September Ceria 2010 : Dongeng Pare yang Pahit

September Ceria 2010 : Dongeng Pare yang Pahit

Bunyi sendok beradu dengan piring terdengar memenuhi ruang makan. Kenzie menatap mamanya dengan mata penuh harap “Ma, parenya untuk mama aja yah,”
Mama yang sedari tadi sedang berbicara dengan papa menoleh dan mengelengkan kepala. “sudah berapa kali mama bilang, habiskan sayurannya,”

“Kenz uda makan sayur kok. Hanya saja pare kan bukan termasuk sayur,” Kenzie memasang muka cemberut.
“Papa juga tidak makan pare,” ucapnya. Langsung saja papa mengambil telur dadar pare yang tersedia di piring saji dan memakannya dengan lahap, sebelum mama menatap dengan tatapan “Nah apa kubilang, beri contoh yang baik.”

“Papa makan kok. Nih enak banget,” ucap papa.
“Kalau begitu telur dadar parenya Kenz untuk Papa aja deh. Papa kan suka,” Kenzie mengambil kesempatan dan meletakkan di piring Papa.

Mama menghela nafas panjang dan menatap keduanya. “Kenz nanti mama akan menceritakan dongeng untukmu. Sekarang kamu selesaikan PR dan segera gosok gigi,”

Kenzie sangat gembira karena mama tidak marah padanya. Pare memang sangat pahit dan Kenzie tau dia tidak suka dengan sayuran itu. Entah mengapa mama sangat suka memasak telur dadar pare. Mengapa tidak bikin telur dadar sosis atau keju saja, pikirnya dalam hati. Kenzie segera membereskan piring makannya dan meletakkan di tempat cucian.

Kenzie sudah selesai menyelesaikan PR bahasa inggris, kemudian dia mengosok gigi. Setelah itu dia berlari menuju kamar dan menganti kaos oblong dengan piyama tidur bergambar penguin of Madagascar. Kenzie tidak sabar menunggu mama membacakan cerita sebelum tidur.

“Sudah siap untuk mendengarkan cerita?” Mama duduk di tepi tempat tidur.
“Siap! Malam ini cerita tentang apa ma?” Kenzie yang sudah duduk di kelas dua SD ini paling menyukai cara mamanya membacakan cerita.

“Dongeng tentang Pahitnya Pare,” muka Kenzie ditekuk, matanya menatap mamanya dengan kesal.
“Ah, tidak lagi! Tidak mau tentang pare lagi,” rajuknya.
“Mau tahu mengapa pare begitu pahit?” mama berusaha memancing perasaan ingin tahu Kenzie.

“Memangnya dulu pare tidak pahit?” Kenzie akhirnya terpancing pertanyaan mamanya.
“Dulu pare tidaklah pahit. Dia buah yang sangat manis dan cantik,” mama menunggu pertanyaan Kenz
“Manis? Cantik? Mama tidak lihat pare itu jelek! Bentuknya aneh dan bikin perut Kenz geli,” wajah Kenz menunjukkan ekspersi jijik.

“Dulu pare rasanya sangat manis, dia sangat disukai semua orang. Bentuknya yang mulus, berwarna hijau terang dengan garis-garis berwarna merah terang membuatnya terlihat cantik. Pare yang manis itu tumbuh di pekarangan rumah keluarga Marina,”
“Marina adalah anak perempuan berusia 9 tahun yang sangat kesepian. Ayah dan ibunya sudah meninggal dan sekarang dia tinggal bersama paman dan bibinya,”

“Pasti paman dan bibinya suka memukul Marina kan, teganya!” Kenzie menyela ucapan mamanya.
“Bukan seperti itu ceritanya.” Sahut Mama.

