Sungguh aku bukanlah pujangga jemawa
Bertahta tetutur
Berselempang sutra sastrawi
Demi sanjungan tuan pemikat puan
Semesta gubahanku sekedar lukisan hati
Palagan isak, berang, bahagia
Lara nan pedar berjalin girang ceria
Menjelmakan tinta selaksa warna dunia
Sungguh bilamana kata telah terjalin
Itu hanyalah aku
Tak coba menyabur durja durjana
Sebab paras jiwa belaka terpentas padamu
Jika saja cita tiada mengena
Tak mengapa hina dan cela
Sebab itulah adanya aku
Namun
Tatkala elok pesonanya
Lalu manis ranum bermakna
Jangan jengah kau petik nikmatilah ia
Karena itu memang untukmu, wahai temanku
Ponianak, 23 Oktober 2009
Rating
Comments: 2
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
mantep jez
meski takjumawa
akan bisa juara, sip.