Recode Project : Rewind - part 1

Aku terbangun dengan sedikit terkejut. Maksudku siapa yang tidak terkejut jika saat kau terbangun dan hal yang terakhir yang kau ingat adalah puluhan peluru yang menembus badanmu.

Tapi, bagaimana aku masih bisa terbangun?

Ku edarkan pandanganku ke sekeliling. Ruangan putih bersih dengan instrumen medis yang tidak henti-hentinya mengeluarkan bunyi beep.

Seluruh tubuhku rasanya sakit sekali. tapi paling tidak aku masih hidup.

ya, paling tidak aku masih hidup.

"Yo, akhirnya kamu sadar juga."

Pandanganku seketika beralih ke tubuh berjas putih yang masuk ke tempat ini. Wajah yang terasa familiar, tapi sedikit terlihat asing.

"Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Dia tertawa, tawa yang aku kenal.

"Donovan?"

Tenggorokanku terasa sedikit sakit saat ku sebut nama itu. Dan dia tertawa.

"Baguslah kamu masih ingat aku."

Dia berjalan ke samping tempatku berbaring dan mulai mengutak-atik alat di sekitarku. mencabut beberapa selang yang tertancap di tanganku

"Apa yang terjadi?"

Donovan menghentikan kegiatannya. Dia berbalik lalu menatapkud engan wajah serius.Wajah serius yang amat sangat teramat jarang dia tampak selama 19 tahun aku mengenalnya.

"Masih ingat apa yang terjadi, bukan?"

"samar-samar."

"Berarti tidak ada masalah kalau aku bilang sekarang." Dia menunduk lalu terdiam sejenak.

"Kamu sudah mati."

***

Baiklah, aku tahu kalau Donovan itu gila. Aku tahu dia jenius, tapi tetap saja dia gila. bahkan di antara tiga makhluk paling gila yang pernah kukenal seumur hidupku, dia adalah yang paling gila.

Terutama saat dia bilang kalau aku sudah mati.

Aku terdiam agak lama, berusaha menahan tanganku untuk tidak menghantamnya karena lawakan hambar barusan.

"Berapa persen?"

Dia terdiam mendengar pertanyaanku.

Dia tidak sedang bercanda...

***

Aku hanya menatap langit-langit kamar tempatku berbaring dengan beribu pertanyaan yang berputar-putar dalam kepalaku.

"Maafkan aku, hanya ini yang bisa kulakukan."

Suara bergetar Donovan terngiang di dalam kepalaku.

"Setelah semua yang kamu lakukan demi kami... hanya ini yang bisa kulakukan."

Sekali lagi suara Donovan melintas dalam kepalaku.

Kalau dia seperti itu, sudah pasti dia tidak berbohong. Apalagi setelah kuamati tubuhku dengan seksama. Sudah jelas dia tidak berbohong. Sekarang tubuhku begitu mungil. Jika dilihat sekilas, orang-orang mungkin akan mengira aku masih berumur 13 tahun. Dan yang paling menyebalkan, aku kehilangan hal yang paling kubanggakan sebagai seorang pria...

Lamunanku terhenti saat kulihat sosok tubuh Ardo berdiri di pintu kamar. Dia tersenyum lalu melangkah pelan ke arahku dengan tangan terbuka, bersiap untuk memelukku erat.

Dan kusambut pelukannya dengan sebuah tendangan keras penuh 'cinta'.

Dia masih meringis kesakitan saat sebuah tendangan lain melayang ke perutnya. Dan beberapa puluh tendangan lain pastinya akan meninggalkan sedikit sensasi sakit di sekujur tubuhnya jika saja Donovan tidak menahanku.

"Sudah agak lama juga aku tidak merasakan tendanganmu." Ardo berkata merapikan jas hitamnya.

"INI SEMUA PASTI IDEMU, BUKAN!" Aku berteriak sambil meronta. Harus kuakui, kali ini aku agak sedikit emosi.

"Paling tidak kami melakukan ini demi kamu."

"F*CK! Aku lebih memilih mati daripada diperlakukan seperti ini!"

"Bicara apa kamu!" Ardo balas meneriakiku. "Mestinya kamu bersyukur! Sekarang kamu bisa kembali muda!"

"Aku tidak menolak memiliki tubuh anak kecil. TAPI AKU TIDAK TERIMA TUBUH INI!"

Ardo menghela nafas. Dia menyeringai. Ekspresi yang selalu dia tampakkan dulu saat selesai mengerjaiku.

"Kupikir kamu akan suka tubuh itu."

Aku tidak tahan lagi.

Kuinjak kaki Donovan sekeras mungkin. Memaksa Donovan melepaskan tangannya dari tubuh kecilku. Dan tanpa membuang waktu aku melompat setinggi yang aku bisa. Melayangkan sebuah tendangan yang ku jamin bisa membuat karateka sabuk hitam terpesona oleh betapa sempurnanya aku melakukan tendangan itu.

Ardo berteriak kesakitan saat kakiku menyentuh mukanya.dia terjatuh, dan aku langsung melompat ke atasnya.