“ Paman dan bibinya berusaha mengasuh Marina dengan baik, hanya saja Marina terlalu pendiam. Dia suka menyendiri dan meratapi nasibnya. Dia merasa hidupnya begitu pahit, semua penderitaan datang bertubi-tubi.”
“Wajah Marina memang tidaklah cantik, wajahnya terbakar saat terjadi kebakaran yang merenggut ayah dan ibunya. Anak-anak disekitar rumahnya selalu mengejek Marina, bahkan sepupunya juga tidak menyukainya. Paman dan bibinya berusaha melakukan apa saja agar Marina lebih percaya diri,”

Kenz mengangkat tangan, itu tanda dia ingin berkomentar. “Mengapa tidak operasi plastic saja?”
Mama tersenyum. “Jaman dulu belum ada operasi plastic Kenzie sayang, sekarang boleh mama melanjutkan?” Kenzie mengangguk.

“Suatu hari Marina menyendiri ke kebun di pekarangannya. Marina menatap buah pare yang sudah ranum. ‘Hidupmu sangat enak buah pare, tidak seperti aku. Aku jelek dan selalu mengalami kepahitan hidup,’ keluh Marina" mama menirukan suara Marina kecil yang sedih.

"Marina mengusap airmatanya 'Ayah dan ibuku meninggal saat kebakaran. Dan lihat wajahku sangat jelek, berkeriput dan kulitnya tidak mulus. Kulitmu mulus dan cantik,’ ucap Marina diantara tangisnya" Kenzie tersenyum saat mama terus meniru suara anak kecil.

"Pare mengusap rambut Marina dengan daunnya 'Anak-anak membenciku, mereka meneriaki aku monster. Melihat wajahku saja mereka jijik dan aku benci dengan hidupku. Aku ingin hidup yang indah, penuh cinta dan terasa manis,’ teriak Marina"

“Pare menatap Marina. Dia begitu sedih melihat kepahitan hidup Marina. Dia tumbuh bersama dengan Marina kecil, setiap hari Marina kecil selalu bermain di kebun dan menyapanya. Sejak kebakaran itu Marina tidak lagi tersenyum manis, hanya ada air mata dan keluh kesah yang Pare dengar,”

Mama melihat Kenzie menguap. “Sudah mengantuk?” Kenzie segera mengeleng.

“Esoknya Pare berdoa kepada Tuhan, sang pencipta yang maha pengasih. ‘ Tuhan yang maha pengasih berikanlah kebahagiaan kepada sahabatku Marina. Dia sudah mengalami banyak kepahitan dalam hidupnya. Kalau saja aku bisa, aku ingin berbagi kepahitan hidupnya.’ Ternyata doa Pare didengar oleh Tuhan,”

Kenzie semakin penasaran.

“Tuhan bertanya kepada Pare.’ Bila aku mengambil rasamu yang manis dan rupamu yang cantik untuk ditukarkan dengan kepahitan hidup Marina, apakah kamu bersedia?’ Pare mengangguk”
“Pare menatap langit dan berkata ‘Aku bersedia.’ “
“Tuhan bertanya sekali lagi,’Apakah kamu tidak akan menyesal saat semuanya tidak menyukaimu lagi? Saat bentukmu terlihat jelek dan rasamu menjadi pahit sepahit kehidupan Marina?’ tanpa keraguan Pare mengangguk”

‘Aku akan menjalani hidupku dengan penuh syukur kepadaMu Tuhan. Dan selalu mengingat bahwa pengorbananku demi memberi keceriaan pada hidup Marina,’

Kenzie begitu bangga dengan Pare yang baik hati. “Lalu?”

“Tuhan mengabulkan permohonan Pare. Dia memberikan rasa manis kepada Marina. Dan membuat rupa Marina terlihat cantik. Esok paginya Marina berteriak penuh sukacita. Wajahnya terlihat cantik dan manis. Dia berlari mengelilingi kebun dan bernyanyi penuh kegembiraan.”

