Autumn in my heart

Setiap orang tidak diciptakan sendiri bukan?tapi yang ku rasakan bukan kesendirian itu,walaupun aku berada ditengah keramaian itu sendiri,aku selalu merasa sendiri,apakah ini suatu penyakit yang hanya menggerogoti ku?

Setelah ku selidiki ternyata aku merupakan seorang perempuan yang diam dan hanya suka mengamati sekitar,aku suka berpikir dengan cara ku yang ekstrem,aku bagaimana lagi ya?aku menyukai kesendirian.

-------------------------------------------------------------

Sekolah merupakan sarana untuk belajar dan meraih mimpi,tapi alasan ku disini hanya memenuhi keinginan orang tua ku,aku selalu melakukan apa yang mereka minta dan aku selalu tidak keberatan dengan apa yang mereka mau,apa saja sih keinginan setiap orang tua?aku bisa mendengar jawaban-jawaban seperti sukses,pengusaha handal,pintar,penurut dan perihal-perihal yang sangat relatif,aku bisa memenuhi semua itu tapi dengan syarat aku diberikan tiket gratis bernamakan "kebebasan" dari orang tua ku dan aku ini tipe orang yang selalu melakukan sesuatu jika berimbal sesuatu juga.

Tempat ku sekolah ini sarat kualitas baik kondisi maupun sarana-sarananya,itu pandangan orang-orang,bagi ku sekolah ini hanya tempat ku duduk di bangku untuk mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan tugas,aku sedikit simpel bukan?seharusnya orang tua ku tidak usah merogoh saku mereka banyak-banyak untuk menyekolahkan ku di sekolah elite seperti ini,dan faktanya aku membencinya.

Itu sekilas perkenalan ku tentang bagaimana aku melihat sekolah diperuntukkan untuk ku dan yang aku akan ceritakan disini sebenarnya adalah kisah ku dengan tetangga baru ku yang menampik segala pemikiran ku tentang semuanya.

******

"Tracey, ambilkan alat tenis ayah,please."Seru Dad dari luar.
"Sebentar,Dad,hey Dad alat tenisnya dimana sih?"ucap ku gusar.
"Eh iya Dad pindahkan di belakang lemari kemarin,cepat Trace,keluarga Oakley sudah menunggu nih!" Aku membawakan tas tenis Dad dengan langkah yang sengaja ku berat-beratkan,tebak hari ini hari apa?hari ini adalah hari dimana keluarga ku—yang terdiri dari ayah,aku dan kakak-adik ku Webley dan Garner—mengadakan rekreasi bersama-sama ke Tennessee yang pada awalnya aku bersikeras menolak mentah-mentah permintaan dari Dad itu,tapi tidak dengan Webley dan Garner yang tanpa hitungan detik menjawab "ya." dengan spontan.

Aku memasang muka tidak suka ku terhadap keluarga Oakley yang tidak lelah memasang senyum ke arah keluarga ku,aku tidak suka pendatang baru,aku benci pengganggu,padahal letak rumah ku ini bisa terbilang jarang dan dalam kalangan yang sepi,dan aku tidak menyukai kehadiran mereka disini,tapi apa boleh buat.Ayah dan adik-adik perempuan ku yang centil—Webley dan Garner—sudah terlanjur memasang lampu hijau buat mereka,tentu saja aku tidak bisa menolak,seperti aku ini kepala kelurga saja.dan kabarnya,keluarga Oakley mempunyai 2 anak yang terdiri dari satu anak balita perempuan dan satu anak laki-laki berumuran sedikit diatas ku.

Aku memberikan tas tenis itu ke Dad.di halaman rumah keluarga Oakley,Webley dan Garner asyik mengobrol dengan Stefan—anak lelaki mereka—yang cerita Garner dia benar-benar menarik dan sangat tampan,yang menurut ku sih juga oke,melihat postur tubuhnya yang tegap dan macam-macam kemaskulinan yang lain.aku menyadari diri ku yang sedang bengong.

Aku memalingkan pandangan dari mereka bertiga dan bergegas memasuki mobil Dad dan menyetel musik-musik klasik kesukaan ku,belum lama kemudian Dad sudah mengetuk kaca jendela mobil,

"Hey Tracey,ayolah keluar dulu."ucap Dad,aku membuka jendela.
"Apa sih,Dad?"balas ku memicingkan mata dengan malas.
"Tidak usah komplain,keluarga Oakley menanyakanmu tuh,ayo berkenalan dulu."
"Maaf,tidak tertarik."ucapku singkat dan menutup kaca jendela,Dad menahannya.
"Trace,aku sudah tau kau tidak menyukai mereka,tapi ayolah demi Dad?kau boleh saja tidak menyukai mereka tapi simpan saja perasaanmu itu,sayang."aku memutarkan mata ku dan lewat mobil aku melihat pak Oakley dan istrinya menatap ku menunggu.
"Dad mau aku bagaimana sih?"sedikit berat mengeluarkan kalimat-kalimat itu dari mulut ku,tapi demi Dad toh itu kan tidak terlalu berat.
"Hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka,eh dan jangan lupa tersenyum."aku mengangguk malas dan merapikan rok ku,kemudian aku keluar dari mobil untuk menyalami mereka.

