Ingkaran

Tahu logika matematika kan? Kita berdua sama-sama mempelajarinya; salah satu bahan yang kata si guru akan keluar pada Ujian Nasional nanti. Tapi entahlah, mungkin kau tidak berminat. Matematika bukan pelajaran terbaikmu, seperti aku juga. Oh iya, omong-omong soal itu, apakah kau juga menyimpan fakta itu dalam sakumu, bahwa kita mendapatkan nilai yang sama jeleknya di try out matematika kemarin?

Ah, kurasa tidak. Beberapa minggu yang lalu—bukan minggu-minggu terbaik dalam hidupku, kurasa aku hanya sedikit lebih memperhatikanmu daripada sebelum-sebelumnya. Tentang betapa obrolan mengalir deras ketika aku berbincang denganmu, tentang betapa kau selalu berusaha membuatku tertawa gara-gara leluconmu yang—sebenarnya, kasar juga tidak lucu-lucu amat, tentang betapa kita mempunyai orientasi minat yang kurang lebih sama, juga tentang betapa kita sudah berteman selama bertahun-tahun namun tak pernah benar-benar mengenal satu sama lain.

Aku begitu gundah waktu itu. Begitu banyak masalah; siapa ingin berteman dengan siapa, blablabla tak ingin berteman lagi dengan blablabla, si anu merasa si anu menusuknya dari belakang, dan sebagainya. Mereka bilang itu tanda-tanda kita mulai dewasa, tapi tidakkah seseorang sadar, bahwa kita lebih terlihat seperti kembali ke jaman SD dulu? Waktu orang-orang bermusuhan gara-gara hal sepele, saling meniup jari kelingking, dan menghindar satu sama lain layaknya kutub magnet sejenis? Masalah hormonal, makanan sehari-hari remaja. Dan itu pula yang membuatku melihatmu dari sudut pandang berbeda, kurasa. Aku jadi ingin tahu.

Apakah jarak sejauh tiga tahun itu pernah kau isi dengan menjadikanku sebagai obyek status-statusmu di facebook, yang acapkali bicara tentang cinta? Atau pernahkah kau teringat akan tingkahku yang mana saja, kemudian membuatmu tertawa sendiri ketika sedang duduk di toilet? Lebih dari sekali, kau mengajakku beradu telapak tangan, mentertawai ukuran tanganku yang lebih kecil seruas dibandingkan tanganmu yang besar namun kurus. Apakah kau senang melakukannya, sama sepertiku, atau kau hanya diam-diam mengukur pertumbuhanku dari tahun ke tahun? Apa yang ada di dalam kepalamu waktu kau bilang aku terlalu sibuk ‘bermesraan’ dengan sahabat-sahabat baruku, dan sambil lalu memintaku lebih sering menoleh ke belakang sana, tempat dudukmu? Dari mana kau selalu memanggil namaku untuk menunjukkan hal-hal yang menurutmu lucu supaya bisa kita tertawai bersama?

Aku tenggelam dalam tanya, bergelut, terhanyut, kemudian bergerak ke arah satu kesimpulan:

Rupanya selama ini aku mengharapkanmu. Sedikit. Sedikit saja. Kau selalu di pojok sana, untuk disapa dan diajak bicara. Untuk ditanyai, diajak berdiskusi. Untuk diajak bercanda, untuk menjadikanku bahan ejekkan. Untuk diandalkan, kadang-kadang. Untuk diperhatikan, jika aku menyadarinya sedikit lebih awal. Beberapa bulan yang lalu, aku tidak melihatmu karena ada Si Bintang Terang di sana. Tahun lalu, aku tidak melihatmu karena sibuk bercanda dengan teman-temanku. Dua tahun lalu, aku bahkan tidak tahu kau ada di sana karena ada begitu banyak hal dalam kepalaku.

Ada banyak hal, tapi baru sekarang aku menyadari bahwa mungkin saja, aku suka padamu.

