Teruntuk setangkai mawar, yang tengah tumbuh pada salah satu sudut hatiku.
"Aku tengah jatuh cinta.
Aku tersenyum saat mengingat hal itu. Ya, aku tengah jatuh cinta, pada setangkai mawar yang kini tengah tumbuh pada salah satu sudut hatiku.
Setangkai mawar, yang durinya menggores jiwaku, tapi tak kurasakan pedihnya.
Setangkai mawar, yang tengah bergoyang dalam pelukan angin, dan akulah angin itu.
Setangkai mawar, yang harumnya semerbak, membawa lebah-lebah untuk mendekat, dan akulah lebah itu.
Setangkai mawar, yang terasa-rasa haram mata untuk berpaling darinya. Karena saat mata tak lagi menatapnya, maka akan tumbuhlah kerinduan di hati.
Setangkai mawar, yang bunganya mengundang tangan-tangan terulur untuk memetiknya, tapi tak kulakukan itu.
Karena aku tahu, bagaimana mungkin akan kupetik setangkai mawar yang tengah tumbuh pada salah satu sudut hatiku. Bila saja aku memetiknya, maka jiwaku akan terluka, hatiku merana.
Aku tengah jatuh cinta, pada setangkai mawar yang tengah tumbuh pada salah satu sudut hatiku.
Tag:











