Satriaku

Iring-iring malaikat berjubah cahaya
Menghantar cinta ke pembaringan terakhirnya
Disanding lara yang menuai duka
Dari jiwa-jiwa tertinggal di sekitarnya

Lirih aku menampik rasa
Tak ada sedikit pun perih, aku kata
Namun mata ini punya suara
Jauh di dalam ia hancur, katanya

Ku bangun benteng batu berliku
Agar bintang pun takkan tahu
Bahwa sakit itu tak juga menyemu
Malah semakin dalam ia menelanku

Tapi di depanmu hatiku tak membatu
Kamu luluhkan potongannya yang membeku
Satriaku penakluk malam yang setia menunggu
Sampai air di pelupuk mata kering bersama ragu

Rating

42
points
Views: 153 reads
Comments: 5
Rating:
70

Favorites

You have to login to access this feature click here

Report this

You have to login to access this feature click here

Read next posts

Be the first person to continue this post
Writer putra_pena
putra_pena at Satriaku (19 weeks 18 hours ago)
90

Kania..... bravo gw suka banget nih puisi..... ciri khas lo 4 kalimat tiap bait, makan tambah maknyoos aja...!!!

Writer jayhawkerz
jayhawkerz at Satriaku (26 weeks 1 day ago)
80

wah, mbak udah lama ngga muncul, muncul juga.. mampir juga ya mbak.. ^^

Writer rinitrihadiyati
rinitrihadiyati at Satriaku (26 weeks 1 day ago)
70

Penataan kata menjadi sebuah kalimat sdh cukup indah.. hanya kurang kejutan.. Terus menulis.. Mampir jg di lapakku..

Writer nusantara
nusantara at Satriaku (26 weeks 1 day ago)
80

hai, salam kenal..
aku ga terlalu tau soal puisi ya, tapi untuk pilihan kata pengganti pihak kedua biasanya menggunakan kata kau. tapi ga tau juga siy.hee....

Writer darkskie_thedestiny
darkskie_thedestiny at Satriaku (26 weeks 1 day ago)
100

wah wah wah....pasti ntuh satria-nya gak pake gitar yah....
he he he....