"MEMANGNYA KAMU PIKIR AKU SENANG DENGAN TUBUH SEORANG PEREMPUAN!"

***

"Perang sudah selesai 19 tahun yang lalu." Kata Ardo di dalam mobil yang bergerak cepat meninggalkan tempat aku terbangun tadi pagi.

"Pantas saja aku tidak mendengar suara alarm peringatan sejak aku terbangun."

Aku menghela nafas. Dan Ardo menatapku dalam.

"Kami berhutang banyak padamu, dan kupikir kamu pantas mendapatkan kehidupan baru."

"Dengan tubuh ini?"

Dia terdiam.

Sepertinya 17 tahun memang bisa merubah sifat seseorang. Ardo yang dulu sudah pasti tidak akan berhenti mengejekku. Tapi sejak dia datang ke tempat Donovan, dia lebih banyak terdiam atau meminta maaf.

"Maaf..."

Kata itu lagi. SIAL! Entah kenapa aku mulai membenci satu kata itu.

Kugaruk kepalaku yang tidak gatal.

"Argh! Baiklah, terserah apa maumu." Aku mengalihkan pandanganku ke luar jendela mobil yang melaju kencang. "Tapi..."

Aku menghentikan kalimatku sejenak. Dan Ardo sepertinya sudah menangkap sisa potongan kalimat yang tidak pernah kulanjutkan itu.

"Nina baik-baik saja."

Aku menghela nafas. "Apa dia bahagia?"

"Anaknya sudah besar. Dan aku yakin dia bahagia bersama suaminya." Ardo tersenyum. Tidak menyembunyikan apa-apa tidak berusaha menutupi apa-apa.

"Baguslah..." Aku merebahkan badanku di atas jok mobil yang empuk. "Sepertinya aku memang harus memulai hidup baru."

***

"Elina?"

Aku menganga saat melihat siapa yang menyambut kami di depan rumah. Aku mengalihkan pandanganku ke Ardo, dan dia tersenyum. AKU TIDAK PERCAYA INI!

"Lama tidak jumpa."

Baiklah, dunia ini memang gila. Aku masih tidak bisa percaya kalau Elina mau menerima Ardo sebagai suaminya. Jika dia menikah dengan Donovan, menurutku itu wajar. Tapi Ardo? Dunia memang aneh.

"Apa yang kamu lakukan disitu?" Ardo berteriak. Diikuti dengan tarikan ringan dari Elina.

Aku masih terbengong saat kami bertiga berdiri di ruang tamu dan Ardo memulai 'pidatonya'.

"Mulai hari ini kami adalah orang tuamu."

"dan namamu adalah; Lilan Weiss."

***

Read previous post:  
Read next post:  
Writer dyeant
dyeant at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 4 weeks ago)
20

^0^

Writer addang13
addang13 at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 1 week ago)

nah lho.,., kau napa pula bisa nyasar sampai sini.,., nyahahahaha

Writer arsyan
arsyan at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 13 weeks ago)
90

Wekekekek..

Suka-suka.. (sambil lompat jempalitan).
Gw gak kebayangng perasaan orang itu waktu mandi.. Wekekekek..
Trus, gayanya jadi cewek ato cowok tuh?
.
Trus.. Gimana rasanya kalo ntar tubuh ceweknya udah mulai bertingkah seperti cewek2 pada umumnya.. Tau kan maksud gw?
.
Wekekekek..
.
Cerita ini harus jadi cerita komedi! Harus!
Lanjooooot..

Writer Alfare
Alfare at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 15 weeks ago)
80

Um, aku agak bingung dengan timeline-nya. Berapa tahun lalu tadi?
.
Eniwei. Aku setuju. Lanjut! Narasimu udah banyak berkembang. Asal kamu udah punya kerangka cerita buat ini, kayaknya ini bisa jadi seri yang bakalan kamu tulis cepat.

Writer addang13
addang13 at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 13 weeks ago)

maksudnya bagian 'sejak 19 tahun aku mengenalnya' ntu? timelinenya kira-kira gini;
kenal ama donovan dari SMP --> selesai kuliah --> sama2 dinas ketentaraan --> tokoh utamanya mati ---> beberapa tahun kemudian tokoh utama dihidupin lagi dah.

jadi donovan itu udah om-om LOL

Writer terhable
terhable at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 16 weeks ago)
80

lanjoots !

Writer nacha
nacha at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 16 weeks ago)
80

lanjuutttt.... ^_^

90

agak membingungkan pas awalnya tapi keren :D

wow....
kalo jadi kecil (dan berjenis kelamin sama) macam conn edogawa
oke, bagus
tapi jadi kecil sekaligus ganti kelamin ?
itu baru mengagumkan

btw, tak dijelaskan disini bgimana di menjadi kecil ?
jelasin dunk

Writer addang13
addang13 at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 13 weeks ago)

bukannya udah ditulis kalau yang bikin dia jadi kecil itu si donovan.,., tapi soal kenapa dia dibikin jadi kecil ada penjelasannya nanti (kalau memang sempat ditulis) LOL

Writer damnkiss
damnkiss at Recode Project : Rewind - part 1 (3 years 16 weeks ago)
90

lanjuut :D