Serial Detektif Wanttobe - Bagian 2 Kabar Buruk

Pagi ini terasa begitu melelahkan, aku hanya duduk bersandar di kursiku sementara komputer didepanku masih menunggu sentuhanku karena memang sejak semalam aku tidak menyentuhnya sedikitpun.
Peristiwa semalam masih sangat mengganggu fikiranku, apa maksud telepon tadi malam, apakah ada orang yang iseng ingin menakut-nakutiku atau memang ada kejadian yang sulit aku bayangkan disana. Jika memang ada orang yang iseng, sungguh keterlaluan fikirku, tapi jika sesuatu yang mengerikan terjadi disana, entahlah, aku takut untuk membayangkannya, tapi yang jelas aku jadi tidak bisa tidur karenanya. Mataku melirik ke arah jam dinding yang ada diruanganku, sudah jam tujuh rupanya dan aku berdiri lalu berjalan lemas menuju kamar mandi.

Tempat tinggalku sekarang ini sekaligus merupakan kantorku, sudah dua tahun aku tinggal disini, sejak aku membuka usaha jasa pembuatan software dan jasa pembuatan website bersama seorang teman dekatku waktu SMA dulu. Lantai bawah kubuat jadi kantor, sementara aku tinggal di lantai 2.

Jam dinding sudah menunjukan jam 8.15 aku segera membereskan meja kerjaku, karena sebentar lagi para pekerja akan segera datang. Aku mencoba untuk melupakan peristiwa semalam dengan menyibukan diriku dengan pekerjaan yang masih tertunda. Tepat jam 9.00 Rayounk, salah seorang pegawaiku datang. Seperti biasa, setelah menyapaku dia langsung menuju meja kerjanya dan langsung menyibukan dirinya dengan tugas-tugas yang ku embankan kepadanya. lima menit kemudian dua orang pegawaiku yang lain datang, dan setelah meminta maaf karena keterlambatan mereka, merekapun segera tenggelam dengan kegiatannya masing-masing.

Tidak seperti biasanya, sampai jam 10 aku belum melihat mitra kerjaku Sammy datang, biasanya dia orang yang selalu tepat waktu. Baru saja aku hendak meneleponnya, tiba-tida HP ku berdering, ahh dari dia rupanya. Segera kuangkat telepon ku.

“salamu’alaikum” kataku
“wa’alaikum salam” jawabnya
“woi, tumben belum dateng, lagi dimana nih?” tanyaku
“masih dirumah, Gan, lagi nonton TV ga?” tanyanya dari ujung telepon sana “cepat lihat berita di TV9”
“ada apa emang?”kembali aku bertanya
“cepat lihat, ada berita pembunuhan, dan korbannya sepertinya mantan kamu” ucapnya
“APA ……. Yang bener lo?” Kataku setengah tidak percaya.
“iya, cepetan lo lihat gih kalo ga percaya”
Aku segera berdiri mengambil remote dan menyalakan TV. Segera kupindahkan chanel ke TV9.

“saat ini polisi belum bisa menentukan siapa tersangka pembunuhan dan apa motifnya, namun pihak kepolisian berjanji akan segera menangkap pelaku pembunuhan ini. Sekian laporan kami dari TKP ….” dan beritapun beralih ketopik lainnya.

Penasaran dengan berita tanggung ini aku memindahkan chanel barangkali ada stasiun TV lainnya yang memberitakan hal ini. setelah beberapa kali pindah chanel akhirnya aku menemukan salah satu stasiun televisi sedang menyiarkan berita tentang kasus pembunuhan, jariku berhenti menekan tombol di remote untuk memindahkan chanel TV.

“… sementara ketiga mayat korban telah berhasil di identifikasi. Korban pertama bernama Hendro, pria berusia 45 tahun bekerja sebagai satpam dirumah tempat kejadian pembunuhan ini berlangsung. Korban kedua bernama Laura Cyntia, wanita berusia 27 tahun, merupakan pemilik rumah …….”

Mataku terpaku pada gambar foto wanita yang terpampang di TV, Badanku tiba-tiba terasa sangat lemas, aku merasa tempat sekitarku bergoyang dan berputar dengan cepat, remote serta Hp yang kupegang pun terjatuh berbarengan dengan terkulainya tubuh ku.

Read previous post:  
13
points
(482 words) posted by wanttobe 8 years 35 weeks ago
43.3333
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | lain - lain | bersambung | detektif | misteri | petualangan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

Belum ada teka - tekinya...