CINTA.....BUKAN...NAFSU..

HUBBUKA BISYAI'IN YU'MI WAYASUMMI. WALAUKANA BA'IDAN MINAL AINI QORROBA FILQOLBI(cintamu terhadap sesuatu membutakan dan menulikan. walaupun jauh di mata namu dekat di hati).
Cinta berdiri di sudut kamarku. Sorot matanya yang begitu tajam membuatku tak punya pilihan lain selain mengikuti kehendaknya: menulis surat untuk seseorang yang selama ini membuatku tersudut. Tapi apa yang harus kutulis dan darimana pula aku memulai cinta?.

"Tulis saja sedikit rayuan seperti yang biasa kau tulis di buku harianmu!" ujarnya tanpa mengedipkan mata. Aku cuma mendengus.

"Kamu pikir surat cinta dan buku harian itu sama? Dasar tolol!" sahutku kesal.

"Aku ini cinta, aku hanya berwujud perasaan, bukan pikiran. Kalau aku nggak punya pikiran berarti aku nggak bisa jadi tolol atau pintar. Tapi kamulah yagn bisa jadi tolol...".
"Ughh.."

Lima menit berlalu, namun selembar kertas itu masih juga kosong. Cinta mulai memandangku dengan geram. Aku memejamkan mata sambil berharap menemukan ilham dalam kegelapan. Tapi tidak ada apapun dalam gelap kecuali gelap itu sendiri. Walhasil, menit demi menit hanya kulalui dengan bengong.

"Aku tidak sabar lagi!" seru Cinta sambil berusaha mengancamku dengan tinjunya.

"Kenapa kamu memaksaku begini?"ujarku nyaris putus asa.

"Aku datang ke dadamu bukan untuk kau pendam sendiri, tapi untuk kau sampaikan! Aku hanya bisa bahagia jika telah menyatukan dua jiwa, jika tidak, aku akan musnah!" sahut Cinta masih dengan nada mengancam.

"Oke, anggap aku sudah menulis surat ini, lalu bagaimana jika dia menolak cintaku?" tanyaku.

"Itu bukan urusanmu. Satu-satunya yang harus kamu lakukan adalah menyatakan perasaanmu. Tugasmu hanya memperkenalkan aku kepadanya. Cepat!"

Lagi-lagi aku cuma bengong.

"Hey..."ujarku tiba-tiba,"Aku hanya bisa menulis kata-kata cinta jika di dalam dadaku ada cinta!".

"Apa maksudmu?" tanya Cinta.

"Dasar kamu tolol! Kalau kamu keluar dari dadaku, maka aku nggak lagi merasakan cinta!"

Wajah Cinta yagn semula garang mendadak seperti orang linglung.

"Yaa..ya..kamu benar. Baik, aku akan masuk kembali ke dadamu, tapi surat itu harus selesai malam ini juga!".

Setelah itu Cinta masuk kembali ke dalam dadaku seperti asap perlahan masuk ke dalam botol, dan kulihat jemariku mulai bergerak sendiri menyusun kata demi kata.
Aku tidak pernah tahu bahwa untuk menulis kata-kata cinta ternyata nggak memerlukan otak sedikitpun. Sebab aku yakin yang menggerakkan jariku saat ini bukanlah aku, tapi cinta itu sendiri yagn bicara tentang dirinya, melalui tanganku.

*******

Hari masih shubuh ketika aku terjaga. Selembar surat yang tadi malam kutulis namun belum sempat kubaca masih ada di atas meja. Segera kubaca surat itu.

"Ya Tuhan...kenapa jadinya seperti ini?"batinku benar-benar terkejut.

"..........seperti perawan di kamar mandi, tanpa busana, tak sekejap mata pun ingin berkedip darinya. Maka biarlah keindahan itu menyihirku, biarlah aku terpaku dilubang kecil dinding kamar mandimu...jika hanya dengan menatapmu, hatiku bisa begitu bahagia, aku tak bisa membayangkan betapa bahagianya jika ketika bangun tidur di suatu pagi nanti kutemukan kau masih terlelap di sisiku, tanpa selimut..."

"Apa-apaan ini?" tanyaku kepada Cinta.

"Jangan kau salahkan aku!"