Sekarang, bagaimana aku harus memandang semua itu? Kutelan bulat-bulat si buah simalakama. Salah melangkah, maju salah mundur juga salah. Kini memandang wajahmu lebih dari tiga detik saja aku tidak sanggup. Kalau kau memang pernah menyukaiku, maka salahkulah kalau sekarang kau tak lagi berharap padaku. Dan kalau selama ini kau hanya mencoba bersahabat denganku—hal yang selalu kulewatkan dalam jangka waktu tiga tahun terakhir—maka salahku juga karena saat ini, detik ini, segenap jiwa ragaku, setiap serat dalam tubuhku, berjuta sel pembentuk otakku, sudah mengakui bahwa aku suka padamu.

Kita tak bisa seperti dulu. Atau tepatnya aku tidak bisa kembali seperti dulu. Seperti dulu, mentertawakan lelucon-lelucon garing, berdiskusi soal mata pelajaran yang sama-sama menjadi favorit kita itu. Kau tidak lagi mengambil barang-barangku dan meletakkannya di bagian puncak papan tulis yang tak bisa kugapai, seperti dua tahun lalu waktu kita kelas satu. Aku tidak lagi bertandang ke mejamu sekedar untuk mengobrol, dan kau tidak lagi menyapaku pada pagi hari saat kita jadi dua orang pertama yang tiba di kelas. Posisiku sudah digantikan, entah oleh gadis mana saja yang sering mengajakmu mengobrol pada sela-sela pergantian pelajaran, atau entah siapa yang kau antar pulang itu dengan motormu.

Entah kita saling mengingkar, atau sesungguhnya kita berdua hanya menyerah atas maksud kedekatan yang tidak lagi sinkron?
____
Premis 1: Aku mencuri pandang ke arahmu.
Premis 2: Kupikir aku menangkap basah tatapanmu pada punggungku.
Premis 3: Kita saling beradu pandang atau kau sedang memandangi kursi kosong di depanku.
Premis 4: Jika aku melakukan hal-hal konyol di kelas, maka kau menatapku tajam sambil geleng-geleng kepala.
____
Premis 5: Suatu hari, semua orang di dunia kecuali aku tahu kau punya gebetan di kelas bawah. Pada hari valentine, kau memberinya hadiah. Kemarin anak itu berulang tahun, dan entah kenapa hari ini kau senang sekali.
Kesimpulan:
Kebenaran mengingkar.

Pada akhirnya, hal-hal semacam ini tak bisa dirumuskan. Bahkan oleh logika matematika. Apalagi kau dan aku.
____

Read previous post:  
174
points
(143 words) posted by Chie_chan 4 years 38 weeks ago
82.8571
Tags: Puisi | cinta | masih menebak-nebak | siap untuk patah hati
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer angel16
angel16 at Ingkaran (4 years 29 weeks ago)
90

Matematik jadi cerita cinta =A=

kereeeeeeen..........
Lama ga kemari..... kangen =_______=

dadun at Ingkaran (4 years 31 weeks ago)
90

keren!!!!
bikin berdebar2, merasakan kepolosan dan keindahan masamasa SMA
T___T

Writer Shinichi
Shinichi at Ingkaran (4 years 31 weeks ago)
80

cuma bisa menikmati :D

Ahak hak hak

Writer just_hammam
just_hammam at Ingkaran (4 years 32 weeks ago)
70

Beberapa kalimat aku tidak menangkap maksudnya, tapi semangat penulisannya terasa sekali. Membuatku ingat bagaimana rasanya jatuh cinta (yang ternyata sukar terulang saat orang itu sudah jadi istri hehehe)

Pemilihan ingkaran sebagai rumus juga menarik...meskipun menurutku lagika matematika masih bisa digunakan dalam cinta :)

Karya yang bagus... :D

Writer justammi
justammi at Ingkaran (4 years 32 weeks ago)
100

"maka salahku juga karena saat ini, detik ini, segenap jiwa ragaku, setiap serat dalam tubuhku, berjuta sel pembentuk otakku, sudah mengakui bahwa aku suka padamu."

^
^
|
|

suka yang itu :)

dari awal tahun ini, aku ngerasain kayak cerita ini :) benerbener persis :)

Writer Ive
Ive at Ingkaran (4 years 32 weeks ago)
100

Lama ga OL. Rupanya aku banyak ketinggalan, Chie...

Sukaaa tulisannya! Aku jadi ingat beberapa cerita di Chicken Soup dengan gaya bercerita seperti ini.

