September Ceria : Kucing Kecil

Udara siang yang panas. Terasa lebih panas karena belum makan seharian. Tubuhku bau, kotor dan ada beberapa luka cakar. Ini jauh sekali apa yang disebut dengan petualangan. Tidak. Aku tidak sengaja berpetualangan. Dulu aku kucing rumahan. Pemilikku yang dulu tiba-tiba mengidap alergi. Bulu-buluku membuatnya sakit.

Ya, aku jenis kucing kampung tanpa nama -ah kau mau memberiku nama?-. Pemilikku yang dulu melepaskan aku di pasar. Mungkin ia bermaksud baik. Ia tidak ingin aku kelaparan. Pasar. Tempat semua makanan di jual. Tempat ikan dan daging.

Tapi manusia tidak tahu. Pasar punya kebiasaan. Kucing-kucing pasar punya aturan. Jadi untuk ukuran kucing rumah sepertiku, pasar bukan tempat yang baik.

Sebagai contoh agar kalian mengerti apa yang kumaksudkan, begitu aku dilepaskan di pasar dengan berat hati aku mencari tempat teduh untuk bermalas-malasan. Perutku sudah kenyang sebelum dipaksa tangkap dan di bawa ke pasar. Jadi aku tidak begitu tertarik dengan bau ikan mentah dan daging segar. Lagi pula aku tidak terbiasa makanan mentah. Belum satu menit aku melingkarkan tubuh di bawah meja tukang jual sayur, tubuhku terlempar dengan keras ke dekat selokan.

”Uh kucing bau! Pergi sana!” kaki kecil penuh luka garuk menendangku.

Ku lihat ia tersenyum lebar dan melanjutkan perjalanannya menjual kantong kresek. Aku mengeluh pelan. Dan beranjak dari sana. Selokan itu penuh campuran bau yang tidak karuan. Lalu aku melihat sekumpulan kucing. Mereka duduk santai di atas meja jualan yang kosong. Aku berlari-lari ke arah mereka. Senang hatiku ingin bergabung bersama. Belum sempat aku sampai tujuan, cakar tajam meninju kepalaku keras.

Aku bersuara marah.

Satu lagi cakar putih mengincar bagian kiri kepalaku, aku mengelak dan balas menerkam si pembuat onar. Ia bertubuh lebih besar dan penuh luka-luka. Segera saja aku kalah dan penuh luka. Akhirnya dengan tertatih-tatih aku menemukan tempat yang sepi.

Namun, baru saja aku meletakkan ekorku, cipratan becek hitam mengenai tubuhku. Itu belum seberapa. Berhari-hari kemudian aku sering sekali kelaparan dan kedinginan karena diguyur orang.

Lalu aku bertekad untuk keluar dari daerah pasar.

Berpetualangan mencari rumah yang mungkin saja mau menerimaku.
Dari cerita-cerita yang kudengar, berpetualangan itu sungguh menakjubkan. Senangnya bertemu dengan orang-orang yang harum dan wangi. Serunya berlari-lari di bawah mobil yang berlari kencang. Kemudian saat lapar mendapatkan belas kasihan dari penjaga rumah makan.

Ternyata tidak semudah itu. Tidak semenarik yang kubayangkan.

Aku sempat di kejar-kejar oleh tikus got yang dua kali lebih besar dari tubuhku. Disiram air panas oleh tukang jaga rumah makan. Bulu-buluku banyak yang rontok. Sepertinya aku mengalami luka bakar ringan.

Belum lagi sengaja dilemparkan ke tengah jalan oleh seorang anak. Ia tak sengaja kucakar. Saat itu ada mobil yang melaju hingga hampir-hampir saja aku ditabrak. Lalu ada sekawanan kucing liar yang suka merebut makanan. Beberapa anjing yang hobinya menyalak. Membuatku gemetar. Juga masalah yang paling utama, rasa lapar dan letih. Aku kepanasan siang dan menggigil saat malam tiba.

Tapi aku tidak mau mati kelaparan. Seekor kucing hanya akan mati karena tua atau ditabrak mobil. Yah, itu yang seringkali terjadi pada kelompok kami. Jadi aku terus berjalan, berlari dan mengeong.

