ungkapan rasa rindu

Kutulis surat ini, ungkapan rasa rindu yang tak terhingga; ketika mata tak mampu lagi terpejam walau kantuk mendera; ketika mulut tak mampu lagi melukiskan kata kecuali desah; ketika telinga tak mampu lagi mendengar kecuali sayup yang tak terdengar di kejauhan sana; ketika hidung tak mampu lagi mencium aroma; ketika rasa mati tiba-tiba...

dinda, apa kabarmu di sana? Salammukah yang menyentuhku bersama angin barusan hingga aku kembali melihatmu di pelupuk maya? Tidakkah juga kaulihat kini gemintang gemerlap itu mengisi setiap ruang kosong mayapada? Namun hatiku masih kosong sejadi-jadinya, tanpa ada setitik pun suatu yang menodainya. Kelam memenjara jiwa; gersang menyelimuti hampa. Kumenggigil di antara bulir-bulir peluh... Tak lagi kuasa...

dinda, kubalas kirimanmu dengan petikan dawai gitarku. Harapanku angin barusan itu sudi berbaik hati mengirimkan nada-nada hati yang senantiasa berharap. Keniscayaanmulah akhirnya menjadi tendensi, walau ruang dan waktu harus ditempuh dalam hitungan yang entah berapa. Bukti kesungguhan kasih dan cinta...

dinda, untukmu aku tidak akan pernah kehabisan cerita, bahkan meski harus kuobral kata-kata dengan diskon yang melebihi pusat-pusat perbelanjaan ternama. Sosokmu menjadi inspirasi; suaramu menjadi syair laguku; jiwamu menjadi mahligai; tawamu menjadi senyumku; tangismu menjadi rinduku. dinda, bila?

dinda, ketika tak kutemukan dirimu dalam belantara angan, haruskah kuceritakan? Tak perlu kiranya kulakukan karena dapat kaubaca sendiri huruf-huruf ketulusan terangkai menjadi ungkapan yang kaumengerti. Ya, semuanya telah kulampirkan pada kiriman nada-nada lewat angin tadi. Tak ada yang bisa mencegahku tuk mengecup keningmu di kejauhan, juga tak ada yang berani mencegahmu tuk bersandar pada impianmu tentangku.

dinda, sungguh saat ini kurindukan segalanya, tak terhingga. Kurindukan belaimu, kurindukan kecupanmu, kurindukan semua saat berada di dekatmu. Kurindukan semua yang pernah kita alami. Diariku tidak bisu, mengingatkanku saat menjelang, di tengah-tengah, dan terjaga dari tidurku. Kurindukan saat berdua kita bersujud, saat kita berbagi cerita dengan Sang Pencipta tentang hari-hari kita. Saat kita lupa, belai-Nya mengingatkan kita. Saat kita lena, jeweran-Nya membuat kita terjaga.
dinda, lantunkan lagi ayat-ayat-Nya dengan suaramu yang merdu. Tarik air mataku hingga keluar, beserta noda-noda dalam jiwaku. Yang kuinginkan saat ini hanyalah kesucian dan fitrah, memelukku erat. dinda, engaku memang selalu saja dapat menjebloskanku dalam ruang tertutup, hingga dosa menjadi terhalang.
dinda... Darimu kubangkitkan jiwa, bagimu kutitipkan asa, olehmu tercipta kata dan rasa.
dinda, sampai di sini saja.
Yang selalu merindukanmu tiada pernah habisnya,
Kanda

Read previous post:  
22
points
(140 words) posted by andi_wingy 4 years 9 weeks ago
44
Tags: Puisi | cinta | Cinta
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ary_pr4yoga
ary_pr4yoga at ungkapan rasa rindu (4 years 7 weeks ago)

soal nya aq lagi rindu seseorang maknya gw buat ini,..

Writer nashir_12january@yahoo.com
nashir_12januar... at ungkapan rasa rindu (4 years 8 weeks ago)
90

bagus2

Writer silencer
silencer at ungkapan rasa rindu (4 years 8 weeks ago)
40

dinda - kanda,, serasa jaman majapahit.. hhehehe *piss

Writer mbem
mbem at ungkapan rasa rindu (4 years 8 weeks ago)
80

:)

Writer uyya
uyya at ungkapan rasa rindu (4 years 8 weeks ago)

kerinduan begitu indah,namun keindahannya membawa riak gelisah. ada rindu yang berbalas manis, ada rindu yang terlarang,..duhai. Aku benci rindu ini

Writer Ave Maria
Ave Maria at ungkapan rasa rindu (4 years 8 weeks ago)
90

sip...

Writer ary_pr4yoga
ary_pr4yoga at ungkapan rasa rindu (4 years 8 weeks ago)

hehehe