Quête Pour Le Château de Phantasm - épisode 2

Eik benar-benar tak sadarkan diri. Ia bahkan tidak sadar saat pintu ayun kedai minum itu terbuka dengan kasar hingga menghantam tembok dan memancing perhatian seluruh pengunjung kedai itu.

Seorang pemuda berdiri di ambang pintu itu. Pemuda yang sangat cantik. Kulit wajahnya putih pucat dan halus. Bibir merahnya tampak tertekuk kebawah dengan angkuh namun anggun. Rambut hitamnya dibiarkan tergerai panjang sampai ke pinggang, dan dengan hanya melihatnya saja orang pasti dapat melihat kehalusan dari helaian-helaian rambut itu. Tak ada yang meragukan kecantikannya, tapi bahunya yang bidang dan dadanya yang rata jelas menunjukkan kemaskulinan dirinya. Pemuda itu mengenakan sebuah topi yang mirip toga raksasa diatas kepalanya dan tangan kanannya tampak menenteng sebuah buku besar yang tebal.

Pemuda itu melangkah dengan anggun kearah meja bar. Seluruh pengunjung kedai mengikuti setiap langkahnya yang panjang dan terukur. Dua gadis cantik yang tadinya hanya menghabiskan waktu mereka untuk mengobrol tampak melupakan topik pembicaraan mereka dan para pria berbadan besar yang duduk di depan meja bar pun langsung menahan nafas mereka saat akhirnya pemuda itu mencapai tujuannya. Pria tua berkumis yang sedari tadi sibuk melayani pelanggannya menatap pemuda itu sekilas sebelum kemudian tersenyum.

“Halo, Ed ...”

“AKU MEMINTA MANTRA PEMANGGIL RATU TITANIA DAN KAU MEMBERIKU MANTRA ANEH INI?!!!” bentakkan kasar pemuda itu langsung memotong kata-kata pria tua yang berdiri di depannya. Tangan kirinya tampak meraih secarik perkamen tua dari balik jubahnya dan menghempaskannya dengan kasar ke meja bar.

“Aku tak meminta banyak darimu, Ian, tapi kali ini kau sudah keterlaluan!!!” seru pemuda itu lagi. Pria tua yang disebut Ian itu mengambil perkamen yang dihempaskan pemuda tadi dan membaca isinya. Beberapa saat kemudia pria tua itu tersenyum.

“Kau meminta mantra pemanggil Ratu Peri, Edgar, dan ini adalah satu-satunya mantra pemanggil Ratu Peri yang kumiliki!” ucap pria itu sambil berusaha menahan tawanya. Pemuda yang disebut Edgar itu langsung menatap tajam pria tua yang berdiri di depannya dan kemudian menarik kerah kemeja pria itu hingga jarak diantara wajah mereka menjadi sangat dekat sekarang.

“Aku meminta mantra pemanggil Ratu Titania, Ian, Ratu Peri Titania! Penguasa seluruh sihir peri di seluruh jagad raya!!! BUKAN MAHLUK KONYOL YANG MENYEBUT-NYEBUT DIRINYA SEBAGAI SEORANG RATU!!!” desis Edgar penuh kebencian. Pria tua yang berdiri di depannya itu hanya tertawa.

“Kau mendapatkan apa yang kau minta, Edgar! Lagipula seburuk apa sih keadaanmu? Jika kau tak menginginkan keberadaan mahluk yang kau panggil maka kau tinggal mengembalikannya. Aku yakin di perkamen ini tertulis cara mengembalikannya ...” pria tua itu tampak melirik sekilas ke perkamen yang berada di tangannya sebelum kemudian menyodorkannya kembali pada Edgar. “Lihatlah! Kau hanya perlu mengantarnya kembali ke tempat asalnya dan sementara itu, memastikan dirinya tetap senang! Sesusah apa sih hal itu bagimu? Maksudku, kau kan bisa meminta para pelayanmu untuk melakukannya!” ucap pria itu tenang, namun ekspresi pria itu berubah heran saat menangkap sosok mungil bercahaya yang melayang anggun memasuki kedainya.

