Juli, Pada Langit Kelabu

Harus kuhentikan gerimis yang berguguran itu
Pada sebuah waktu
atau kebisuan arti, pun hingga kini
masih terukir di batang pohon walau telah
kutenggelamkan dalam-dalam
Bersama mata emasmu dan hujan yang kau kirim

Amat manis waktu yang kau sisihkan,
duhai Juli.
Hingga berlembar-lembar sunyi hangus terbakar
angin. Meski bahasamu deras mengalir
dalam sejuta bungkam yang tak diam,
Tapi di pusat jantungku kau berdenyut
tanpa sedikitpun kata

Jadi biarkan hujan menabur
benih ceritanya sendiri. Aku tak mau jadi hanyut
Karena mencarimu di antara awan belukar
Saat jarak hanya berkata mata,
Tiada yang mengerti apa itu kelabu.

Bogor, 15 November 2009

Rating

45
points
Views: 95 reads
Comments: 5
Rating:
75

Favorites

You have to login to access this feature click here

Flag

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer Yugata
Yugata at kelabu yang manis. (10 weeks 3 days yang lalu)
90

kelabu yang manis.

Writer man Atek
man Atek at berlembar-lembar sunyi hangus (10 weeks 4 days yang lalu)
100

berlembar-lembar sunyi hangus terbakar
metafora yang aduhai, manteb nech !

Writer jayhawkerz
jayhawkerz at Wuih.. indah dah.. :D Sip (11 weeks 3 days yang lalu)
90

Wuih.. indah dah.. :D Sip dek!

Writer kukirasiapa
kukirasiapa at kelabu...sedih yg (12 weeks 6 hours yang lalu)
70

kelabu...sedih yg menggelayuti langit hati dan menitikkan hujan di pelupuk mata dan membasuh wajah rona kelabu..:)

keep writing

Writer adha
adha at kawakan dalam menulis, (12 weeks 14 hours yang lalu)
100

kawakan dalam menulis, kembali mampir lewat