Celeritas = 1.079.252.848,8 km/h

1.079.252.848,8 km/h

Andai angka itu bisa kutembus.

Kau tahu, semakin lama aku berada di tempat ini, semakin ku merasa betapa kecilnya keberadaanku.

Bahkan Alpha Centauri terlihat begitu kecil dari sini.

Ah, masih ingat tidak? Waktu kamu meledakkan kondensator Lab Bawah. Paling tidak aku tidak akan pernah lupa bagaimana wajah Luna saat dia melihat pekerjaannya selama tiga bulan berubah jadi abu dalam tiga detik. Dan aku juga tidak mungkin lupa perihnya pipiku saat telapak tangannya menyambut. Dan aku tidak mungkin lupa bagaimana kamu tertawa kecil sesudahnya.

Aku tidak mungkin lupa

Kamu sedang apa?"

Aku berbalik, menatap mata biru yang memancarkan sedikit rasa heran.

"Mengirim pesan"

Aku menjawab ringan tanpa peduli dengan tatapan makin herannya.

"Kau tahu kalau..."

"Aku tahu..."

Sedikit tidak sabar, meski terdengar datar, aku memotong perkatannya. Entah sudah berapa kali aku mendengar kalimat yang sama dari semua orang di sini. Dan terus terang saja, aku sudah bosan mendengarnya.

"ya sudah, terserah kamu saja."

Dia melangkah pergi. Meski tidak ada yang pernah bilang, tapi semua orang di sini tahu kalau aku adalah manusia paling keras kepala yang pernah berada di antariksa. Dan aku bangga akan hal itu.

***

Kamu tidk merasa terganggu oleh pesan yang terus menerus ku kirim bukan?

Kalau kamu merasa terganggu, aku akan... terus mengirimu pesan.

Hahahahahaha...

Masih ingat dengan Jacques? Kemarin POD nya kehilangan kendali dan langsung tenggelam ke BS-15. Memang bukan berita yang menyenangkan, tapi kurasa kamu pasti ingin tahu. Bagaimana pun dia yang dulu menyelamatkan kita dari amukan Ronald.

Hahahahahaha...

Bagaimana dengan keadaan di sana? Kamu sehat-sehat saja bukan?

Ah, pertanyaan bodoh. Sudah tentu kamu akan sehat-sehat saja. Bagaimana pun kau itu kan tidak terkalahkan.

"Dell!"

Aku refleks berbalik begitu mendengar namaku dipanggil.

"Ada apa?"

"Sebentar lagi kita tiba di V-13. Lebih baik kamu kirim semua pesan yang kamu bisa sekarang."

***

"Lepaskan POD 3 SEKARANG!!!"

Aku berlari secepat yang aku bisa begitu mendengar perintah Ronald. Keringat dingin Mengucur di pipiku saat kutarik tuas yang menghubungkan Pesawat Induk dengan POD milik Elliott.

Sempat kulihat Elliott mengacungkan jempolnya ke arahku sebelum POD nya menyiagakan senjata dan meluncur ke arah Emile.

Belum sempat rasa kagetku hilang, suara sirine dan kerlip lampu alarm kembali memaksaku berlari.

"Ronald!" Aku berteriak sekeras yang aku bisa di depan pintu ruang kendali.

"SEDANG APA AMU DI SINI! CEPAT BERSIAGA DALAM POD!"

Ronald membalas teriakanku tanpa berbalik. Matanya terpaku pada puluhan titik merah yang tersebar di monitor holografik.

"SIAL!"

Aku mengeram lalu sekali lagi berlari secepat yang aku bisa ke arah Hangar. Ke arah satu-satunyaa POD yang tersisa.

dan aku melompat...

***

Aku hanya bisa berteriak penuh amarah saat sudut mataku menangkap ledakan dari Kapal Induk.

dan aku mengamuk

Kusiagakan semua senjata yang terpasang di POD ku dan tanpa berpikir panjang aku menerjang ke arah 'unknown' yang baru saja menyerang kami.

Aku berteriak!

Aku berteriak!

Dan teriakanku di susul oleh semua misil yang bisa kulepaskan.

tapi tetap saja mereka tidak bergeming.

"Semua senjata kita seperti tidak berguna melawan mereka."

Emile mulai terdengar putus asa. Dan hal yang sama mulai menjalar di kepalaku. Dari 15 POD yang berangkat. Sekarang hanya kami yang tersisa. Dan mereka hanya membutuhkan waktu satu jam untuk melakukannya.

"ARGH! FUCK!"

Elliott menggeram emosi lalu maju menerjang. Nekat memang, hanya dengan bermodalkan beam saber dia terbang dengan kecepatan penuh ke arah 'unknown'.

Tapi dia berhasil. Dia berhasil membelah 'unknown' itu menjadi dua. Dia berhasil.

Secercah harapan tipis sempat mengisi hati kami, sebelum tiba-tiba 'unknown' yang Elliott belah berubah menjadi sebuah lubang hitam mini dan meremukkan POD nya.

Aku tertegun...

Inikah jawaban yang ingin kami cari?

***

1.079.252.848,8 km/h

Meski saat ini angka itu bisa kutembus, sepertinya aku tetap tidak akan tiba dalam pelukanmu...

Hahahahaha...

Ah, aku bicara apa sih. Saat kamu membaca pesan ini, mungkin kamu sedang dikelilingi oleh anak cucumu. Dan mereka mungkin akan bertanya-tanya, siapa aku?

Kau tahu, sepertinya aku mulai mengerti apa yang kamu maksud ketika dulu kau bilang kalau 'kokpit POD ini terlalu kecil'.

...

...

...

dan sepertinya...

aku menemukan jawaban dari pertanyaanmu dulu...

aku menemukan apa yang kau cari...

dan seperti yang dulu kau duga...

tempat ini indah...

time before self destruction ; 30 second

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post