ceritera nyata tembikar pongah

Nelayan legam pernah berkata,
Bahkan rawi garang urung bangga
Tertunduk bersahaja

Di bawah pekat malam pun, wanita lacur itu tersipu
Bersemuka dengan rembulan dan bumantara
Mereka tak suah menepuk dada

Maka,
Wahai engkau yang melatai bumi
Tak pantas seonggok tembikar meranggi nyawa pada Raja
Berlari pergi dari cahaya datang benerang
Lalu menari gila mengetanahkan, seakan lebih tinggi dari bintang

Dengarlah makhluk durjana
Jemawa adalah selendang Raja
Dan kemuliaan jadi pakaian-Nya

Jikalau tanganmu berani merenggut lepas
Persenggamaan bara, nyala serta siksa,
Jadi akhir ceritera nyata tembikar pongah
Baka dalam kenestapaan

Pontianak, 29 Desember 2009

Rating

25
points
Views: 95 reads
Comments: 3
Rating:
62.5

Favorites

You have to login to access this feature click here

Report this

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer silencer
silencer at ceritera nyata tembikar pongah (35 weeks 2 days ago)
70

kayak bukan puisi..

Writer Yugata
Yugata at ceritera nyata tembikar pongah (35 weeks 2 days ago)
90

Waow.. Keren!

Writer shafira
shafira at ceritera nyata tembikar pongah (35 weeks 2 days ago)
90

aku suka pemilihan kata-kata dan rasa yang kuat di puisimu..