“Marina berhenti saat melihat sebuah tanaman merambat yang tidak pernah dia lihat. Tanaman itu terlihat bersusah payah melilitkan sulurnya untuk dapat naik dan mengecap matahari. Marina melihat buah dari tanaman itu. Bentuknya jelek dan keriput, mengingatkannya pada wajah nenek-nenek tua. Marina menyentuh buah itu dan memetiknya sebuah dengan wajah yang jijik. Dia mencium bau langu dan saat mengigit, hanya rasa pahit yang ada.”

Mama menatap Kenzie yang sudah menguap lagi.

“Marina melempar buah itu dan tidak pernah menemui sahabatnya si Pare lagi. Suatu saat desa Hulu diserang oleh penyakit cacar air. Setelah sembuhpun tubuh mereka masih banyak sisa koreng dari cacar air. Wajah Marina yang cantik jadi penuh dengan bercak dan koreng cacar air,”

“Pare terlihat sedih, namun dia ingat perkataan Tuhan padanya. Kemudian dia membisikkan kepada Marina yang siang itu menangis di sampingnya.’Marina ambillah daunku, tumbuklah dan tempelkan pada bekas cacar airmu. Yakinlah, bekas itu akan hilang dan kamu akan kembali cantik’ ”

“Apakah Marina tahu kalau Pare juga membantu dia agar terlihat cantik sebelumnya?” mama mengeleng saat Kenzie bertanya.

“Marina menatap Pare dengan tidak percaya. ‘Kamu jelek dan pahit, bagaimana mungkin bisa menyembuhkan bekas cacar airku?’ Pare tersenyum”

“Dia berkata pada Marina, ’Saat aku melepas rasa manis dan kecantikanku Tuhan yang maha pengasih telah menganugerahkan berbagai manfaat kepadaku. Salah satunya adalah aku sangat berguna untuk membuat kulitmu tetap indah.’ Pare berharap Marina percaya padanya”

“Kemudian Marina mengambil daun pare dan menumbuknya. Dia menempelkan pada bekas cacar airnya. Dalam seminggu wajahnya kembali mulus dan cantik, begitu juga penduduk desa yang lain. Mereka berterima kasih kepada Marina yang member mereka obat yang mujarab.”

Kenzie kembali memotong cerita mama “Mengapa bisa begitu? Seharusnya mereka berterima kasih kepada Pare, dasar manusia,” Mama tersenyum
“Kamu manusia atau bukan?” Kenzie mengangguk dan tertawa.

“Marina menceritakan kepada penduduk desa bahwa buah yang pahit dan jelek itu yang memberi tahu dia tentang obat mujarab. Marina menemui Pare dan berterima kasih padanya.”

“Marina merasa kalau dia sudah mengenal tanaman ini sejak lama ‘Aku harap kita dapat bersahabat, dan kalau boleh aku tahu siapa namamu buah yang pahit?’ Tanya Marina kepada Pare.”

“Aku Pare!” teriak Kenzie.
“Ya, kamu betul Kenz sayang,” sahut Mama dengan senyumnya yang manis.

“Saat Pare mengatakan kalau dia adalah Pare sahabat Marina yang dulu. Marina begitu terkejut. ‘Tidak mungkin, kamu adalah Pare’ ucap Marina.‘Pare sahabatku yang dulu adalah buah yang manis dan cantik’, ucap Marina lagi.”

“Pare begitu senang, ternyata Marina menganggapnya sebagai sahabat. ’Aku telah berubah dan masihkah kamu mau berteman denganku?’ Pare bertanya kepada Marina. Marina pun memeluk Pare dan tersenyum, ‘Pasti aku mau berteman denganmu.’ Sahut Marina”

Kenzie kembali menguap, kali ini matanya juga semakin berat. “Cepat ma, lanjut lagi. Aku mau tahu, Marina tahu tidak kalau dia bisa cantik dan manis karena pengorbanan Pare,”

“Marina terus bersahabat dengan Pare. Dia menjaga Pare agar tetap tumbuh dengan baik. Semakin lama Marina semakin tahu kalau Pare sangat bermanfaat walaupun dia pahit. Tuhan menganugerahkan banyak manfaat di dalam sebuah Pare. Dan hingga saat ini Pare tidak pernah memberi tahu Marina maupun keturunannya kalau dia telah menolong Marina dengan mengambil kepahitan di dalam hati Marina,”