Aku mengendus harumnya makanan dari sebuah rumah berpagar putih. Sejenak aku enggan untuk masuk. Tubuhku masih sakit. Aku tidak kuat jika ada lagi yang berniat menendangku. Namun bau makanan dari dalam rumah itu terus tercium.

Kuputuskan untuk masuk. Paling tidak aku mencoba.

Jarak antara pagar dan rumahnya cukup jauh. Itu membuatku berpikir bahwa jangan-jangan bau makanan tadi hanya imajinasiku saja. Aku memanggil tuan rumah yang tidak kukenal namanya. Aku mengeong. Satu kali, dua kali, berkali-kali...tidak ada yang menjawab.

Aku berjalan ke belakang mencari pintu rumahnya yang lain. Ada! Aku kembali bersuara. Belum tiga kali aku mengeong, pintu belakangnya terbuka lebar. Seorang ibu-ibu tua yang tidak gemuk memandangku dengan penuh curiga. Aku mengeong sekali lagi. Kali ini selain ibu tua itu, keluar seorang anak kecil dengan rambut keriting tipis yang menjulang ke atas.

”Waaa Kucing Kecil! Kasian ya, Oma. Sebentar-sebentar...”
Ia berlari ke dalam. Aku berjalan mengikutinya namun ditarik keluar dengan halus oleh Oma.

”Sabar. Tunggu saja Hurina di sini,”senyum Oma padaku.

Oh, nama anak kecil itu Hurina?

”Makan-makan. Ayo Kucing Kecil, makan yang banyak...”Anak perempuan kecil dengan kulit putih dan rambut keriting jigrak itu meletakkan piring kecil warna hijau di depanku.

Aku mencium bau ikan goreng dicampur nasi panas. Menggiurkan. Tapi aku tidak segera makan. Aku berhati-hati. Aku tidak ingin saat makan dengan lahap, tubuhku tiba-tiba sudah berada di dalam karung. Seperti dulu.

Hurina mengelus kepalaku. Hanya sekali, karena setelah itu tangannya dipegang omanya.

”Tidak pegang-pegang kucing, Hurina. Liat, kucingnya penuh luka,” aku mendengar Oma melarangnya.

Uh. Aku juga tidak suka berpenampilan seperti ini.

”Kucingnya juga bau, Oma, kasian ya?”ujar perempuan kecil itu pelan.

“Iya, mungkin sudah lama di jalan. Kasihan ya, sudah tidak ada mamanya,”jawab Oma dengan penuh sayang.

Aku sudah mulai makan. Hidungku tidak pernah bohong. Makanannya selezat bau yang kucium dari jalan.

Setelah piringnya bersih kujilati, tiba-tiba tubuhku dipegang dengan kuat oleh dua tangan kecil. Aku bersuara kaget. Tubuhku berontak. Kepalaku mencari-cari yang bisa kugigit. Cakarku membuka.

”Awww! Omaaa, kucing kecilnya mencakar aku...!”jerit Hurina kencang.

Aku tidak bermaksud menyakitinya. Aku hanya tidak suka dipegang kencang-kencang di bagian perutku.

Sebuah tangan besar menjepit kulit bagian atas kepalaku. Dekat leher bagian atas.

”Begini kalau bawa kucing kecil seperti kalau ia dibawa sama mamanya,”Oma membawa aku sebuah tempat yang lebih nyaman.

”Oooh, begitu. Maaf ya kucing kecil,”tepuk-tepuk Hurina di dekat ekorku. Aku menjawabnya. Hurina tertawa kecil.

”Kita mandikan ya, Oma. Biar kucing kecil tidak bau,”
Aku tidak mengerti apa yang dimaksud anak kecil itu. Tapi kembali aku tersontak kaget dan melompat tinggi. Sayangnya tangan besar Oma lebih kuat dari aku. Aku berteriak panik. Suaraku hampir habis kukeluarkan.

Oma membawaku ke tempat berwarna hijau. Aku mencium bau air.

Belum sempat aku beraksi, air membuatku basah kuyup. Tubuhku dipakaikan busa. Baunya seperti manusia. Apa mereka ingin menjadikan aku manusia? Aku tidak suka air! Aku akan kedinginan dan sakit. Apa Oma dan Hurina tidak tahu? Siapa saja tolong hentikan ini!

”Lho? Apa yang sedang Oma dan Hurina lakukan?” sebuah suara berat dan dalam kudengar di antara jeritanku.