Aku sampai membacanya berulang-ulang lho. Dan aku juga kasih liat ke adikku. Kereeen! katanya. *komen titipan*

Semangat, Chie!!!

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 32 weeks ago)

wahhh... makasih atas kedatangannya, kak ive. hehehe... kapan lanjutan GD-nya?? chie menunggu loh. :|
cihui! titip salam buat adikmu, kak ive. x]

Writer Ive
Ive at Ingkaran (4 years 31 weeks ago)

Sedang memilah n memilih yg mana yg mo diposting, Chie.
Lagian takut pembacanya bosan dengan tema yang itu-itu saja. Pengen cari ide baru, tapi rada bad mood.
O ya, moga sukses dengan ujiannya. Semangat!

Writer dewisun
dewisun at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
100

Chie_chan....ah..masa2 smu, indahnya. Cinta itu bukan metematika, sayang ia tidak bisa diukur dengan Logika ( salah satu bab di matematika yang membuat sy ngantuk :P ) bahkan dengan rumus terbaik pun kadang hasilnya masih salah, tapi membaca tulisan kamu membuat aku mengenang rindu yang dulu pernah singgah di tepian jendela kelas, rindu yang tak sempat terucap karena gamang akan rasa, dan Chie..waktu ga bisa di rewind...kejar apapun itu yang bisa dikejar...sebelum kata terlambat datang menghampiri. ^_^ semangat Chie...belajar bentar lagi UAN :P

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 32 weeks ago)

udah gak bisa dikejar, kak dewi. sayang sekali... tapi chie suka komenmu, rasanya jadi bersemangat. :D
thanks a lot.

Writer kets_kitamura
kets_kitamura at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
100

sepertinya aku pun mesti ikutan di sini...
karena, entah mengapa, selalu ada getar ketika membacai cerita seperti ceritamu: permainan flashback yang menurutku berhasil, kepolosan karakter yang manis,dan kebersahajaan tema yang cantik. namun di atas semua itu: ada nostagia tentang tanya, tentang kehilangan, tentang keterlambatan dalam menyadari bahwa sesuatu yang penting, yang dulu berada di dekat kita terus-menerus, hilang begitu saja.. hanya karena kita terlalu mengedarkan pandang ke kejauhan..
Karenanya, izinkan aku mengangkat topi untukmu. izinkan aku berterima kasih karena kau telah membikin sebuah cerita yang indah, yang sejenak membikin aku menghela nafas setelah membacanya, untuk kemudian mengulanginya lagi..

terakhir, izinkan aku meminta maaf. karena aku begitu emosional dalam komenku ini. mungkin terlalu lebay dan kupikir memang lebay. tapi mau bagaimana lagi. ceritamu memang jenis cerita seleraku.. dan mungkin, beberapa tahun lagi, bila kau serius dan punya determinasi, aku mesti menambahkan di rak buku favoritku, cerita-cerita (masa depanmu) berderet bersama Jhumpa Lahiri, Haruki Murakami, Arundhati Roy,...,...

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

makasih banyak, kitamura-senpai. diriku juga menyukai gaya penceritaanmu. mungkin nanti akan chie sempatkan mampir2 lagi. :)
sama sekali gak lebai. komenmu ini sedikit banyak memberikan semangat buat diriku lohh. hahaha xDD
rasanya senang dikatakan begitu, jadi ingin menulis lagi dan lagi.

Writer olief
olief at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
90

weww..chie chie.... suka gaya tulisannya...... ceritanya mengalir disela-sela penjabaran logika.. huehhehehe

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

trims olief. salam kenal. :)

Writer anggra_t
anggra_t at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
90

ya ampun. ceritanya bikin gregetan, chie! >.<

Writer thasayua
thasayua at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
80

jadi pengen bikin yg berbau matematika ah .
huhuhu

Writer Valkyrie
Valkyrie at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
80

Maaf, pointnya kelupaan hehe :D

Writer Valkyrie
Valkyrie at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

Quote:
Entah kita saling mengingkar, atau sesungguhnya kita berdua hanya menyerah atas maksud kedekatan yang sepertinya tidak lagi sinkron?

Kata-katamu itu membuatku tersenyum tapi ingin menangis juga. Hehe, aku suka premis-premismu :)

Writer man Atek
man Atek at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
100

menjadikan logika matematika semakin menarik aja, seeep.