Sosok itu menyerupai seorang wanita yang sangat cantik. Kulitnya berwarna kebiruan dan mengeluarkan cahayanya sendiri. Rambutnya yang berwarna keperakan tergerai panjang sampai ke ujung kakinya dan sayapnya yang halus mengepak anggun mengiringi gerakan tubuhnya yang tak sampai sebesar kepalan tangan.

“Syahaha ... halo para mahluk barbar dan rakyat jelata! Perkenalkan namaku Wendy, Ratu dari kastil Le Château de Phantasm, dan pemuda itu!” mahluk mungil itu tampak mengarahkan telunjuknya ke arah Edgar. “Ya, mahluk aneh itu! Dia adalah kacung pribadiku mulai hari ini! Salam kenal semuanya!!!” seru mahluk itu dengan suara yang tinggi dan melengking membuat seluruh isi kedai itu menutup kupingnya dan menatap mahluk itu dengan tatapan horor. Ian menatap kearah mahluk aneh itu sekali lagi sebelum kemudian kembali menatap Edgar.

“Kau belum mengembalikannya?” tanya pria itu tak percaya. Edgar langsung memutar bola matanya.

“Kau tak mendengar pernyataannya tadi? Dia berasal dari kastil antah berantah itu! Kastil Le Château de Phantasm! Bagaimana aku bisa menemukan kastil itu dan mengembalikannya?” seru pemuda itu kesal. Ian hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu, tapi matanya tampak melirik buku tebal yang berada di tangan kanan Edgar. Pemuda itu langsung menghela nafas panjang.

Dengan cepat dia membuka buku itu dan kemudian mengarahkannya kearah Wendy, si peri yang masih terus berkicau. Cahaya seketika keluar dari buku itu dan merambat untuk meliputi tubuhnya.

“Mihi nomen est Edgar L. Maxwell, I'm meum ius postulare Quid enim vos cum peregrini Judah in itinere Hermes! Return creatum in locum Venit!”

Selama beberapa saat tubuh Wendy tampak diliputi cahaya yang jauh lebih terang dari cahayanya. Cahaya itu semakin bertambah terang dan terlihat seolah telah menghapus keberadaan mahluk mungil itu dari antara mereka, namun saat cahaya itu meredup. Wendy masih tetap berada di sana tapi wajahnya tak dapat lagi dikatakan ceria. Edgar hanya memutar bola matanya dan membanting buku tebalnya ke atas meja. Ian melontarkan senyum iba pada pemuda itu.

“Syahaha Kacung! Bukankah sudah kukatakan padamu Le Château de Phantasm tak dapat dicapai dengan sihir. Hanya orang-orang tertentulah yang dapat membawaku ke sana, dan kau!” peri itu kembali menunjuk kearah Edgar. “Kau telah memanggilku ke tempat ini, jadi kau lah yang harus mengembalikanku ke sana dan biar kuberi tahu kau, sedikit saja kau membuatku tidak senang, maka aku akan tetap tinggal di tempat ini dan menempati rumahmu! KAU HARUS MELAYANIKU!!!” seru peri itu sambil bersalto indah di udara sebelum kemudian mendarat mulus di bahu Edgar dan membaringkan dirinya disana.

Edgar mengeratkan genggaman tangannya untuk menahan emosi. Ingin sekali rasanya ia menghantamkan buku tebalnya ke tubuh peri itu dan menghempaskannya ke dinding, tapi hal itu tak bisa dilakukannya. Dia seorang summoning scholar, dan menyakiti mahluk yang sudah dipanggil adalah hal yang paling tabu dalam dunianya. Dia tak punya pilihan lain selain melakukan apa yang diinginkan peri menyebalkan itu.