”Memandikan kucing kecil, Opa. Badannya bau,”

Suara berat dan dalam itu tertawa hangat. Aku mendengus membuat tanda tidak suka. Berharap mereka mengerti.
”Ayo Hurina, bantu Oma bawakan kain untuk mengeringkan kucingnya. Kali lain, kucing bau jangan dimandikan, nanti kucingnya sakit,”terang suara berat yang dipanggil Opa itu.

Aku terkekeh mendengarnya. Opa ini pintar.

Oma langsung mengangkatku. Semprotan air berhenti. Dan sepertinya Oma cepat-cepat mencari kain.

“Oh, maaf ya kucing kecil. Semoga tadi tidak terlalu dingin. Nanti ada susu hangat untukmu,” suara Oma terdengar menyesal.

Aku berhenti meronta-ronta. Tubuhku berusaha menikmati kain halus hangat yang membuat bulu-buluku segar. Aku memaafkan Hurina dan Oma. Manusia ternyata tidak semua tahu segalanya.

“Oma, aku boleh memeliharanya?”suara Hurina terdengar penuh harap. Telingaku tegak dan berharap sangat.

”Kita tunggu mama dan papamu pulang, yah? Kalau diizinkan, Hurina boleh bawa ke rumah. Tapi kalau tidak, biar kucing kecil ini tinggal dengan opa dan oma. Hurina nanti bisa sekali-sekali melihatnya,”

Oooh. Aku mendesah lega. Di sini atau di rumah Hurina yang kutahu telah kutemukan rumah yang nyaman. Kucing memang tidak boleh mati kelaparan, bisikku penuh senyum. Kardus yang nyaman membuat kuapanku lepas bebas. Kardus yang diberikan khusus untukku. Sepertinya petualangan memang menyenangkan, pada akhirnya. Bagaimana menurutmu?

“Oma, kucing kecil mendengkur,”bisik suara kecil dalam mimpiku.

Kucing bisa bermimpi? Ah, itu cerita lain yang nanti kuceritakan padamu. Lain waktu. Lain kesempatan.

*selesai*

ah ternyata terkoreksi banyak kerna di edit dari hp :)) pantesan Ranah protes

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Bagus.
Di awal anak bakal mengasihani si Kucing yang disiksa di pasar, di tengah anak bakal menyemangati Kucing supaya tidak putus asa dalam melanjutkan petualangan, di ahir anak bakal ikut senang karena Kucing dapet happy ending.
.
Efek lainna adalah anak bakal minta pelihara kucing juga XDD
*soktw mode on*

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 29 weeks ago)
90

i like cutie pusssycat ^_^

Writer Ryuhei
Ryuhei at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 30 weeks ago)

Ane mau baca dlu,.mampir2 ke cerita ane ya, baru ...sehari jd member di web ni hehehe..salam kenal mua

Writer smith61
smith61 at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)
80

Yaaah tiba tiba abis..seandainya itu cerita tentang harimau setan nyasar yang kemudian dimandi/disiksa/disuci-kan oleh pelacur khayangan..ditambah ending yang penuh dendam..pasti..pasti bukan cernak hahaha..

Beuh, saya benci kucing. Kucing yang mukanya gepeng, najes! Tapi kalau kucing biasa*ga tega nyebut kampung* saya sukaaaaa! Goood stooraiy deer!

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)

Ha? Mana ada muka kucing gepeng? Mungkin dirimu ketemu siluman yang.pengen. bermuka.kucing.tapi.gak.berhasil :p

gw nemuin kucing itu ada yg bermuka batman, preman, bajak laut, direktur bangkrut, putri, pangeran, paman gober dll tapi gepeng mah blum ketemu...

Tengkyuh dah mampir ^_^

Writer smith61
smith61 at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)

Ituloh kucing gondrong mahal yang mukanya kayak abis nabrak tembok

Writer lfour
lfour at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)
100

bener unik cerita ini...
mengambarkan dari sisi seekor kucing kecil tapi kok saya jadi
ngebayangin Garfield yah hehe...

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)

Garfield juga kucing, kan *i have his picture :D*

tapi Garfield gendut atuh. Ini mah kucing kecil, kurus, kudisan, berbulu-bulu rontok dan...tetap bersemangat! heuheu

Tengkyuh ya sudah mampir.

