Detak Terakhir (Bagian 2)

“Sisa hidup Sira...?” Aku tersengat. Serta-merta tubuhku membeku. “Tinggal besok...?” Entah bagaimana, aku melejit menjauhi daun pintu.

Apa yang mereka bicarakan? Jantung Sira hanya bertahan hingga besok? Itu semua pasti bohong! Sira sendiri yang berbicara padaku. Baterai jantungnya bisa diisi ulang.

Lalu..., mengapa Dokter Gita...?

Continue from this post: 
142
points
(1241 words) posted by dirgita 24 weeks 6 days ago
83.5294

Rating

52
points
Views: 229 reads
Comments: 8
Rating:
74.2857

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Writer herjuno
herjuno at Untuk alur masih tetap (7 weeks 6 days yang lalu)
70

Untuk alur masih tetap terjaga suasananya... (sedih-sedih gimana gitu) Betewe, siapa Ivana? Kok munculnya ma'bedunduk (tiba2). Terus hubungannya sama aku dan Sira apa? Terus kalau dia adik Stela memang kenapa? Di sini, kayaknya peran karakter Ivana jadi terputus, deh. Oke, makasih.

Writer panah hujan
panah hujan at Uhuhuhu. X_X Aku jadi malu (13 weeks 5 days yang lalu)
90

Uhuhuhu. X_X
Aku jadi malu sendiri. Jadi itu bukan analogi tentang batere? Hahahaha. Siaaaaal. Mestinya, setelah beberapa lama kenal dirimu, aku tahu kalau ide ceritamu engga akan biasa-biasa aja. Dan kalau kamu naruh pistol di awal cerita, di akhir cerita pistol itu ngga cuma akan jadi pajangan saja.
Benar kata yang lain. Ide plotnya cerdas :)
Saling berkait gitu, ya? Hendrik, Dokter Arya, istri Dokter Arya, Sira sebagai cucu, Gita sebagai bibi. Uh. Banyak sekali karakter yang kau gunakan dan semuanya 'kuat' juga memiliki jalinannya. Aku suka.
Aku hanya mikir, yang salah dari cerita ini mungkin hanya karena kurangnya penjelasan mengenai 'jantung buatan' itu, ya? Tapi kayaknya kita sebagai penulis emang engga usah terlalu berlebihan untuk memiliki niat membuat teori di luar bidang keilmuan kita. (Jeuh, ngoceh apa aku ini!)

Writer ikan biroe
ikan biroe at Re: Detak Terakhir (Bagian 2) (21 weeks 2 days yang lalu)
90

wah..seru nih....
samperin cerita saya juga ya..

Writer Yugata
Yugata at Re: Detak Terakhir (Bagian 2) (21 weeks 4 days yang lalu)
90

Hmm..
Maaf, tak ada yang bisa ku koreksi..
Ini BAGUS banget!!!
Tapi kalo memaksa untuk minta dikoreksi, cuma ini aja dech ;
[Aku tentu saja menggeleng. “Tidak. Stela dan teman-temannya terlalu banyak makan cabe. Kita bersama-sasma saja ke sekolah besok. Hari ini, aku akan menemanimu menghabiskan waktu.”] ---> koreksi satu huruf 's' pada kata 'bersama-sasma'.

(*hehehe)

Writer dirgita
dirgita at Re: Detak Terakhir (Bagian 2) (21 weeks 2 days yang lalu)

Terima kasih.
Sekarang, sudah diperbaiki^^

Writer Penguin
Penguin at Re: Detak Terakhir (Bagian 2) (21 weeks 6 days yang lalu)
100

saya tunggu lanjutannya... baru kasih komentar yang berbobot (itupun kalau masih ada yang bisa dikomentari)

Writer Chie_chan
Chie_chan at Re: Detak Terakhir (Bagian 2) (22 weeks 6 hours yang lalu)
80

ide plotnya cerdas
:)
keren ah pokoknya