Obat "Penyakit Cinta"

Wawan : Kakang, punten teu ameng ! kukulintingan wae ayna tos plng deui (1)

Ali : ok. Teu sawios2 jang.ninggal antum shat walafiat ge tos bungah.
Met shaum nya, hmpura bilih aya klepatan. (2)

Wawan : hehehe. swalerna ! kakang bagaimana cara meredam penyakit cinta ? (3)

Ali : mnikah dgn yg dcintai

Wawan : hehehe. Jwbn yg aneh ? slain itu ?

Ali : mnikah adlh obat org jtuh cinta, kta ibnu jauziyyah* dlm bukuny
taman org jtuh cinta. Klo blum mampu, dsyariatkn dlm hadits*
u/ brpuasa n mnundukkn pandangan.

Wawan : sadaqta ya akhi. Tp bgaimana jka keadaan lngkngan yg mayoritas cewe ?

Ali : kurangi intensitas komunikasi.
Syetan slalu mbwt indah pandangan n ucapan.Snyum n rayuan adlh snjatany

Wawan : sadaqta ! hehehe ! slmat menempuh hidup baru ya kang

Ali : htur nuhun. Slamat brjuang mlawan gjolak nafsu d usia dwasa (4)

Wawan : hehehe

Itulah untaian sms antara Ali dan Wawan yang terjadi pada saat menjelang buka puasa 15 agustus 2010 yang lalu. Wawan adalah seorang pemuda yang berusia 21 tahun, sedang mengalami “masa – masa rawan” sebagai seorang remaja. Dilingkungan tempat ia bekerja, dikelilingi mayoritas wanita. Hal itu sempat membuatnya kesulitan menjaga hati dan menjaga diri. Ia pun mengirim sms diatas pada sahabatnya Ali yang ada di Bandung. Ali seorang pemuda yang selalu menemaninya ikut berbagai kajian agama islam di Bandung memang selalu dipercaya menjadi teman curhatnya bila mendapatkan masalah.
Kisah diatas bukan tidak mungkin sedang dialami remaja – remaja muslim lainnya didunia ini. Di zaman yang serba “terbuka” ini, dimana pergaulan antara laki – laki dan wanita sudah berbaur sedemikian rupa membawa beberapa efek negatif jika kita tidak bisa mengendalikan diri.

Di dunia nyata maupun dunia maya seolah tidak ada lagi sekat yang membatasi pergaulan manusia berbeda jenis tersebut. Hukum – hukum agama tentang tata cara pergaulan antara laki – laki dan wanita memang jarang dikaji secara luas.
Akibat dari pergaulan yang demikian bebasnya, tak jarang akhirnya timbul perasaan sayang, cinta, saling menyukai antar lawan jenis. Jika tidak dikendalikan dengan baik, perasaan ini bisa berujung pada hal – hal yang negatif. Namun jika hal ini bisa dikelola dengan baik, niscaya akan jadi sesuatu yang baik untuk mereka berdua.
Seperti sms pertanyaan dari Wawan diatas, ia bertanya tentang obat penyakit cinta.

Kenapa ia menilainya sebagai “penyakit cinta” ? bukankah cinta adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa. Ya, jika cinta telah merasuk kedalam dada sepasang pemuda pemudi lalu mereka melanjutkan hubungannya ke taraf Taaruf, khitbah dan walimah maka akan menjadi hal yang positif. Itulah cinta yang merupakan anugerah dari Yang Maha Kuasa.
Namun perasaan saling meyukai antar lawan jenis bisa juga berubah menjadi “penyakit cinta” jika akhirnya hubungan itu terus berlanjut ke taraf pacaran hingga terjerumus zina. Naudzubillahimindzalik.

Ya, menikah adalah obat dan solusi jitu untuk sepasang pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk asmara. Bukankah hal paling indah itu adalah jika kita bisa menikah dan hidup berpasangan dengan orang yang kita cintai ? subhanallah. Solusi islam memberikan jawaban yang sempurna untuk kebahagiaan pasangan tersebut.

