Di pagi yang lumayan dingin, setelah malamnya turun hujan beberapa jam, nampak seorang nenek keluar dari rumah dengan sapu lidinya. Sepetak tanah sempit depan rumah yang tak ada apa-apanya itupun tak mampu mengurungkan tekad sang nenek buat beraktivitas. Kok bisa? Kan masih ada jalan depan pekarangan rumah yang sungguh lebar dan luas.
Dengan telaten sang nenek menyapu -setapak demi setapak- jalan beraspal tersebut, sambil sesekali mendongak, memerhatikan pepohonan sepanjang pinggir jalan yang berdaun lebat. Ia tidak menghiraukan beberapa remaja yang tengah lari pagi mengelilingi kompleks. Ia juga membalas sekenanya sapaan pengantar koran dan penjual nasi bungkus keliling yang hangat. Hanya satu hal yang masih teruuus saja bernaung dalam pikirannya, yaitu menyapu semua dedaunan yang berserakan dan mengumpulkannya di satu tempat.
Tentu saja sang nenek tak melewatkan sampah seperti bungkus plastik, puntung rokok dan rekan-rekannya yang dibuang secara sembarangan oleh orang yang lewat. Pokoknya semua hal yang tidak enak dipandang, juga tidak enak di hati, disapu semua! Tanpa ayal lagi setelah beberapa menit berlalu terbentuklah sebuah ‘gunung kecil’ di pinggir jalan yang bersih.
Merasa puas dengan hasil kerjanya pagi ini, seperti juga pagi-pagi sebelumnya selama bertahun-tahun, sang nenek pun masuk ke dalam rumah dengan perasaan damai. “Aku telah melakukan sebuah perbuatan yang baik,” pikirnya.
Dan beberapa saat kemudian, sebuah sepeda motor yang tengah berlari kencang menerjang si ‘gunung kecil’, membuat dedaunan dan sampah -yang telah dikumpulkan oleh sang nenek dan sapunya dengan sepenuh hati- kembali terpencar dan berserakan di sepanjang jalan.
Rating
Comments: 5
Rating:
Delicious
Digg
StumbleUpon
Propeller
Reddit
Furl
Facebook
Google
Yahoo
Technorati
ya ..
setju dgan komen" sblumnya ..
sya msih blum puas mmbca crta ini ..
maaf
ah, seharusnya ini jadi cerita menarik. bagaimana perasaan si nenek di ending seharusnya dirasakan pembaca kan? tapi saya tak merasakan itu.
bahkan saya ingin berganti bacaan, sesaat setelah alenia pertama belum habis. maaf...
Tidak apa-apa. Alasannya telah kutulis di bawah. Makasih atas reaksinya.
hohoho...pengendara sepeda motor yg aneh...
pembangunan ceritanya kurang...coba lebih dijelaskan bagaimana situasinya...mungkin saat nenek sedang memandang puas hasil kerjanya secara tiba2...dst dst
Niat saya adalah membangun situasi dimana kerja keras seseorang (si nenek) dapat hancur/rusak dalam sekejap( karena si pengendara sepeda motor). Jadi saya tidak menjelaskan siapa dan apa tentang si pengendara sepeda motor.
-
Kalau ternyata pesan ini tidak mengena berarti memang saya masih kurang handal dalam bercerita.
-
Makasih atas inputnya.