benci untuk menunggu

Detik demi detik
Mata menuju jarum jam
Menepuk-nepukkan kaki di atas trotoar
Menyandarkan punggung di sebuah tiang

Detik demi detik
Mata menuju jarum jam
Seakan menantang kelamnya malam
Menghitung rintik demi rintik

Bayangan di atas trotoar,
Seakan mencelaku
Di hadapan pilar-pilar
Aku terus terpaku

Detik demi detik
Menunjuk pukul sepuluh
hujan tak mampu mengimbangi peluh
seperti dingin begitu menusuk

Detik demi detik
Hingga memilih pulang
Daripada ketidakpastian

by : benedictus G adinda

( puisi titipan dari teman sy, silahkan diberi saran atau kritik juga boleh hehe )

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer b.e.n.s
b.e.n.s at benci untuk menunggu (8 years 34 weeks ago)
80

ini puisi bikinan saya loh haha

Writer auliakick@gmail.com
auliakick@gmail.com at benci untuk menunggu (8 years 35 weeks ago)
80

benar-benar menggambarkan realita jiwa manusia!
nice!

Writer wyde shi nichi
wyde shi nichi at benci untuk menunggu (8 years 35 weeks ago)
90

Terasa lama menunggunya
Memilih pulng lebih pasti
Duduk manis nonton tivi :D

Salam buat temanmu

Writer pena_hitam
pena_hitam at benci untuk menunggu (8 years 35 weeks ago)
100

hmmm menunggu?
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
itu lah yang terasa, di ujung waktu menunggu tiba, menahan secuil sabar yang tersisa,
larik Detik demi detik pada tiap awal bait, sukses menggambarkan penantian yang terasa panjang.
namun menuru selera saya bagian endingnya sangat ngambang Hingga memilih pulang
Daripada ketidakpastian

bukankah pulang adalah sebuah ketidak pasian? isi dari bagian ini menurut saya agak aneh, dan tidak konsisten.
yang paling menarik dari puisi ini adalah mampu mendeskripsikan latar suasana dengan sangat jelas dengan menggunakan diksi yang apik, SALUTD,,
titip pesan sama tenmenmu ya!
(^_^) Teruslah Mengkaji!, n klu bsa gabung aja d K.com,

Writer imery_zahid
imery_zahid at benci untuk menunggu (8 years 35 weeks ago)

bagus.