Dibalik Gaun Hitamku (dua)

Amarah ini masih tak bisa lepas dari dalam hatiku. Begitu juga dengan mimik mukaku. Ayo Sisca!! Jangan sampai ketahuan!! Jangan sampai Jevera tau kalo elu itu lagi marah!!

Untunglah AC yang dinyalakan di mobil ini sudah MAX volume dinginnya. Aku sedikit bisa membekukan segala atmosfer keinginan ingin meledakku ini.

Semua karna dia!!

"Sis... elu kenapa sih??"tanya Jevera tiba-tiba. Kami berdua sedang duduk di kursi tengah mobil. Otakku langsung bekerja cepat, untuk membuat mulutku berkata-kata dusta.

"Tauk nih. Gak betah aja sama nih gaun."

"Kesempitan ya?"

"Gak juga. Gak nyaman aja."

"Gak jelas banget sih lo..."

Setelah Jevera mengucapkan kata tadi, langsung kepalanya kembali menengok ke arah luar jendela. Aku menjadi sangat tenang, tapi harus benar-benar bersiap mengubah ekspresi mukaku ini di depan kebanyakan orang nanti. Huh! Kenapa muka gua selalu terlihat jujur sih!!

***

Sampai sudah kami di suatu gedung yang sangat besar dan putih. Gedung ini memiliki tempelan sebuah kayu berwarna coklat dan berbentuk salib di atas pintu gerbangnya. Dan di halamannya, sudah banyak mobil dan motor yang di parkir di samping kiri dan kanan. Mobil yang kami sewapun juga sudah berjalan menuju parkiran sebelah kanan.

Aku dan Jevera masih berdiri di tempat kami turun dari mobil. Seperti biasanya, Jevera berkaca dahulu untuk memperhatikan dandanannya masih sama seperti waktu sebelum kami pergi atau tiba-tiba berubah menjadi monster. Aku tak tahu kenapa ia bisa begitu terlalu memperhatikan dirinya sendiri, padahal ia masih punya masalah dengan orang tuanya. Siapa sebenarnya yang salah di antara mereka?? Orang tuanya ataukah Jevera sendiri??

Lima menit kemudian akhirnya ia dapat tersenyum lebar kembali. Menandakan kalau dirinya sudah sangat siap untuk menemui banyak orang. Sedangkan aku sendiri, masih memasang mimik muka kecut. Tak ada senyum dan mata tajam aku pampang hingga kami sampai di depan gerbang yang sudah terbuka lebar dan penuh dengan penerima tamu berjas dan bergaun tersebut.

Tentu saja!! Semua ini karena si berengsek itu telah mengambil sesuatu dari diriku dengan mudah di kamar terkutuk itu!!

Mengapa sih kau harus memasang pesonamu yang begitu memukau tersebut...?! Aku benar-benar sudah terpedaya olehmu!! Aku sudah lima tahun menjadi bonekamu, hanya karena aku kira kamu benar-benar suka padaku, sayang padaku, dan cinta padaku!! Bukankah kita sudah saling terbuka?! Kurang apa lagi coba hai bedebah berengsek penuh omong kosong!!

"Selamat datang"ucapan biasa diikuti dengan senyuman di muka akhirnya dapat aku lihat lagi. Salam-salaman pun juga kami lakukan, tapi kali ini aku sedikit keras saat menyalami mereka orang. Aku masih tak bisa mengendalikan diriku.

Dalam ruangan ini begitu besar dan megah. Gereja ini memang sudah dipakai banyak orang kristiani untuk menikah karena keelokan dan kecantikannya. Dan lebih cantik lagi saat aku lihat tiap tembok yang berwarna putih itu ditempeli banyak benda-benda yang menawan, seperti bunga-bunga yang segar-segar berwarna putih, sutra lebar dan panjang berwarna kuning yang di dibuat menempel antara tembok kiri dan kanan, disertakan suatu benda berwarna bulat yang tertempel di tengah-tengah kain sutra tersebut. Pastinya berisi kain-kain dan kertas-kertas kecil berwarna-warni, yang akan terbuka saat si berengsek dan pengantinnya sudah resmi menjadi suami istri.

Saat aku dan Jevera sudah bersalam-salaman, dan mengambil tempat duduk yang ada di paling kiri dan tengah, ia tiba-tiba mengatakan sesuatu padaku yang membuat jantungku menjadi berdetak-detak kencang.

"Elu masih gak rela ya kalau Jaka menikah?"tanyanya serius padaku.

"Gu-uuaa...."

"Udah ngomong ajah. Mereka masih belum datang ini soalnya. Kalau elu mang masih gak rela akan pernikahan ini. Gua akan senantiasa membantu elu."

"Loh?? Ada apa memangnya sama elu??"tanyaku kebingungan.

"Nanti diakhir acara akan gua kasih tau kok. Tenang ajah."

Kulihat tatapan matanya benar-benar serius. Ia benar-benar selalu menyimpan segala hal di dalam hatinya. Dan kali ini aku akan mengetuhui sedikit harta dalam hatinya tersebut. Oh mungkin bukan harta, tapi sampah-sampah yang sudah busuk dan tak pernah ia buang. Oh Jevera... ada apa dengan elu?!

Suara mobil sudah terdengar disertakan dengan suara-suara bising banyak orang di depan. Menandakan kalau mereka sudah datang dan siap untuk melakukan resepsi yang akan segera kami akhiri ini(tapi aku tak tahu bagaimana caranya. Karena Jeveralah yang akan memegang kendali kali ini).

Benda ini benar-benar membuatku tak nyaman sekali tiap aku duduk... Aku ingin cepat-cepat mengeluarkannya di waktu yang sudah diambil oleh Jevera.

(Bersambung)

Read previous post:  
18
points
(583 words) posted by antonsuryadi 8 years 41 weeks ago
60
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | kehidupan | sakit hati
Read next post:  
Writer redscreen
redscreen at Dibalik Gaun Hitamku (dua) (8 years 40 weeks ago)
40

iya, ada beberapa yg aneh,
misalnya tiba2 disebutkan kalau jereva punya masalah dgn ortunya, apa hubungannya dgn cerita ini?
terus kenapa tiba2 jereva yg mengambil alih rencana? 0,o

Writer redscreen
redscreen at Dibalik Gaun Hitamku (dua) (8 years 40 weeks ago)

iya, ada beberapa yg aneh,
misalnya tiba2 disebutkan kalau jereva punya masalah dgn ortunya, apa hubungannya dgn cerita ini?
terus kenapa tiba2 jereva yg mengambil alih rencana? 0,o

Writer d757439
d757439 at Dibalik Gaun Hitamku (dua) (8 years 40 weeks ago)
100

penulisan yg cukup ruwet...
Tak apa lah,
banyak hal yg ganjil bgt bgi pembaca nee

entr komen sesungguhna..