater, XD
Mohon bimbingannya yaaaa ^o^
ide ceritanya keren dan imajinatif :D
ditunggu lanjutannya ya :)
Makasih, Dewi kecantikan yang membius >.<
membius? ahahahaha ^^v
Iya kan, aphrodite adalah dewi kecantikan yang membius. Bahkan konon, kecantikannya itu dapat memicu Perang Troya... :)
*mitologi Yunani mode : on*
ooh, itu aphrodite yg zaman dulu.
kalo aphrodite yg sekarang udah menjelma jadi programmer jadi ga ngurusi cinta2an lagi, hehehehe :p
*komen nguawur*
Yaiy! Go Poseidon! (lho?)
Ceritanya mantab dan deskriptif...
Jangan lupa mampir ke tempatku yah...
hi..belum baca semuanya tapi masalah tabnda baca...
setelah tanda petik, ga usah spasi ya... :)
emang bisa yang kyk gini ya??
:)
:) juga... hehehehe
lama tak berjumpa
whew .. seperti nya mantab nih, ceritanya .. lanjutannya sudah ada, sis ?
ehhehehe... trimakasih.. Icchan-san!!
lanjutannya sudah saya buat. Tapi, saya ingin melihat respon pembaca dulu :)
ehhehehe... trimakasih.. Icchan-san!!
lanjutannya sudah saya buat. Tapi, saya ingin melihat respon pembaca dulu :)
tanda ( " ) sebelum dialog gak perlu isi space deh kayaknya
oohoho... itu kupelajari waktu les bhs indonesia. hehehe
emang gk bsa ya?
Aku dapet info itu dari majalah story
ng... Baiklah, untuk itu akan Mirza perbaiki lagi :D