Bodohnya sebuah Cinta

Aku sakit hati. Sangat sakit hati sekali! Itu yang aku tahu dan aku rasakan sewaktu dia datang kesekolah dan berkata tak ingin bertemu dan berbicara denganku lagi. Apakah ini yang pantas aku dapatkan karena sudah mencintai laki-laki yang selalu merona merah dipipinya yang lunak itu? Apakah aku harus mengikuti aliran jeritan hatiku sekarang ini? Dan apakah perasaan ini harus secepat ini ditusuk oleh bambu runcing dari tiap angin dan bunyi kematian yang keluar dari mulutnya itu? Oh Tuhan... Aku tak tahan! Aku ingin mendapatkannya lagi!!

"Vie, kamu sudah cukup mengganggu kehidupanku. Sekarang aku sudah tak peduli tiap jeritan hatimu yang selalu kamu berikan ke aku. Kamu hanyalah seorang perempuan yang membuatku tak bisa menjadi diriku sendiri! Pergi kamu!" Ungkapnya di ujung lorong kelas-kelas sekolahku. Didepan jendela bersih dengan samping kiri kanannya kamar mandi perempuan dan laki-laki, tempat kami selalu bergandengan tangan dan tersenyum, dulu.

"Ronald, mengapa kamu memberitahu omong kosong ini sekarang?! Kamu tahu kan kalau sebentar lagi ada acara prom nite. Dan kamu yang seharusnya selalu disampingku saat itu! Bodoh kamu!!" Langsung aku pukul dadanya yang kekar itu. Aku sangat kesal dengannya!

Tiba-tiba ia menatapku dengan tajam. Bukan tajam seperti saat ia pertama kali memikat hatiku. Tapi seperti sebuah ledakan yang kasar dan keras. "Lihat dirimu Vie! Seorang emosian dan tak pengertian seperti kamu, Hh! Mau jadi apa?! Aku bukan boneka teddy bearmu lagi Vie. Aku tak menginginkan hubungan kita ini diteruskan! Aku capek dengan sifatmu yang tak pernah bisa berubah seperti itu!" Dan pergilah ia tanpa menyisakan apa-apa untukku. Ohh... Air mata ini keluar lagi. Ia telah menghakimiku.Emosi marahku berubah menjadi seperti sungai yang mengirimkanku menuju air terjun niagara yang tinggi itu. Aku terjatuh sekarang...

Malam ini, 20 Mei 2010, aku sendirian didalam kamarku lagi. Tak ada teman yang bisa aku ajak bicara. Hahaha... Memang aku tak punya teman wahai Vieku yang bodoh...

Aku segera menuju kaca di meja riasku. Meja yang sudah menjadi milikku dan tempat jatuhnya tiap tetes air mata kebodohan ini.

"Lihat kamu Vie... Sungguh menjijikkannya dirimu! Lagi-lagi kamu ditolak oleh seorang yang pernah mengenal kamu! Lihat Viee... Lihat! Inilah akibat dari keputusanmu untuk menjadi siapa dirimu sendiri yang bodoh ini! TOLOL! IDIOT! MENJIJIKKAN! TAK BERGUNA! BODOH!!"

"Kamu berharap ada yang mendengarkanmu lagi malam ini, HAH?! Kamu berharap ada yang memelukmu lagi detik ini...? Itu tak akan pernah terjadi lagi! Karena kamu bodoh dan juga tolol! Seharusnya kamu menjadi kuat seperti kamu SMP dahulu. Tapi... Sudahlah... Kamu ketempat tidurmu saja, dan bermain dengan boneka-boneka bodohmu itu. Tidur kamu!" Sungguh aneh, tapi inilah diriku. Dengan cepat aku mengikuti kata-kataku. Aku ketempat tidurku yang berwarna merah jambu ini dan mendekap boneka teddy bearku yang besar. Hadiah dari almarhum ayahku sewaktu aku berumur lima tahun.

... Aku rindu ayah... Air mata bodoh inipun mengalir lagi... Menyebabkan banyak orang tak menyukaiku yang cengeng ini!!! Hahaha...

Keesokan harinya, sesuatu yang indah dan seperti sihir terjadi padaku...

"Pagi Vie..." Panggil seorang teman laki-laki sekelasku yang rumahnya ada disebelahku. Aku sedang memakai kacamata hitamku agar tak tahu kalau mataku sedang bengkak gara-gara kemarin malam. "Bareng yuk..." Ia mengajakku dengan motornya yang besar itu dan tak menanyakan tentang kacamataku ini.

"Sudah tiga tahun kamu pindah disebelah rumahku. Baru sekarang kamu berbicara dan mengajakku. Hahaha... Aneh..."