"Hi Tracey,kuharap kau senang dengan kedatangan kami sekeluarga,aku kira ayahmu hanya memiliki Webley dan Garner,kau jarang nongol sih."Ucap bu Oakley dengan ramah,aku tersenyum kecil.
"eh iya maam,aku senang ada pandatang baru disini,dan jangan lupa aku mempunyai kakak laki-laki."
"Benarkah?wah ayahmu kok tidak cerita sih,"
"Hahah,dia sudah besar sekarang."ucap Dad di samping ku.
"Jadi Tracey anak keduamu,Peter?"tanya pak Oakley.
"Bisa kau bilang begitu,Garry tinggal bersama ibunya di California."jawab Dad,aku merasa sedikit lega karena Dad banyak menjawab.
"ohh..eh tapi Tracey ini sepertinya tidak persis dengan kau,Peter?"tanya pak oakley.
"haha,benar ,benar,dia sangat mirip dengan ibunya."ucap Dad sambil tertawa.
Ini dia pembicaraan yang di telingaku sudah jadi topik yang keseringan,aku sudah gerah dan berpura-pura merapikan rambut ku sambil tersenyum.
"wah,berarti mantan istrimu benar-benar cantik seperti dia."ujar bu Oakley.
"iya,Tracey banyak mengingatkan ku atas istri ku itu."
"Tapi Tracey banya diam ya,pa?"tanya bu Oakley kepada suaminya.
"Seperti itulah,dia—"
"Sedikit pemalu,"potong ku.
"ahh,tidak usah malu-malu lah dengan kami,"di belakang mereka Stefan datang.
"Mom,aku tak tau Webley dan Garner punya kakak."
"iya,mom juga aslinya tidak tau,eh dia hampir seumuran denganmu lho."
"Benarkah? " Stefan menatap ku sambil tersenyum dengan ramah dan penuh,"hi aku Stefan."ucapnya sambil berjabatan tangan,suaranya berat dan sedikit serak,aku membalas jabatan tangannya dan tersenyum juga,walau palsu.
"aku tracey"keadaan setelah itu sedikit sunyi ditambah Webley dan Garner kembali memasuki rumah.
"mm,mengapa kita tidak langsung pergi saja?sepertinya suasana sore pas untuk Tennessee."seling Dad.
"Baiklah kalau begitu,segalanya sudah siap,bukan?"ucap pak Oakley.

*****

Perjalanan hanya memakan waktu beberapa jam saja,di mobil,kedua adik ku sibuk mendiskusikan rencana waktu date yang akan mereka susun dengan Stefan nanti dan mereka juga bertukar-tukaran alat make up,mereka berdua sempat menawari ku untuk meminjamnya,aku mengatakan pada mereka bahwa aku tidak tau cara berias,mereka menawari ku untuk meriasi ku dan alasan ku tadi ternyata kurang tepat dan sesungguhnya aku kurang tertarik dan berakhir dengan diri ku yang menceramahi mereka kalau mereka itu sudah sangat cantik tanpa polesan make up yang berujung dengan mereka yang berkata kalau mereka tidak akan pernah menawari ku lagi,aku hanya terkekeh kaku.

Kami sampai di tempat tujuan,Garner dan Webley menertawai ku yang hanya membawa satu tas ransel yang setia menempel di punggung ku,aku menatap mereka dan tersenyum kecil dan dalam hati ku aku tertawa karena mereka berdua membawa 2 koper ditambah purse di tangan mereka,aku bisa menebak mereka pasti memborong isi lemari dan meja rias mereka.
Stefan datang dan membantu Webley dan Garner mengangkat koper-koper mereka,Dad dan pak oakley sibuk mengobrol dengan resepsionis hotel,kemudian Stefan mendatangi ku.

"hi Tracey,apa ada yang perlu ku bantu?"ucapnya.
"tidak."
"apakah hanya ransel itu yang kau bawa?"
"bisa kau bilang begitu."
"begitu bagaimana?"
" kau tidak perlu membantu apa-apa,permisi."ujar ku sambil berlalu menuju hotel,kabar gembiranya aku mendapat kamar sendirian,eh aku sempat melihat raut muka kedua adik ku setelah Stefan mendekati ku tadi,lucu sekali.

Kamar ku tidak besar tidak juga kecil tapi yang paling kusukai adalah halaman luarnya yang memperlihatkan pemandangan yang lumayan cantik dan terlihat dari jendela yang lebar itu.
Aku melepaskan ikatan rambut ku dan menggeraikannya,rambut ku panjang coklat dan sedikit bergelombang,beda dengan rambut kedua adik ku yang blonde.aku merebahkan diri di kasur,empuk.belum lama kemudian aku mendengar ketukan pintu,aku bisa menebak pasti Webley yang seringkali mendatangi ku hanya untuk menyuruh ku menyisir rambutnya,dengan malas aku membuka pintu.