Writer dirgita
dirgita at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
80

Ouh..., jadi ini soal "Logika Matematika" yang ada negasi alias ingkarannya ituh? Aku sampe empat kali ulang mata kuliah "Analisis I" yang di dalamnya ada logika-logikaan^^

Writer noodle_cie
noodle_cie at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
80

rasa memang terkadang tidak bersahabat dengan logika...
cerita yg mengalir, jujur dan cerdas..........

Writer Rf. Yanuar
Rf. Yanuar at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
100

Sampai kapanpun, cinta tak pernah berubah. Deritanya tiada akhir (ini quote terkenal lho Chie).
Hi hi, terkadang matematika bisa salah, dengar - dengar matematika itu ilmu abstrak, bukan ilmu pasti :).

Writer fairynee
fairynee at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
80

Tulisan yang cerdas tanpa menghilangkan dunia remajanya.
Aku suka chie, keren abis.

^^

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

trims kak nee :)

Writer herjuno
herjuno at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
90

Haha, saya SANGAT suka dengan gaya berceritanya. Menyenangkan untuk dibaca, sungguh! Apalagi yang ini:

Quote:
Kau tidak lagi mengambil barang-barangku dan meletakkannya di bagian puncak papan tulis yang tak bisa kugapai, seperti dua tahun lalu waktu kita kelas satu. Aku tidak lagi bertandang ke mejamu sekedar untuk mengobrol, dan kau tidak lagi menyapaku pada pagi hari saat kita jadi dua orang pertama yang tiba di kelas. Posisiku sudah digantikan, entah oleh gadis mana saja yang sering mengajakmu mengobrol pada sela-sela pergantian pelajaran, atau entah siapa yang kau antar pulang itu dengan motormu.

Bagian itu yang saya suka. Tapi begitu udah masuk premis2, saya lewat, deh! :p

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

hmmm? kenapa dengan premisnya kak? O.o
hihihi
makasih udah mampir, kak juno... :)

Writer herjuno
herjuno at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

Saya males berpikir yang kayak gitu...
Udahlah, kalau urusan premis, saya pakai kaidah bahasa Indonesia aja:
Jika A = B
dan B = C
Maka A =C
Simpel! :p

Writer dirgita
dirgita at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

Kalo premis-premisnya mirip yang ditulis Chie, aku juga bisa tiarap~.~

Writer Aussey
Aussey at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
90

huaaaaaaaaaaa..... nyesek uy baca na.... T___T

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

hehehe :D

Writer Aussey
Aussey at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

akhirnya begini juga ya... hiksss... TT_______TT

mohon komen dan belasungkawanya untuk saia...

Chie cara buat kalimat yang kayak buat kamu di bawah viewing profiel gimana? Aku pengen nambah keterangan di ceritaku T____T

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

hehehe... cukup ngisi log messagenya aja :)

Writer icchan-chan
icchan-chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
100

tsk .. chie ..

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

ya? ya? kenapa pi? O.o

Writer icchan-chan
icchan-chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

papi binun, knp tulisan km makin lama makin keren si? kesian dong user yg lain .. tar ga kebagian apa-apa.

Writer Aussey
Aussey at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

Beuuuuuhhhhhhh user laen ato Icchan-senpai neh? w0kw0kw0kw0kw0kw0kw0k

Writer Ga4bloo
Ga4bloo at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
90

aiyooow....speechless ane..
jgn bawa2 mate ah..keki ni!wkwkw..

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

sabarr... sabarr... muahahaha xDD

Writer Penguin
Penguin at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)
100

asli chie, baru tadi siang aku ngerasain kayak yang ditulis ini. Bukan sebagai si gadis, tapi sebagai si pria :).

(*aku pribadi, aslinya masih ngarep. hehehe...*)

tapi sebenarnya, "Apabila orang tidak percaya bahwa matematika itu sederhana, hal ini semata-mata terjadi karena mereka tidak menyadari betapa rumitnya kehidupan ini"

Writer Chie_chan
Chie_chan at Ingkaran (4 years 33 weeks ago)

ckckck... chie suka komenmu, peng. :D
trims ya udah mampir :)