Nasip Sang Hati

Pada suatu hari ada seorang wanita yang sangat mencintai kekasihnya, namun karena sesuatu alasan mereka harus berpisah.

Merekapun berpisah dengan deraian air mata, terluka hati, tersayat dan berdarah-darah.

Sang wanita duduk seorang diri di bawah pohon meratapi nasibnya. Sambil menangis dia memegangi dadanya, terasa sakit luar biasa, seakan-akan hatinya ingin keluar membebaskan diri.

Rasa sakit begitu tak tertahankan sampai-sampai mukanya memerah dan tak sadarkan diri.

Beberapa saat kemudian wanita itu tersadar oleh seberkas cahaya mentari. Dia merasa baru terbangun dari mimpi indah, badannya terasa ringan dan suasana hatinya menjadi ceria.

Namun sebenarnya ia tak tidak menyadari bahwa hatinya yang sakit telah keluar dari tubuhnya.

Tanpa sadar dia telah memberikan hatinya pada orang lain, lebih tepatnya dia menaruh hatinya di sebuah kotak makan siang milik seorang anak kecil.

Maka sejak itu sang wanita tidak pernah sakit hati lagi, karena dia memang sudah tidak memiliki hati lagi.

Bertahun-tahun lamanya wanita itu hidup dengan bahagia tanpa hatinya.

***

Sementara itu perjalanan sang hati untuk bertemu kembali dengan Tuannya mengalami banyak rintangan.

Sesampainya di rumah, kotak makan siang itupun di bersihkan oleh Ibu sang anak.

Sang Ibu sangat heran dengan penemuannya, dia membolak-balik dan mengguling-gulingkan benda aneh itu. Yang sebenarnya adalah hati, namun tanpa pikir panjang diapun membuang benda aneh itu ke saluran pembuangan.

Malang nian nasip sang hati. Sudah dibuang oleh Tuannya, sekarangpun nasipnya tak jauh berbeda. Terombang-ambing di antara derasnya arus, kotoran, sampah, dan gelapnya selokan. Tidak mampu membela diri dan menyelamatkan dirinya, hanya mampu terbawa arus dan takdir Tuhan untuknya.

Pada suatu malam beribu bintang, nasip baik menghampirinya.
Ada seorang petani yang menemukannya, malam itu sang petani amat sangat kehausan. Sang petani menimba air disumur belakang rumahnya sambil memandang ke arah Bulan, dia menyenandungkan sebuah lagu yang indah.

Suaranya yang merdu membuai malam kelam disekitarnya, menambah syahdu suara jangkrik dan kodok di sekitarnya.

Dari dasar sumur tersangkut ke dalam ember sebuah benda mati suri dengan rupa yang tak terdefinisikan.

”Hah? Apa ini?” sang petani mengangkat hati dari dasar ember, memeriksanya dengan teliti, dibawanya masuk de dalam rumah, melupakan rasa haus yang dideritanya.

Sang petani mengambil peralatan yang dimilikinya, menyalakan lampu seterang-terangnya. Menggenapi rasa penasarannya iapun mengeluarkan sebilah pisau..

Sang petani tanpa sungkan menancapkan ujung pisaunya ke dalam barang temuannya,
THINGS! pisau itu mental tak mampu menembus sang hati.

”Hah? Benda apaan sih ini sebenarnya?” sang petani mengambil kaca pembesarnya.
Di mata sang petani, hati memiliki warna hijau dari lumut yang menyelimutinya dengan jamur di sana-sini, lapisan setebal lima inci itu tidak begitu saja bisa disingkirkan.

Membuat sang hati berubah bentuk, bentuknya yang sekarang lebih menyerupai bulatan berbenjol-benjol.

Sang petani kehilangan akal, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan dengan benda aneh yang ada di depannya itu. Maka sang petanipun dengan kesal hati melemparkan benda keras kepala itu sejauh-jauhnya hingga terbawa angin ke negeri Rainy Rainbow.

Sang hati terlempar di antara semak-semak berduri yang beracun. Berhari-hari sang hati terkena racun dari semak-semak berduri itu. Sang hati menjadi hilang kekerasannya, namun racun itu juga membuatnya menjadi lemah dan menciut.

Pada hari Rainbowcolour, para penduduk desa Rainy Rainbow melakukan pembersihan desa. Semak-semak berduri pun ditebang habis, rumput liar, dan ilalang juga dicabut. Karena hari itu adalah hari dimana sang pangeran Rain datang mengunjungi desa dan menyebarkan benih untuk warga desa setempat.

