I am Sam

“George, dimana Sam? Apa dia lupa kalau hari ini dia mulai sekolah?”

“Aku Sam... George baru saja bangun dan berlari kekamar mandi”

Aku mengambil sebuah piring berisi setangkap roti panggang dari meja makan. Aku mendekatkannya ke hidungku dan mencium aromanya. Ternyata bukan punyaku, lagi-lagi ibuku manaruhnya disisi yang salah. Seharusnya roti panggangku berisi selai kacang, bukan selai strowbery. Roti panggang dengan selai strowbery adalah kesukaan George. Aku segera menukarnya dengan piring satunya dan membawa serta segelas susu ke ruang keluarga.

“Sam...Makanlah di meja makan!” Teriak ibuku. Aku pura-pura tak mendengar dan mulai memencet-mencet remot TV mencari acara kesukaanku. Ibuku tahu aku tak mengindahkan perintahnya. Lalu dia mulai mengoceh dan menyebut-nyebut ayah. Aku tidak begitu jelas dengan apa yang dibicarakan ibuku. Dia sedang berada di dapur sekarang dan suaranya kalah dengan suara Tom & Jerry di TV. Tapi aku tahu apa yang sedang dikatakannya sekarang. Pasti tentang ayah yang katanya membawa pengaruh buruk untukku. Ayahku adalah alasan yang tepat untukku untuk tidak melakukan apa yang diperintahkan ibuku padaku. Ketika ibuku menyuruhku mandi aku akan menjawab áyah juga belum mandi’.

“bu, dimana ayah?” Aku baru sadar aku belum melihat ayah dari tadi, padahal seharusnya dia sudah lebih dulu duduk disini.

“Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali karena ada sesuatu yang sangat penting dikantornya” aku bergeser sedikit memberikan ibuku ruang untuk duduk ketika dia sudah berdiri dihadapanku.

“Sesuatu apa?”

“Cuma masalah pekerjaan. Teruskan saja sarapanmu!”

“Lalu siapa yang akan mengantarku ke sekolah?”

“Aku yang akan mengantarmu” aku memutarkan kepalaku kearah datangnya suara. Aku sangat senang ketika apa yang kukira ternyata benar.

“Bibi Lucy” aku hampir saja terjatuh karena salah satu kakiku tersandung kaki ibuku ketika aku akan berlari untuk memeluk bibi Lucy.

“Kapan kau datang? Dimana paman Jhon?”

“Tadi malam. Paman Jhon pergi keluar kota untuk urusan pekerjaan. Jadi untuk sementara aku akan tinggal disini”

“Apakah urusannya sama seperti urusan ayahku. Dia juga pergi pagi-pagi sekali karena urusan pekerjaan”

“Tentu saja berbeda Sam, ayahmu dan paman Jhon bahkan tidak bekerja ditempat yang sama” aku seperti orang bodoh ketika ibuku berkata seperti itu.

“Oh ya, kenapa kau tidak membangunkanku semalam?”

“Karena aku tahu kau mulai sekolah sekarang, aku tak mau kau bangun kesiangan. Ngomong-ngomong dimana George?”

“Mungkin dia sedang mengeringkan celananya”

“Kenapa?”

“Mungkin dia mengompol”

Kemudian kami bertiga tertawa.

“Bruakkkk” Mata kami bertiga tertuju pada kamar mandi. George membanting pintunya terlalu kencang. Dia terlihat sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk dan berjalan menuju kamarnya.

“Hi George!” Bibi lucy menyapa George.

George terlihat kaget. Dia segera menutupi bagian kemaluannya dengan handuk yang sedari tadi digunakan untuk mengeringkan rambutnya bukan menutupi tubuhnya yang telanjang.

“Hi bibi Lucy” Suaranya sedikit terbata. Pipinya memerah karena malu. Dia buru-buru masuk ke kamarnya.

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Redo Rizaldi
Redo Rizaldi at I am Sam (8 years 33 weeks ago)
70

Seperti judul salah satu film favorit ku :)

Writer salazar
salazar at I am Sam (8 years 34 weeks ago)
30

yo, ditunggu lnjutannya

Writer kavellania
kavellania at I am Sam (8 years 38 weeks ago)
70

ehmm bersambung yaa
belum ada konflik yg berarti

Writer Celestyn
Celestyn at I am Sam (8 years 38 weeks ago)
80

ini cerita bersambung yaa??
Kalo iya ditunggu lanjutannya.
Salam kenal.

Writer dahan
dahan at I am Sam (8 years 38 weeks ago)
70

lumayan