Mama menutup ceritanya dengan senyum yang sangat hangat.
“Ah tidak seru. Seharusnya Marina tahu kalau bukan karena Pare dia tidak akan menjadi cantik. Dia pasti terus berkeluh kesah dan meratapi hidupnya,” Kenzie memprotes.
“Tidak, tindakan Pare itu benar. Saat kita menolong sesama, kita tidak pernah boleh menceritakan atau mengharapkan balasan,” Mama mengusap rambut Kenzie.

“Jadi apa pelajaran kita malam ini?” tanya Mama.
“Kita harus menghargai sesama walau bagaimanapun rupanya. Menolong sesama tanpa mengharapkan balas jasa,” ucap Kenzie yang disambut dengan anggukan setuju dari mamanya.

“Jadi, setelah ini Kenz mau makan pare? Pare itu sangat baik lho, baik untuk kesehatan.” tanya Mama.
Kenzie tersenyum lebar, “Akan aku usahakan. Aku tidak berjanji akan menyukai pare, tapi setidaknya aku tidak akan memandang remeh dan jijik lagi terhadap pare. Setidaknya sepotong atau dua potong masih bisa dinegosiasikan,”

Mama menepuk bantal dan mengecup Kenzie “Selamat tidur sayang. Besok mama masak pare lho,”
“Ah, tidak lagi. Tidak perlu secepat itu kan, ma,” Kenzie menatap Mama.
“Satu dua potong, sesuai negosiasi,” Mama tersenyum dan menutup pintu kamar.

Kenzie menarik selimut dan langsung terlelap. Dia bermimpi bertemu Marina kecil dan menceritakan kisah Pare kepada Marina.

Read previous post:  
109
points
(701 words) posted by cat 11 years 29 weeks ago
83.8461
Tags: Cerita | dongeng | bohong | cat | hidung | ibu | pinokio
Read next post:  
80

*negosiasi (kata itu terkesan rada "berat" buat anak2, he)
Saya juga ga doyan pare. Kayaknya banyak sayuran lain yang rasanya lebih bersahabat hehehe. Tapi membaca cerita ini saya jadi termenung. Yah, kalau satu-dua potong aja mungkin bisa dinegosiasikan, hihi...

80

Cerpen recomended by duniamimpigie
http://www.kners.com/showthread.php?t=1270&page=4
.
udah didongengin ke anaknya belom nie??? hohoho

Cerita ini terinspirasi dari anakku yang ndak doyan pare.

baunya, rasanya dan bentuknya yang jelek.

Kenz ndak mau dongeng ini.

dia request dongeng ttg Mobil Jeep besar aja ..#cape deh anak-anak sekarang.

wkwkwk ..

thx Gie telah merekomendasikan cerpenku.

100

Sukaaaaaaa >///<
Bu Cat, bikin yang kayak beginian lagi~~~ *ngerayu*

saya ... sudah lupa cara mendongeng .. karena terkontaminasi dgn cerita romnatis wkwkkw

... Sama ky saya =_='
ahir" ini bikin cerita fantasi angst mulu, pake bahasa ribet dan berat mulu, jadi lupa cara bercerita sederhana bwt anak" huhuhuhu... >_<

100

Kak Cat pintar mendongeng^^
(tapi saya benci pare, huhuhu T.T) _ anti pahit tapi mamaku suka banget masak pare juga. Kalo ketemu pare aku lari ga mau itu >< hehe^^

he5 .. dari kecil emang hobi ma dongeng n cerita anak -bahkan ampe uda jd emak-emak.

pare emang pahiit ... tp kalo di dadar telur lumayan enak kok.

biar pahitnya ilang dikit (berkurang), di remas2 pake garam lalu cuci bentar.