Melihat sang pangeran lewat di depannya sang hatipun tergerak untuk meminta tolong, selama ini dia hanya diam saja, namun karena melihat pangeran Rain yang penuh dengan kemilau warna maka dengan sisa-sisa tenaganya sang hati berteriak meminta tolong.

Beruntungnya sang hati, matahari melihat usaha sang hati yang bersungguh-sungguh, diapun memantulkan sinarnya untuk sang hati, dan akhirnya pangeran Rain dapat melihat seserpih kilauan sang hati yang mulai mengkerut.

Pangeran iba melihat hati yang mengering, dan tanpa daya itu. Diapun membawa hati ke istana Bingkai Warnanya, disana pangeran menolong hati dengan sepenuh hati. Mengembalikan wujud aslinya dan memberinya kekuatan untuk kembali ke Tuannya.

Sang hati kini sudah seperti semula, berwarna merah menyala karena semangatnya yang berkobar-kobar. Pangeran manjadi senang dengan hasil kerjanya, diapun bertanya kepada sang hati. ”Milik siapa sebenarnya kau wahai hati yang berkobar?”

”Aku milik seorang wanita yang terlalu mencintai kekasihnya, Pangeran.”

”Mungkin dia pernah berkunjung ke istana ku, mari kita lihat apakah aku sudah pernah bertemu dengannya. Coba lihat daftar tamu undangan pesta kerajaan, mungkin wanita yang kau maksud ada disana.”

Beberapa saat kemudian, ”ini dia, wanita ini Tuan saya Pangeran.”

”Baiklah aku akan membawamu kepada Tuanmu.”

”Terima kasih Pangeran.”

Matahari bersinar dengan lembut, burung-burung berkicauan dengan riang. Di sebuah taman, duduk di bawah pohon Cerry seorang wanita sedang memainkan kuas di tangannya. Tangannya lincah melukis selembar kanvas di depannya, wanita itu tidak menyadari kehadiran sang hati dan Pangeran.

”Pergilah temui Tuanmu,” perintah sang Pangeran.

Sang hati terbang kepada Tuannya.

”Tuan Putri aku kembali,” sapa sang hati.

Sang wanitapun terkejut, apa gerangan makhluk yang tiba-tiba muncul dihadapannya itu. Dia menjerit sekuat tenaga, mengambil kanvasnya dan melemparkannya ke arah sang hati yang kebingungan. Wanita itu lari menjauh dan menjerit-jerit histeris.

Sang hati sangat sedih ternyata semua usahanya selama ini sia-sia belaka. Dia ingin musnah, menghilang ditelan waktu.

”Janganlah kau bersedih wahai hatiku yang cantik, mari ikutlah bersamaku. Maukah kau berubah menjadi yang kuinginkan dan menemaniku selamanya?”

”Hah? Pangeran?” tanya hati tak mempercayai pendengarannya.

”Iya..jadilah milikku untuk selamanya,” jawab Pangeran dengan senyum ceria. Seceria matahari yang membantu Pangeran merubah wujud sang hati menjadi seorang putri yang cantik.

Setelah itu mereka pulang ke negeri Rainy Rainbow hidup bahagia selamanya dengan lantunan merdu kebahagiaan warna-warni pelangi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer cyber_nana
cyber_nana at Nasip Sang Hati (8 years 46 weeks ago)
70

*ngebayangin hati jalan2* hmmm.. haha.
idenya lumayan unik.. ^^

Writer musthaf9
musthaf9 at Nasip Sang Hati (8 years 47 weeks ago)
70

bahasanya ringan, enak
.

Quote:
Bertahun-tahun lamanya wanita itu hidup dengan bahagia tanpa hatinya.
dipertanyakan nih, masa tanpa hati bisa bahagia. oh ya, trus si hati kok tiba-tiba bisa ada di sumur? dan, kok rasanya si petani ngelemparnya jauh banget ya?

Writer Endy Tatsuke
Endy Tatsuke at Nasip Sang Hati (8 years 47 weeks ago)
70

hueee..., keren banget dah ceritanya..., tp agak kurang greget di bagian awal, dan gregetnya yang udah timbul tiba-tiba hilang oleh Rainbow-Rainbow itu >_<
hmm..., udah bagus, tinggal dipoles dikit

maknanya agak susah dicerna ehehe, tapi udah terasa ^+^