PARAGRAPH

Kereta menjelang senja telah menghantarkanku memasuki halaman keabadianmu.
telah aku tulis bait-bait tentang hati dan perih.
menurutmu, wahai malam, akankah benci dan rindu bergumul menjadi satu?
jawaban yang senantiasa aku cari dalam kerumunan bintang dan desau malam.

"sisa malam yang resah"

itu yang selalu engkau ucapkan saat pagi selepas hujan tak berpelangi.
saat baju-baju pun berserakan di lantai.

"Ah!... embun selalu datang menjelang pagi"

dan kita pun bergegas.

kereta yang aku tumpangi, tempat duduk nomor 14 D, samping jendela.
deru selinap besi telah bangunkan aku dari senyap.

"engkau tertidur dengan pulas"

stasiun demi stasiun telah menuliskan paragraph hidup yang tak lekang.
ingin segera aku menemuimu dalam siluet senja menjelang malam. bergandengan tangan.

bibir laut yang basah oleh hujan semalam.
dan disinilah kita.
berdua menatap senja yang sebentar lagi bersembunyi di ujung ufuk.
detik-detik malam dan obor-obor nelayan telah dipancangkan.
angin darat telah menggusar, aku dan kamu tetap terdiam tanpa kata.

paragraph demi paragraph hati telah menjadi satu.
lalu untuk apa kata?
sungguh, kata saja tidak cukup mewakili aku saat menatapmu.

"aku cinta kamu"

bisikmu di ujung daun telingaku.

dan seharusnya kamu tahu, malam itu telah menjadi debu
dan paragraph-paragraph yang jadi satu, pula jadi abu
dan keberadaanku dan dirimu di tengah ruang dan waktu
meninggalkan jejak pada abad di masa lalu

Read previous post:  
Read next post:  
Writer mey
mey at PARAGRAPH (9 years 4 weeks ago)
80

Setiap kamu bikin yang panjang2, pasti aku pusing bacanya...
@_@
Bagus sih, tapi bikin pusing :p

Writer dewi linggasari
dewi linggasari at PARAGRAPH (9 years 4 weeks ago)
100

Untaian kata yang indah dengan kedalaman makna yang menakjubkan. Good luck!