Hidup Baru Tanpa Dirimu

Masih kuingat terus hari aku menangis sedih.
Dimana kau membuat diriku tak berdaya,
Mati dan terpuruk, tak bisa apa-apa.
Semua karena kata 'pisah' diantara kita.

Ku harus bangun,
Bangun dari rasa putus cinta.
Sudah saatnya melihat sudut pandang lain,
Sudut pandang yang betolak belakang dengan dirimu, dengan cintamu.

Kulupakan dirimu meski 'ku tahu benar tak 'kan pernah bisa.
Kuhapus dirimu meski 'ku tahu benar bayanganmu selalu disisi.
Kuburamkan dirimu meski 'ku tahu benar 'kan menjadi bertambah jelas.
Kumaki dirimu meski 'ku tahu benar 'kan menyiksa diriku sendiri.

Hanya satu permintaanku kepadamu,
Hanya satu inginku kepadamu,
Di sini, saat ini,
Biarkanlah diriku bebas, 'ku hanya ingin memulai hidup yang baru, tanpa dirimu lagi.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer vhinoqio
vhinoqio at Hidup Baru Tanpa Dirimu (8 years 42 weeks ago)
80

Semangat',... !!!

Writer Ferrischya
Ferrischya at Hidup Baru Tanpa Dirimu (8 years 43 weeks ago)
70

emosinya malah menjadi berbalik datar, meskipun penggunaan kata-kata pedih dan "pisah" itu mendominasi.
ketegaran atau penerimaan keadaan masih terkesan biasa. sepertinya, metafora bisa dicoba :)

salam