Writer Rannah
Rannah at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 35 weeks ago)
80

suka banget dgn pemikiran si kucing yang "Seorang kucing hanya akan mati karena tua atau ditabrak mobil".

ending-nya kurang nonjok, sayangnya :D

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)

Ranah, hello. Tengkyuh for stopping by.

Sorri dori mori stroberi :-) keknya yang kamu baca itu naskah yang terkoreksi tanpa sengaja.

Ini lengkapnya. Dan euh...gw menuliskan seorang kucing jhyaaa...gw edit degh :-))

*tengkyuh*

Writer redscreen
redscreen at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 35 weeks ago)
90

halo kak elbintang :D
cerita ini mau dimasukkan ke september ceria ya? ku baru tahu karena tak ditulis di judulnya >v<
ceritanya ringan dan cukup lucu kak, bagus utk anak2
tapi karakter omanya terlalu baik,
kalau mamaku pasti dah marah2 kalau ku pegang kucing tak dikenal, mamaku pasti bilang gini "jangan, kucingnya kotor!" xD
tapi secara keseluruhan bagus kak :D
tolong kunjungi dan kritik ceritaku juga ya kak
http://www.kemudian.com/node/246992
terima kasih :D

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)

Aha.ha dimana-mana oma lebih lemah hati k cucu dbanding mama k anak. Perhatikan di sekitar :p

Writer rickman19
rickman19 at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 35 weeks ago)
100

"Aku sempat di kejar-kejar oleh tikus got yang dua kali lebih besar dari tubuhku."

Wkwkwkwkw, bagian ini bikin saya ketawa. Yah, mungkin ga semua orang setuju dengan saya, tapi jujur satu kalimat itu bener2 gokil. Nggak nyangka ternyata kamu punya selera humor juga el, wkwkwkwkw. Lucu! Lucu!

Dan soal ceritanya, aaaah, manis. Tentang kucing yang mencari tempat tinggal. Ringan. Gampang dibaca. Cocok buat anak2, terutama adegan mandiin kucing. Manis banget.

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 35 weeks ago)

Ah Kucing Kecil, kau dibilang manis.

"Yaw. Biar ku critakan padamu tentang Si Manis. Itu sama sekali bukan aku -aku kucing kampung tidak punya nama. Bukannya aku belum pernah bilang sebelumnya. Tapi manusia kan makhluk pelupa- tentang Si Manis...dia tinggal di sebelah rumah temanku. Di rumah yang besar bercat hijau-biru langit. Rumah itu ramai setiap kali. Pernah aku ingin..."

Sorry Rick. *menyumpal Kucing Kecil dgn kepala ikan*

"..."

Writer panah hujan
panah hujan at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
90

Haha, kalau aku jadi anak kecil yang didongengi cerita ini, aku pasti akan tau bagaimana cara memperlakukan dan merawat seekor kucing. Aku baru tau beberapa hal yang ditulis di sini. Mungkin karena sejak kecil aku tidak pernah memelihara kucing >.<
.
Dan aku yang antikucing ini, oh, tiba-tiba jatuh cinta dengan kucing di sini. Haha.
.
Teringat kata-katanya miss worm, binatang selain kucing mungkin mau menganggap tuannya sebagai majikannya, kucing tidak akan pernah merasa seperti itu. Aih, kucing memang binatang egois yang lucu.

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Mencari-cari formulir pendaftaran (MpokSaK) untk Mitchell.
Kelompok Siap Adopsi Kucing :p

senang disambangi dirimu, neng.

Writer Celestyn
Celestyn at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
80

Untuk cerita ini aku belum dapat berkomentar apa-apa.
tapi aku menyukainya.
Salam kenal.
Mampir juga di tempatku yaa.

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Tengkyuh dah ngunjungin lapak gw, Cel.

Ntar gw ikut baca-baca di tempatmu...

Writer handokotkj
handokotkj at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
60

kucing kecil... sebenernya aku punya kucing lucu dirumah.... he... salam kenal... : )

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Oui, mari kumpul di klub kucing :-p

Writer herjuno
herjuno at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Wah, aku suka... Baik karakter anak kecil maupun kucingnya membuat ceritamu kayaknya enak kalau dijadiin pengantar tidur. Tema sehari2nya ringan & oke, hoho.
.
Btw ada protes nih:
.
"Anak perempuan kecil dengan kulit putih halus..."
.
Ini pakai sudut pandang orang I, kan? Dari mana kucing itu tahu kalo kulitnya halus?
.
Mangga mampir:
http://id.kemudian.com/node/247010
^^

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Tengkyuh Herjuno ...protesnya dterima, ntar diedit ^_^

...