"Hey Tracey."ternyata Stefan.
"oh.hai."ucap ku datar,mau apa dia kesini?
"boleh kah aku masuk?"aku menjaga ekspresi ku untuk tetap datar,mau apa lelaki itu ingin memasuki kamar ku?jangan-jangan dia hot blooded teenagers sejati?
"mau apa?"bisa-bisa aku mati kalau ketahuan Stefan memasuki kamar ku.
"aku hanya ingin saja,tidak boleh?"
"menurut ku tidak."
"aku kan tidak bermaksud jahat pada mu."
"jawaban ku tetap tidak."tiba-tiba Stefan mendorong ku dan tetap memaksa untuk masuk,aku berkacak pinggang."kau dengar perkataan ku tidak sih?kau tidak punya urusan di sini."
"ternyata kau berbeda ketika kau berada di depan orang tua ku,waktu itu kok kau terlihat ramah dan feminin ya?"ucapnya sambil menyeringai.
"memangnya kenapa?"
"tidak,aku hanya terkesan saja."
"ya sudah,itu saja kan?kalau begitu,silahkan pergi."tegas ku dengan kesal melihatnya mulai melihat-lihat lemari ku."kau punya pendirian tidak sih?"ucap ku lagi.Stefan mendekati ku dan menatap ku tajam sambil mendorong ku ke tembok.
"asal kau tau saja,"ucapnya dengan rendah,aku menatapnya tanpa ekspresi.
"aku selalu membenci orang-orang yang menyimpan dua kepribadian."ucapnya tanpa senyum.

(bersambung ke part II)

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer amy.smiley
amy.smiley at Autumn in my heart (4 years 21 hours ago)
90

masih ada sedikit kesalahan dalam penuturannya tapi kusuka

Writer badbat2
badbat2 at Autumn in my heart (4 years 21 hours ago)
90

:3

Writer salazar
salazar at Autumn in my heart (4 years 7 weeks ago)

keep writing :)
aq g bkal bosen" ngbca.a
hha

Writer chilla
chilla at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
60

aku kurang suka teenlit.
tapi ceritanya lumayan bagus kok

Writer arbi bianglala
arbi bianglala at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)

thanks udah baca n komen di cerpen; Aku di mimpi Johan

tulisanmu masih kurang rapi,
dan dari segi cerita, masih kurang tergali konflik dan karakter2 utamanya. But still nice..

keep writing.. ^^

Writer padfoottgz
padfoottgz at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)

andai agak dirapikan sedikit, pasti lebih baik lagi. misal spasi setelah titik, huruf besar kecil. untuk partikel 'ku' tidak perlu pakai spasi.

misal, adikku - mendekatiku - ucapku.

kalo tidak salah untuk penulisan pengucapan >

"Hahah,dia sudah besar sekarang."ucap Dad di samping ku.

sebelum tanda petik dua dipakai koma, bukan titik. jadi :

"Hahah,dia sudah besar sekarang," ucap Dad di sampingku.

yah,begitulah yang kulihat di buku-buku kebanyakan.

Writer redscreen
redscreen at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
60

lumayan bagus ^v^

Writer DaCosta
DaCosta at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
60

awalny aku trtarik sama judulny...
dan kupikir bgs juga!!!

Writer had.ez
had.ez at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)

thx pal..:)

Writer herjuno
herjuno at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
60

Haha, alur & karakterisasinya sejauh ini bagus. Konfliknya...kayaknya masih di permukaan, hoho. Kita tunggu saja. Tapi sepertinya saya sudah paham bakalan mengarah ke mana, tapi diem2 dulu aja untuk memastikan :)

Btw, kamu harus mulai belajar menulis EYD yang bagus. Titiknya itu loh hilang semua.

Semisal

Quote:
Setelah ku selidiki ternyata aku merupakan seorang perempuan yang diam dan hanya suka mengamati sekitar,aku suka berpikir dengan cara ku yang ekstrem,aku bagaimana lagi ya?aku menyukai kesendirian.

Harusnya:

Quote:
Setelah kuselidiki, ternyata aku merupakan seorang perempuan yang diam dan hanya suka mengamati sekitar. Aku suka berpikir dengan caraku yang ekstrem,. Aku bagaimana lagi ya? (lebih bagus kalau ditambahi Oh, ya) Aku menyukai kesendirian.

Btw saya bingung dengan yang ini:

Quote:
Perjalanan hanya memakan waktu beberapa jam saja,di mobil,kedua adik ku sibuk mendiskusikan rencana waktu date yang akan mereka susun dengan Stefan nanti....

Writer had.ez
had.ez at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)

haha..makasih byk sarannya..maklumilah diri ku yang masih baru-baru ini mencoba membuat cerpen,oh iya yg aku maksud date=kencan..
*sering" mampir yow..^^

Writer awpramono
awpramono at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
50

aku tahu siapa aku

Writer hendrii_1
hendrii_1 at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
90

maaf cuma mampir-mampir doang tapi sekilas lumayan

Writer Jigoku.ne
Jigoku.ne at Autumn in my heart (4 years 11 weeks ago)
100

skrg mulai buat cerpen ya mbak?tapi menarik lho..pensaran gmana nanti hubungannya mreka berdua..lanjutkan ya..