Aku, Waktu, Takdir dan Janji

Kepada waktu;
Bergulir dalam kadarmu dan melukis garismu mengikat semesta lalu menjadi ukuran mereka. Mengawal thawaf semesta penghuni jagat raya sampai perintah berhitung berakhir. Begitukah sujudmu

Hei
Iya
Aku memanggilmu wahai mahluk bernama takdir. Aku muak melihat semburat senyummu yang mencibir dengan anggun. Ketahuilah bahwa kau tidaklah sekali-kali lahir bila aku menetapkan kaki dising biarpun waktu telah datang dan pergi ribuan kali. Memang dahulu aku menangis ketika kau mencandaiku dengan sadis. Namu kali ini aku sesekali ingin mencandaimu dan menjadikanmu teman menempuh perjalanan yang aku rasakan mulai menyudutkanku pada kesendirian.

Dan biarlah semua bidadari mengacuhkanku di sini. Bahkan jika pun itu dia aku tak akan peduli sekarang.

Ada harga yang harus di bayar, menanti janji ditepati

Read previous post:  
42
points
(119 words) posted by cilang 3 years 37 weeks ago
70
Tags: Puisi | filsafat | hari yang lain
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer lukajuzy
lukajuzy at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 37 weeks ago)
40

kok kaya cerita yaa??

cilang at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 34 weeks ago)

ah masa? yang bener?

Writer Yuan
Yuan at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 37 weeks ago)

Takdir & waktu adalah sama spt sang aku.. Semuanya hanya pemeran pentas kehidupan.. Tuntaskan lah segala karyamu, dgn penuh keikhlasan.. Salam.. :)

cilang at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 37 weeks ago)

salam kembali. Terimakasih

Writer cahya
cahya at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 37 weeks ago)
100

cilang lebih ke cerita yah, namun aku salah satu penyuka model puisi-prosa atau prosa liris. jujur model gini menarik untuk dibaca.

salam
cahya

cilang at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 37 weeks ago)

wah, tengkyu. Tetapi menurutku. Aku memang memaksakan kalimat itu ketika membuatnya. Jadi jika malh bagus, itu hartakarun kali ya? Tetapi kembali lg pada namanya juga seni. Objektif pada siapa yang melihat.

cilang at Aku, Waktu, Takdir dan Janji (3 years 37 weeks ago)

happy new year jugak.
.
Terimakasih untuk opininya. Memang penulisan yang ini aku paksakan. Jadi jika hasilnya kurang menarik itu wajar. Tetapi aku tidak ingin mengubahnya. Semua raw-version akan tetap adanya. Dan jika aku diberi kesempatan untuk berbagi, maka akan aku bagikan. Menurutku, puisi2 dalam list khusus pantas dibagikan dgn harapan orang lain dapat mempertimbangkan untuk mengulanginya.
.
Jujur banyak tulisan yang aku paksakan akhir tahun ini. Karena aku lg dlm trouble kronik. Makanya aku buang semua biar sedikit lega pikiranku.
.
Biar saja teman2ku menganggap bodoh. Tetapi ide2 itu membuatku penat. Bahkan rencananya Candra Kirana juga mau tak tumpahkan. Biar lega hayalku.
.
Entah mengapa aku ingin pulang. Tetapi waktu terus berkata, -Kita belum selesai-