Writer vivian
vivian at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
90

tema yang ringan, kucing dirumahku biasanya cowok. takut anaknya banyak kalau cewek...
tapi kucingmu ini...hm...punya hati nurani. hehe....

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Di rumah tinggal nyokapnya si Kuning sama abangnya. Si nyokap sering banget hamil cuma kalo beranak gak pernah di rumah. Dia selalu mempertahankan anaknya 2 ekor (sebelum Si Kuning sama abangnya juga ada 2 ekor -kemudian.com diminta sepupu gw)

err...punya hati nurani ya..harusnya kucing gak punya?

Tengkyuh dah baca dan koment, Vi

Writer vivian
vivian at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

bukan harusnya gak punya. maksudku dia baik.
biasanya terlalu lama jadi kucing liar, seekor kucing bisa jadi agak nyebelin, misal: nyolong ikan asin tanpa permisi (diam-diam aja gak mengeong) hehehe....

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Oh itu! Wah he.he ^_^
mungkin kerna Kucing Kecil belum terlalu lama jadi kucing liar, Vi.

Kalau pun nyolong dia gak pinter-pinter amat, pasti ketahuan dan kena tendang. Dan dia terlalu malu untk crita ttg itu. Sepertinya :p

...

Writer cat
cat at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
100

Memberi nilai poll untk semua peserta september ceria.

9 nyawa he5. Tul! Se7 ui.

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Oui :)
tengkyuh jeng juri

gw seneng bgt ikut meramaikan ultah Kenzi...

Writer xenosapien
xenosapien at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
60

Wah, ini inmemoriam kucing kamu kah, El?
Gak banyak komen deh, cuma... soal bau ikan goreng dan nasi panas itu lho. Kesannya koq keduanya terpisah ya? Klo iya, si kucing pasti bakal lebih memilih ikannya ketimbang nasi. Hehehehe... :D (just kidding). Anw, aku mengeti koq maksudnya. ^^

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Nasi panas dan ikan goreng itu...he.he, gw terlalu biasa ngeliat menu kucing ala rumah jadi otomatis masuk k tulisan.

Ah.hei baru kali ini ya dirimu terlihat d lapakku.

Senang liat komentar mu di sini, Xen

Writer xenosapien
xenosapien at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Eh, iya ya. Hihihi... maap klo baru sekarang meninggalkan jejak. Sebenarnya sih, aku sudah beberapa kali mampir ke lapak kamu, El. :P

Writer dede
dede at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
80

Berasa ikut jd kucing. Hehe
tapi td ada yg agak aneh mnurutku. Kl gak salah si kucing di siram pake air panas... Nah klo kucing kecil bgtu, apa gag mati klo disiram air panas?

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)

Menurut pengalaman liat di pasar-pasar tradisional, gak mati, De'. Kucing kan punya 9 nyawa :p

love ur komen, say. Tengkyuh ya dah baca.

Writer 145
145 at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 36 weeks ago)
80

Kuberi nama El-nyaan deh >_<
-
Wah El ndak biasanya ceritamu seringan ini. Tapi lumayan deh, cuman dialog kucingnya agak terlalu manusiawi. Nuansa kekucingannya masih kurang terasa.
-
Lalu kurasa narasi dan deskripsi tentang kehidupan kucing liar bagusnya sedikit diperdalam.
-
Anyway ini menyenangkan dibaca. Happy ending pula lol.
-
Sayang kucing di rumah sudah ada delapan ekor...

Writer smith61
smith61 at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 34 weeks ago)

Baaaagi kucingnya!

Writer elbintang
elbintang at September Ceria : Kucing Kecil (1 year 35 weeks ago)

Waaa. Dikasi nama El-nyaan -susah.oma-oma.nyebutinnya.pun. :p -

ah, iya. Kurang dramatis ke? ^_^

soal tulisan, biasanya juga ringan kok...

D.e.l.a.p.a.n yaaa...

Di rumah tinggal 2 T.T

Tengkyuh dah baca Ias