ha5 , tips memasak .. wkwkwk

Yay ^^ tips memasak :D
saya suka masak tapi ga pernah dadar pare, hihi.. mau coba resepnya kak cat ah ^_^

mari memasak. eh katanya nana mau bikin cerita ttg memasak yak ..
ikutan dunk wkwkwk

tukaran resep yuk kak (oot ke masakan^^) hihi..
cerita masak yang nana punya kalo ga salah untuk ssus kak, hehe (blom lihat yg lainnya) ^^

he5 .. keknya baru rencana - mari kita todong Nana
Kumiko siapkan senjata AK 47 mu
*siapin chainshaw wkwkwk

wahaha.. nana bakal lari kak kalo ditodong XD

wkwkwk .. kalo gitu kamu kepung dari belakang, aku serang dari depan ha5

*biang rusuh kita yak

boleh kak, boleh XD
*iya kak, kalo bahasa makassar parusuh (ceceku srg sekali sebut saya parusuh) wahahaha

Wkwkwk, ternyata target kita yg berikutnya si nana yak ha5.
Parusuh kamu ni.
Ha5 terlalu byk rencn, wkwk.
Satu kolab jak blm beres ha5.

80

ciciiiiii..... muaaaaaach...

itu kata "plastic" mu...

itu PR Bahasa Inggris dariku kemarin kah??? *hakhakhak...

Muach too mei2 wkwk.
Kenz titip big hug buat ii (aunty) dewix.

Tuh kata uda aku ketik pake K. Tp bandel bgt pasti berubah jd C. Thx tar tak edit.

Ya bu guru, pr nya uda selesai. Wkwk, besok jgn byk2 ya pr nya.
Kata mama, dia nda ngerti boso inggris. Ngerti e boso jowo wkwk.

Aku tgu cernak mu. Go dewi go go

100

Padahal pare itu lumayan enak kok..

pare emang enak bro, tp coba anak kecil kamu suruh makan.
mereka baru gigit dikit aja uda di muntahkan.
ada bau langu dan pahit yg dianggap makanan tidak enak.

sebenarnya kalo di olah dengan baik. misalnya di garami dulu lalu di bilas baru di masak tidak akan terlalu pahit, wkwkwk jd bagi2 tips memasak pula

thx uda singgah.

ikutan september ceria yukz.

jelas tidak suka sih. Jadi ngebayangin pare.

100

wah cerita bagus banget, saya masih pemula nggak bisa bikin kayak diatas... hikz masih belajar menulis

Thx atas kument nya.
Mhn saran n kritiknya.

Mari belajar bersama. Dan ikutan event september ceria yukz.
Pajang dulu,tar bisa sambil edit he5.
Practices makes perfect.

90

boleh gak...aku aktif di stories...
trims

silahkan aktip di mana pun kamu mau.

ikutan event september ceria juga yah. bikin cernak dan sapa tau kamu bisa memenangkan sebuah novel karya sefryana khairil

bikin cerita dan akan kami kument.
tp ndak boleh kument isinya sama semua? he5 ..

practices makes perfect bro.

100

wah, kalau respon yang di kasie dongeng gak kayak kenz gimana? Aku selalu diem kalau lg di dongengin, besoknya sebelum dongeng lagi baru nanya. Biasanya jugak dah molor duluan sebelum dongeng selesai.

tergantung si pendongengnya dunk. bagaiman cara membuat meriah tuh suasana.

teknik dan keahlian mendongeng juga bukanlah hal mudah lho.

yupz bener tuh soal keahlian mendongeng. Daripada kayak daku, cuma 817 kata. Gak masuk kualifikasi. Itu juga dah memaksa kalo menurutku.

100

waaah, keren kak :D
tapi kenzie hebat ya sudah tahu kata negosiasi xD
eh, tapi diantara semua sayur pahit ku paling suka pare lho,
apalagi kalau dibikin pedas ^v^
ku titip promosi lagi ya kak,
http://id.kemudian.com/node/246992
terima kasih :D

wkwkwk .. ini mah Kenzie dalam imajinasiku. Aslinya dia baru 2 tahun he5 ..

pare itu enak lho ..

silahkan promosi ...