"Bukankah kamu yang sedang menulis semua ini dengan tanganku?"

"Bukan. Semalam aku memang masuk ke dalam tubuhmu. Tapi aku tidak bisa masuk ke dalam hatimu. Sebab sudah ada nafsu di sana ,dan aku tidak berani padanya."

"Nafsu??"

"Ya, mungkin dialah yang semalam menggerakkan tanganmu. Dialah yagn menulis itu!"

"Bohong!"

"Seperti minyak dan air, aku pu mustahil menyatu dengan nafsu." sahut Cinta.

"Tapi bagiku kalian sama saja!"

"Kamu ini memang tolol! Aku ini cinta, aku hanya melahirkan rasa kasih sayang. Nafsulah yang kemudian membuat kalian berambisi ingin memiliki orang yang kalian sayangi."

"Tapi cinta selalu melahirkan nafsu." bantahku.

"Aku hanya ingin melahirkan rasa ingin menyayangi orang lain. Cuma sebatas itu. Kalau lantas ada ambisi ingin memiliki, itu adalah nafsu yang mengatasnamakan namaku. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan nafsu. Kau tahu, aku bahkan sangat membencinya!"

"Lalu, kenapa semalam kau begitu ngotot memintaku menulis surat cinta? bukankah dengan surat itu kamu juga berharap untuk memilikinya?"

"Tidak! Aku memintamu menulis surat cinta hanya semata-mata agar dia tahu bahwa kamu mencintainya. Sama sekali tanpa adanya unsur ingin memeilikinya."

"Ciss! Mustahil ada rasa cinta tanpa ada rasa ingin memiliki!" bantahku.

"Pecinta sejati itu seperti tukang kebun. Dia menanam lalu memelihara bunga-bunga tanpa sekalipun ada keinginan untuk memetiknya. itulah cinta yang nggak sedikitpun bercampur dengan nafsu, itulah para pecinta sejati...."

Aku terpana mendengarnya.

"Hatimu adalah taman. Sementara cinta adalah bunga-bunga yang tumbuh di dalamnya. karena itu setiap orang adalah perawat bagi tanaman hatinya masing-masing. Jadi, terserahmu saja bagaimana merawatnya. Tapi ingatlah, jika kamu salah merawat maka bukan bynga -bunga itu saja yang akan rusak, tapi seluruh tamanmu pun akan rusak pula!"

Cukup lama kurenungi kata-kata Cinta hingga jemari tangan ibu mengetuk pintu kamarku.

"Sudah hampir jam enam, nanti kamu terlambat sekolah..." teriak ibu dari luar kamarku.

"Ugh..sekolah selalu sok mengurusi hal-hal serius. Rumus-rumus fisika, matematika, serta kimia yang membuat kepala kami seperti mau pecah. Kenapa kepala sekolah nggak pernah mengajari kami tentang cinta, padahal bagi remaja seperti kami, masalah cinta itu jauh lebih serius dibanding apapun!"

*End-

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer hendera
hendera at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 16 weeks ago)
70

salam kenal.....

Writer dibbie
dibbie at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)
70

sederhana dalam menyampaikan pesan :)
keep writing ya...

namaste ^_^

Writer SophieMaya
SophieMaya at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)
2550

kesannya dalam dan unik.
benar-benar penuh makna tapi dibawakan dengan gaya yang indah sekali

Writer am.amie.rea
am.amie.rea at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)
40

setuju ...cinta tak harus memiliki..... keren dewh ceritanya .....

Writer Gladiss Gazelle
Gladiss Gazelle at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)
100

haha ternyata saya benar cinta sama nafsu gak beda tipis tapi beda jauh....

Writer pena_hitam
pena_hitam at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)
90

(^_^)

Writer pena_hitam
pena_hitam at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)

penuh pesan misterius dari sudut-sudut kata yang terlontar, mungkin sebuah curahan hati atau suatu jeritan jiwa.......
sulit dimengerti tapi gampang dinikmati, yang terasa sebuah pesan yang tersembunyi maknanya,
komentar saya pun didulis apa adanya dan pasti sulit dicerna,

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at CINTA.....BUKAN...NAFSU.. (4 years 17 weeks ago)
90

Ah cinta....