Namun bagaimana jika belum mampu menikah dengan berbagai alasan ?
Seperti Wawan juga yang bertanya hal ini pada Ali di sms diatas, jawabannya adalah dengan berpuasa dan menundukkan pandangan. Jawaban ini merujuk pada hadits berikut ini : Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra :

Dari Alqamah ia berkata: Aku sedang berjalan bersama Abdullah di Mina lalu ia bertemu dengan Usman yang segera bangkit dan mengajaknya bicara. Usman berkata kepada Abdullah: Wahai Abu Abdurrahman, inginkah kamu kami kawinkan dengan seorang perempuan yang masih belia? Mungkin ia dapat mengingatkan kembali masa lalumu yang indah. Abdullah menjawab: Kalau kamu telah mengatakan seperti itu, maka Rasulullah saw. pun bersabda: Wahai kaum pemuda! Barang siapa di antara kamu sekalian yang sudah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia menikah, karena sesungguhnya menikah itu lebih dapat menahan pandangan mata dan melindungi kemaluan (alat kelamin). Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penawar bagi nafsu. (Shahih Muslim No.2485)

Puasa yang dimaksud dalam hadits nabi diatas jangan diartikan sempit hanya menahan lapar dan haus saja. Dalam kondisi pergaulan yang serba bebas ini, menjaga hati akan sulit dilakukan jika kita terlalu bebas berkomunikasi dengan lawan jenis. Maka dari itu, “puasa lisan dan tulisan” mutlak dilakukan untuk meredam perasaan saling menyukai antar lawan jenis. Maksud dari “puasa lisan dan tulisan” terutama jika kita berkomunikasi dengan lawan jenis lewat dunia maya (situs pertemanan seperti FB,FS,Multiply,Blogger,Twitter,dll). Banyak orang – orang yang suka menulis komentar dan tulisan dengan kata – kata indah hingga merebut simpati dari lawan jenisnya. Berawal dari simpati itulah biasanya akan membuat seseorang tergoda untuk meningkatkan hubungan pertemanannya menjadi “bukan sekedar teman biasa”.

Insya Allah walaupun kita tinggal di lingkungan yang dikelilingi lawan jenis, jika bisa mengurangi komunikasi untuk hal – hal yang penting saja (dalam arti puasa lisan dan tulisan) maka kita bisa membentengi diri kita dari hal – hal negatif.

Dibulan ramadhan yang mulia ini , mari kita bermuhasabah sejenak. Luruskan niat saat berselancar di dunia maya. pakailah untuk hal – hal yang positif saja. Ingatlah bahwa sekecil apapun perbuatan kita, akan dimintai pertanggung jawabannya diakhirat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya.

Terjemah Bahasa Sunda :
(1)kakang = Abang/Kakak/Panggilan untuk orang yang lebih tua usianya
maaf tidak main dulu ! pergi kesana kemari terus, sekarang sudah pulang lagi
(2)ok. Tidak apa – apa adik. Melihat anda sehat walafiat juga sudah senang. Selamat berpuasa ya.maaf jika ada kesalahan
(3)sawalerna = sebaliknya
(4)hatur nuhun = terima kasih

*nama Lengkapnya Al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyyah penulis buku Taman Orang - Orang Jatuh Cinta.

Untuk sahabat yang sedang dilanda jatuh cinta, silahkan klik link berikut :
http://griyabukuislam.wordpress.com/2009/07/29/taman-orang-orang-jatuh-c...

http://dewandri19.blogspot.com/2010/08/obat-penyakit-cinta.html

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer akhi_andri
akhi_andri at Obat "Penyakit Cinta" (8 years 26 weeks ago)

nggak, tp taaruf :)

cekidot :http://dewandri19.blogspot.com/2010/12/sambil-menyelam-cari-mutiara-kisah.html

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Obat "Penyakit Cinta" (8 years 26 weeks ago)

betul ^_^b, sepakat..
harus kah dia berterus terang tentang masa lalunya??

Writer akhi_andri
akhi_andri at Obat "Penyakit Cinta" (8 years 26 weeks ago)

masa lalu tidak perlu diterangkan
namun jika ditanyakan,baru diberi tahu

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Obat "Penyakit Cinta" (8 years 27 weeks ago)
100

tidak pacaran????????????????
salam.... :)

Writer akhi_andri
akhi_andri at Obat "Penyakit Cinta" (8 years 26 weeks ago)

tidak
dalam islam tak ada pacaran