“Hmmm ... apa tadi ada yang bilang Le Château de Phantasm?” Eik yang tampaknya baru sadar tiba-tiba bersuara. Kepalanya masih pusing, dan semua yang dilihatnya tampak berbayang dua. Matanya seketika menangkap sosok Edgar yang berdiri di sampingnya.

“Nona, apa tadi kau bilang Le Château de Phantasm?” tanya pemuda itu lemah. Kakinya tampak goyah saat ia mencoba berdiri dan benar saja sedetik kemudian dia sudah kehilangan keseimbangannya dan jatuh kearah Edgar.

Pemuda berwajah cantik itu langsung mengambil buku tebal yang tadi dibantingnya ke atas meja dan dengan secepat kilat menghantam Eik dengan buku itu sebelum pria itu sempat menimpanya. Eik terpental sejauh beberapa meter sebelum kemudian menghantam lantai.

“Biar kuberitahu, tuan, sekalipun harus kuakui aku adalah mahluk tercantik yang pernah kau temukan, tapi aku adalah seorang laki-laki dan aku tak menyukai mahluk bulukan seperti dirimu menyentuh diriku! Kuman-kuman yang ada di tubuhmu itu sangat menjijikkan dan jelas sekali tidak baik untuk kesehatan kulitku, dan kurasa kau tak memiliki hak untuk berbicara denganku!” bentak Edgar kasar sambil memutar-mutar buku tebalnya diatas telunjuk sebelum kemudian menghunuskannya dengan cepat ke kepala Eik.

Eik mengakat kepalanya dengan lemah. Pemandangan yang tadinya hanya berbayang dua sekarang terlihat berbayang empat dimatanya. Dia mencoba untuk membuka mulutnya dan memberikan pembelaan atas apa yang baru dilakukannya tapi pengaruh mabuk dan serangan yang dilancarkan Edgar padanya jelas langsung membuat matanya tertutup kembali dan kehilangan kesadarannya.

Read previous post:  
Read next post:  
100

Cerita kolab'nya seru..
Semakin penasaran aja bacanya
Salam kenal ka!

90

Question: Itu protagonis atau anak bawang yah, kagak ada gagah-gagahnya, dihajar terus pula!

Question: Itu protagonis atau anak bawang yah, kagak ada gagah-gagahnya, dihajar terus pula!

90

hahahah, kasihan banget Eik, perannya pingsan terus di dua bab awalnya XD

karya yg bikin aq iri...kpn aq bisa bikin cerita sperti itu...ga pernah dpt ide'y.....

100

hahahaha,bagus sekali,
itu si peri pas bgt ma karakternya Edgar yg kasar..
Sabar ya Ed :P. Eiknya kasian bgt perasaan,baru dateng uda di gebuk begonoh?

Anyway, good story there, keep on going ;)

90

Kasian sekali Eik harus kehilangan kepercayaan diri...
Trus ironi sekali si Edgar, wajah ayu (walau ia seorang lelaki) tapi sifatnya sangar...
Sip deh...

100

BRAVOOOOO! ha ha ha, tapi kok Edgar dibikin buat nama cewe cute padahal udah macho gitu namanya.

Lha, Edgar kan cowok

80

“Kau tak mendengar pernyataannya tadi? Dia berasal dari kastil antah berantah itu! Kastil Le Château de Phantasm! Bagaimana aku bisa menemukan kastil itu dan mengembalikannya?” seru pemuda itu kesal. Ian hanya mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tahu, tapi matanya tampak melirik buku tebal yang berada di tangan kanan Edgar. Pemuda itu langsung menghela nafas panjang.
Dengan cepat dia membuka buku itu dan kemudian mengarahkannya kearah Wendy, si peri yang masih terus berkicau. Cahaya seketika keluar dari buku itu dan merambat untuk meliputi tubuhnya.