"Aneh apanya? Kamu seharusnya tahu dong kalau begitu aku ini seorang pemalu." Katanya dengan manis. Oh, dia tersenyum padaku. Sinar apa itu? Cepat sekali muncul... Aku diam saja. "Ayo? Nanti terlambat."

"Ee...eee... Ayo ayo... Hehehe..." Akupun langsung salah tingkah. Bodohnya diriku. Padahal dia itu biasa-biasa saja dari dulu... Tapi kok aneh ya?? Aku jatuh cinta? Aku jatuh hati? Ah! Biarkan saja deh. Yang penting dapat pergi kesekolah dengan gratis hari ini... Hahaha...

Saat perjalanan kesekolah tiba-tiba ia mengatakan hal yang mengagetkan diriku.

"Vie, kamu mau pergi ke prom nite bersamaku tidak nanti?" Katanya malu-malu sambil menyetir motor besar merahnya itu.

"Ya sudah. Aku tak peduli mau pergi dengan siapa lagi sekarang. Nanti pakai jas putih ya kamu... Biar kompak dan jadinya kita bisa menjadi King and Queen. Ok?" Tanpa basa-basi aku menjawabnya. Aku memang seperti itu. Hahaha...

Ini seperti sebuah anugerah, berkat, atau semacamnya. Hujan pria selalu turun padaku, memberikanku emosi sesaat selalu. Dengan awal yang indah dan akhir yang selalu menyakitkanku. Tapi jika kembali ke awal lagi, aku menikmatinya...

Johan, dengan rambut jabriknya yang basah dan kaku karena selalu memakai gel. Pipinya yang tembem, lunak, dan putih bersih. Tubuhnya yang gemuk dan bermuka oriental. Ia telah menjadi pasangan yang memegang tanganku dengan erat lagi di depan jendela bersih dengan kamar mandi perempuan dan laki-laki di kanan kiri kami. Kurasa hidupku akan selalu baik-baik saja setelah terus menjadi diriku sendiri... Tapi dengan perubahan-perubahan setelah aku selalu mendengar tiap jeritan hati para pasanganku diakhir cerita kami.

Bodoh...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer chylphana
chylphana at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 22 weeks ago)
70

bgus bgus, enk dbaca jd gak bosen, hehe
oiya,, emosina dperdlm agy,,, keren tuh, haha....

Writer Sutawijaya
Sutawijaya at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)
80

Hallo salam kenal, emosi dan penjiwaan dalam ceritanya udah dapet, kamu udah bisa membawa yg baca kedalam alur ceritanya...

Writer antonsuryadi
antonsuryadi at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)

hehehe.... manknya nulis ginian wkt lagi emosi.. hehehe thankss

Writer antonsuryadi
antonsuryadi at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)

itu juga dah bagus.. hehehe... Okey.. makasi atas pointnya.. minta lagi donks.. hehehe.. qdnx

Writer Rijon
Rijon at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)
60

# Lagi-lagi masalah kata depan (dan kali ini bukan kata depan di saja):

Quote:
kesekolah
dipipinya
didalam kamarmu
diakhir cerita
ketempat tidurku
disebelahku
<>disebelah rumahku

Cari sendiri sisanya.
# Kamu pun harus belajar tempat-tempat menuliskan huruf kapital:
Quote:
air terjun niagara

Sesuai dengan salah satu aturan EYD untuk penulisan huruf kapital:
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama khas dalam geografi.
Quote:
Misalnya:
Teluk Jakarta
Gunung Semeru
Danau Toba
Selat Sunda
Dan untuk kasusmu:
Air Terjun Niagara

# Emosi ceritanya bagus, tapi sayang, sebenarnya bisa dikembangkan lagi (menurutku).

Writer antonsuryadi
antonsuryadi at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)

kasus di dan ke itu belum saya mengerti waktu menulis ini. Soalnya situ ngejelasinnya sesudah saya menulis ini. Hehehe... Tapi makasi banget... ^^ Btw, klo bagus ya dikasih nilai delapan atau sembilan dong.. Hihi... Thanks ya sekali lagi...

Writer Rijon
Rijon at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)

Walah mengharapkan poin benget ya? Yang bagus kan baru emosinya (menurutku), tapi masih ada beberapa (mungkin) banyak hal yang harus dibedah.
Hati-hati, jangan terbuai pujian lo....

Writer antonsuryadi
antonsuryadi at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)

hey fay, minta point donksss..!! klo pujian sih biarkan saja.. Saya hanya suka point.. hahaha..

Writer kavellania
kavellania at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)
70

Assalamualaikum... Salam kenal ya
honey cobalah pelajari teknik penulisan. untuk emosi dan penjiwaan udah bagus kok, udah dpt
^^

Writer antonsuryadi
antonsuryadi at Bodohnya sebuah Cinta (4 years 23 weeks ago)

teknik penulisan itu seperti apa ya? hehe makasih..