putri nyale...

"byur...." suara ombak lembut terjatuh di pesisir pantai An. angin bertiup lembut menyapu daun-daun kelapa yang berdiri tegak berjejer rapi...bulan sabit menggantung di langit yang gelap. bintang seakan enngan untuk ikut bermain menghamburkan diri di langit yang luas tanpa batas.
Pantai yang biasanya tenang ini berubah riuh. malam ini ribuan manusia, laki-laki, perempuan. Tua atau pun muda. Menyatu jadi satu. membaur, ribut bergemuruh. Panggung di dirikan sebagai hiburan menambah semarak malam ini. Makin larut bukannya sepi tapi keadaan tambah rame... Aku terdiam memandang kerumunan manusia yang telah memadati pantai An yang indah ini. Semua berkumpul di sini untuk mengingat dan mengenang Legenda Putri Nyale (Mandalika) yang tersohor itu. Konon katanya di simi tragedo itu terjadi.
Di jaman entah berantah, di sebuah kerajaan yang paling besar di Pulau Lombok. Hiduplah seorang raja yang sangat baik peringainya, suka membantu rakyatnya, baik hati dan tidak sombong, dam hidupnya pun bersahaja dan sederhana. Raja tersebit sudah lama hidup sendiri, Istri tercinta telah meninggalkannya untuk selamanya ketika dia melahokan seorang bayi mungil yang berseri wajahnya. Konon ceritanya ketika bayi itu lahir Bulan purnama penuh sempurna selama satu bulan. Bayi mungil itu hidup di bawah asuhan neneknya, siapapun yang dekat dengannya akan merasa senang, masa anak-anak gadis itu begitu ceria, cantik dan pintar. Sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna hingga sang Raja terhapus kesedihannya meskipun sang istri telah pergi tuk selamanya. Beranjak dewasa makin terlihat jelas pesona sang Putri. Matanya penuh ketenangan, paras ayu, dan kulitnya putih bak sutra. Rambutnya hitam berkilau bak air terjun di siang hari. Pesona sang Putri, kecantikannya yang luar biasa itu begitu cepat tersebar di pelosok negeri, bahkan dari beberapa kerajaan besar yang ada di nusantara mulai penasaran ingin membuktikan kenbenaran berita tersebut.
Aduh tiba-tiba kepaku pusing... badanku lemes, penyakitku kambuh lagi. aduh terasa berputar-putar. jika melihat keramaian seperti ini. entah penyakit apa namanya. Aku pun bergegas pergi menjauh dari keramaian sebelum aku sesuatu yang lebih buruk terjadi. Aku menaiki bukit. merebahkan badan sejenak saja memejamkan mata.
"Brow... ayo kita ke bawah" kata-kata itu meluncur dari sosok kecil yang duduk di sampingku.
"kau aja deh ke sana" balasku seraya membuka mata,lemas tak bergairah. Dan tanpa basa basi Aril pergi meninggalkanku sendiri. tubuhnya yang kecil menuruni bukit yang berbatu, gesit, meluk di antara keramaian kemudian hilang. Entah mau kemana dia...
Aku masih terpaku sendiri menatap lautan luas seakan tak bertepi.
"Andai saja aku masih punya kesempatan kedua..." hapeku berbunyi suara band Tangga. di layar tertulis Lastri memanggil.Ah mau ngapain lagi dia,,, kuabaikan saja. bunyi itu berdering lagi beerapa kali hingga akhirya bisu.
sosok bayangan tiba-tiba mendatangiku,,, mendekat ke arahku. dengan balutan busana berwarna hijau, rambutnya yang panjang teruarai di tiup angin.. oh dia tersenyum. manis sekali... tubuhku seakan kaku, sosok itu sudah berdir tepat di depanku, kembali dia tersenyum, oh darahku terasa beku, jantungku tak mau berdetak, matanya lembut menusuk jantungku, oh indahnya wanita ini, tiada kata terucap... perlahan dia meraih tanganku. dan dalam sekejap aku sudah berada di temapt lain. aku terbang di atas awan,,, oh wanita cantik itu di sampingku, semerbak wangi-wangi memenuhi penciumanku...
aku masih terpaku diam seribu bahasa....

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer d.a.y.e.u.h.
d.a.y.e.u.h. at putri nyale... (4 years 8 weeks ago)

aduh, coba dipanjangin lagi...

Writer new_ez
new_ez at putri nyale... (4 years 7 weeks ago)

oke... sory pikiran ge suntuk. heee thanks ya