Terlalu banyak kata dia sehingga percakapan ini membingungkan antara Ian dan Edgar

overall bagus cuma kurang sreg aja sama kata menghunuskan sepertinya kurang tepat deh, soalnya saya mengasosiasikan menghunus itu dengan kegiatan menancapkan sebuah benda hingga masuk ketubuh seseorang seperti pisau
sedang dalam kasus Edgar dan Eik lebih kayak si Edgar melakukan spin ala basket dan melemparnya.

hufh jadi ga sabar nunggu bagian

tepat sekali. Menghunuskan wkwkwkw
Jadi gayanya bukan kayak main basket, tapi si Edgar megang bukunya kayak lagi megang pedang :P

100

karakter Edgar bikin saya merinding.. cowok cantik, rambut panjang, tsundere pula... AZTAZIM!! /speechless
.
kenapa sepertinya calon-calon bakal maho, ini.. OMG

90

arggghh, as expected, Ka Irene mang paling oye soal fantasi!
>.<

jdi pengen nulis fantasi juga..-.-"
tapi blum ada pengalaman T.T

btw, salam kenal. aku pendatang baru!! kikikikik...

hahaha makasih
nulis fantasi itu gak susah kok sebenernya, asal ada modal imajinasi yang kuat sebenernya nulis cerita fantasi tentang apa aja jadi juga
.
Ada ato nggaknya pengalaman itu gak penting, yang penting ada ato nggaknya kemauan untuk nulisnya

100

saya suka Edgar XD XD

100

cepenya ketinggalan,! Hi-hi@

Di awal episod Eik membuka kedai pintu dengan pelan, tapi di sini dengan kasar? hi---hi--- :-D
Waw, nie cerita makin seru. Tambah semangat bacanya. *Kak Irene, salam kenal, ikut baca!*

Salam kenal kertas_merah
ahahaha cerita ini cerita kolaborasi, jadi yang nulis cerita ini banyak hehehe
met membaca!

80

lanjut baca ah

silahkan kak cat
mau ikut kolabnya gak kak?? (gantiin kika gitu ^^)

Mari kak Cat, ayo dibaca lagi ahahaha
Kika! Gak boleh! Kika kan udah ada gilirannya!

kika udah mengundurkan diri kak ^^
boleh ya???
soalnya kika gak sanggup...
nantim kalo ada kolab lagi kika ikut deh :)

100

awal membaca saya hampir muntah dengan tokoh lelaki cantik
mengingatkan pendekar banci kisah wiro sableng.
Wkwkwk tapi di wiro sableng bancinya menjijikan

Edgar bukan banci lho ehehehe ... :P
Cowok cantik narsis iya, tapi bukan banci ...

90

yo dilanjut yoo :)

jangan lupa mampir http://id.kemudian.com/node/250992 :)

90

wahaha, komennya menarik pandangan mata xD
satu khas Ai dalam cerita "memutar bola mata" :D
sampai di mana cerita ini akan digiring yak? mari take off ke t4 Riesling ~^^

80

oke, I'm here in the second episode of Phantasm...huh Bishounen? Tsundere Bishounen?

um..ya..terserahlah, Edgar ternyata adalah trap. Duh sayang dia udah ketahuan laki2 sejak awal, coba kalau baru dijelasin kalo dia laki2 di akhir cerita, pasti bakal banyak orang yg ngejedukin kepalanya ke dinding.

Kacung? maksudnya slave/budak? kok ga enak banget sih istilahnya. Coba pake budak aja lebih enak didenger gitu. Oh ya, perkamen itu apa ya? tolong jelasin dong. Wah kayaknya ada unsur komedi nih, gw jadi ga yakin kalo bisa melanjutkan cerita kalau ada unsur ini. Soalnya gw bener2 ga bisa bikin komedi.