90

Hihihi, hebat kak cat, kalau ikut lomba, jadi kandidat pemenang lho XD XD
.
Tapi pas denger kalau si marina itu pahit dan si pare manis, entah kenapa saya udah nebak bakal tukeran nasib :D
.
Semoga Kenzie suka kak cat, goodl luck ^^

Wkwkwk, memang sengaja dibuat agar mudah di pahami anak kecil.
Iktan september ceria yah.
N gut luck dgn ujian2 yg menyenangkan itu wkwkwk.
Dulu mah aku malas belajar.

Kenzie nda suka makan. Nah itu yg bikin sy pusing wkwk.
Thx sudah singgah maxie.

hmmm deadlinenya sampai kapan sih, kalau lewat dari kamis depan mungkin saya bisa :)
.
Oh ya, cerita dikit tentang kenzie dong , hobinya apa, sisi baiknya gimana, sifat yang harus diperbaiki gimana.
.
Hehehe, riset untuk bikin cerita yang akan tembus menang XD XD
.
*kabur sebelum ditimpukin sendal cap pare gara2 curang*

Aku timpuk pake bakiak aja yah .. wkwkwk

Dead linenya ampe tgl. 20 Sept 2010 .. mudah2an terkejar yah.
Di tunggu cerita yang akan tembus menang itu he5 ...

anakku baru 2 tahun Maxie .. jadi semua sifatnya bikin sebel wkwkwk .. nuakallll ..
kamu mau melamar jadi babysitter?

langsung aku terima lho

100

hahha
sebagai motivasi agar makan pare ya?

Yup. Biar pare nya kelhtan hebat n menarik wkwk

100

Akh! Aku jg kurang suka pare. Tp sedikit2 kadang suka juga mencicipi.

Cerita yg manis. Penuh dg pesan moral.

Nanti pengen juga ikut lomba ini kalo sudah nemu idenya...

salah satu caraku di masa kecil. kalo ndak suka sayur, aku bikin cerita ttg sayuran itu he5 ...

nanti ikutan september ceria yah http://www.kners.com/showthread.php?p=15329

100

ini tidak untuk ikut lomba. Cat cuma mau bikin rame september ceria saja. lagipula cerita ini emang uda Cat niatkan untuk hadiah kepada Kenz he5 ...

mohon singgah yah

sayang banget ya, Tante, ini gak bisa ikutan buat lomba?

*ngegodainmodeON

Ahak hak hak

Om chi tak toyor n timpuk pake pare br nyahok.

Aku nantangin om chi, buat 1 cernak jg dunk wkwk.

Ammpuuunnn, Tante. Saia gak mau makan pare. Ahak hak hak. Jadi, inget waktu ortu saia nyobain jadi petani pare. Saia ikut nanem sampe panen tuh buah sayur kek mentimun. Tapi, lebih enak timun siy. Hohoho.

Oh, Tante mo nantangin? Ahak hak hak. Gak ditantang jugak, saia mo ngirim atuk aja. Yg pasti ini bukan karena lomba atau sebagainya. Cuman buat ultahna Kenzie, Tante.

Hehehe. Biar kelak, doi tau ada seseorang di Medan ini yg pernah ngebikin doi atuk cerpen.

Syukurlah klo ada di e-bookna ntar

Ahak hak hak

Jangan Melarikan diri *Mengejar Om Chi sambil melempar senjata rahasia bom pare .. wkwkwk - emang ada???

aku paling hobi nanem pare. mudah ditanam n berbuahnya cepet banget. Ma buah Keribang juga .. ntah apa nama kerennya.

Aih .. aih .. terima kasih kadonya Om Chi (*kiss sayang dari Kenz - mulut penuh pepaya - wkwkwk)

ha5 .. kan tugas nge e-book in ada padamu
Aku juga nitip dongengku yah wkwkwk.