Sang Bijak: "Persetan Dengan Cinta!"

Sang guru duduk bersila
seperti biasa, ia mengajarkan bijaksana

katanya:

"cinta, benci

semuanya ilusi

ilusi itu hampa

hampa itu tiada

tiada itu derita

derita itu ...."

Sejenak, sang sang guru terdiam
tatapannya tertuju kepada para murid di depannya

Sejenak, sang guru menutup mata
menarik nafas dalam-dalam

di keheningan ia melanjutkan kata-kata

Katanya:

"Persetan dengan Cinta!"

(Furookhshii 22: 3)

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer luth
luth at Sang Bijak: "Persetan Dengan Cinta!" (4 years 27 weeks ago)
80

Maaf untuk semuanya, saya sama sekali tidak bermaksud sara... mohon maaf untuk semuanya. sebagai permintaan maaf saya edit judul dan kontennya...
sekali lagi maaf.

semoga kata maaf ini dtg dr lubuk hatimu yg terdlm n sbg bentuk cinta sesama manusia n keanekaragaman bumi kita tercinta ini, salam

50

adakah ini sebuah alusi?
kalau tidak, ga bernilai apa2 sajak ini

ati2 bos,lebih bijaksanalah.....

Writer luth
luth at Sang Bijak: "Persetan Dengan Cinta!" (4 years 27 weeks ago)

Iya maaf...

ga ngerti dimana kandungan bijaksananya?? @_@.. keep writing!tp coba cari tema lain..coz kayanya agak kontroversi nh, banyak yang protes tuh.. :D

Writer wacau
wacau at Sang Bijak: "Persetan Dengan Cinta!" (4 years 27 weeks ago)
30

sepakat dengan man atek dan cupu, gantilah kata2 budha dengan "pertapa" atau apa lah yang sifatnya netral tidak menyinggung siapapun.
terus berkarya, tapi jangan SARA :)

kalau km tulis puisi tlg jangan yg menyangkut SARA,n jangan koment kalau belum mengerti benar,kalau km blg Budha disini bkn secara harfiah berarti Sang Budha dlm agama Budha tapi hanya berarti orang yg bijaksana,lalu kenapa murid2 yg dihadapinya itu adalah para biksu?(yg jelas2 adalah sebutan para pemuka agama murid Sang Budha dlm agama Budha),dan bila km blg itu berarti orang yg bijaksana,asal km tahu org yg bijaksana itu ada disemua agama dan seorg yg bijaksana tdk mungkin akan berkata "Persetan dengan Cinta!", so man janganlah lagi berkelit itu bukanlah sebuah puisi yg menghina sebuah agama dan saya yakin km bukanlah seorg pemeluk agama tsb karena kamu menulisnya Budha bukan BUDDHA,semoga tulisan ini bisa menyadarkan km utk tdk menimbulkan SARA dinegri tercinta ini dan menjadi org yg bisa menghormati keyakinan org lain agar org lainpun bisa menghormati keyakinan km, salam damai man

100

hati-hatilah ndo ...
jika menulis puisi yang
menyangkut istilah-istilah
yang berhubungan dengan kata
atau kalimat yang sudah menjadi
milik komunitas tertentu : agama,
suku, ras atau apa pun. Hal ini bisa
mengundang permusuhan yang tidak perlu,
meski dikau bermaksud baik sekali pun, gimana ?

80

blasphemy!!!