Sebenernya emang gak mau dibikin kejutan. Mau begitu masuk smeua orang tau dia itu Bishounen, biar keliatan begonya si Eik ahahaha ...
Klo soal Kacung itu ... itu mah lelucon trit diskusi ... mungkin hanya kami2 para anggota kolab yang ngerti ahahahaha

100

World End by FLOW, kyahaha, really, really like it >:
Ad bar-nya jd kerasa b'petualang di abad petengahan betulan.
Arigatou ^^~, go flying my fantasy, see the place is real. Yahuu!!! Irene keren klo nulis fantasy yang kyk gini, sip ^^~
Edgar, Summon Night, desu~

WOrld End mah mang favorit saya juga ahahah
.
Makasih, emang fantasy itu forte saya ...Silent night itu iseng-iseng berhadiah aja ahahaha ...
Episode pertama cerita ini bukan ide saya tapi eheheh ini kan cerita kolab. Sudahkah anda mendaftarkan diri???

Yes, liriknya keren sekali, irama-nya jg. Really, really love it ^^~
er... sepertinya tidak, saya tidak terlalu bagus dalam menulis cerita, untuk satu chapter aj butuh waktu sebulan ato lebih cz tiap dibaca lagi,kedengerannya ga terlalu mengalir jd diapus,edit,apus,edit lagi >_____<,,,
tapi saya akan tetap baca cerita kolab ini, I love fantasy XDDD

100

SUNDUL!

80

huakakakakaka XD
lanjuutt

100

*jedukin pala ke dinding*
.
.
(komentar dipindahkan ke trit diskusi oleh sebab berupa pertanyaan maha panjang dan maha gawat. datang hanya untuk menyundul poinnya.)

90

Wah... Edgarnya jahat.. Mukul Eik lgi....

100

di episode ini eik belum ngapa-ngapain ya????
kasian dia malah ambruk lagi ^^

kayanya wendy nama laki"laki deh kak :D

Wendy itu nama cewek
namanya ngambil dari nama Wendy dari Wendy and Peter Pan ahahaha

2550

Aih... Edgar...

*merinding*

Kenapa Eik masih belum jelas kepribadiannya?

karena Eik bukan tokoh yagn saya ciptakan dan saya juga gak ngerti ini orangnya gimana ... rambutnya potongannya gimana?
Yang dikasi tau cuma bajunya ahahaha
jadi tak bikin pingsan lagi aja ah :P

Hehehe... suka dah komen Irene yang inih! Mang klo bukan tokoh sendiri, susah ya nulisna~ hahahahaa...

80

:maho :maho :maho

uuuh to the point ya ceritanya, langsung nyambung ke cerita istana

daripada jalannya gak jelas???
ahahaha

100

HAHAHAHA BISHONEN XD XD

Ini karakter yang kubuat agar nanti ketika giliranmu tiba engkau dapat menciptakan scene Fujoshi aka imaho dalam kolaborasi ini wkwkwkwwk

Niatnya tobat, eh, gara-gara Irene-san 'mengungkit' masa lalu(?), yah apa daya. Balik lagi deh. *salah woy*

JANGAAAAAAANNNN!!!!
To, tolong, seseorang, hentikan para Fujoshi yang nyasar ke Kcom inih.... X(

Tenang, tenang, fujoshi-self saya masih dalam kendali kok :D
And FYI, I'm not a real fujoshi :D
I'm just into romance so much, that's it :p

100

Eeewwwwww.... Karakter si Edgar sukses membwt saya merinding jijik!!! Aaaaakkhhh!!! Betapa selama ini saya menghindari tokoh begitu, naas harus bertemu di sini!!! Bahkan di love sim game, saya selalu sengaja ga ketemu karakter cowo cantik!
Kenapa? Kenapa? Kenapaaaaa??? *hebohsendiri*

"Syuh syuh! Jauh-jauh kau dari saya, Edgar!" *berlindung di balik(?) Wendy*

Kalo nggak salah Gie nggak suka bishie yak? XD

SANGAT! SANGAT! SANGAT! SANGAAAAAAAATTTT!!! *heboh sendiri*
Nggak suka~ *merinding*
Ah, pas giliran saya, saya HANCURKAN saja karakter cowo cantik inih (aka Edgar)! Ide bagus! Betapa dirimu jenius, Gie!!! Hahahahaahaha... *mule eror garagara ketemu bishounen*