Orang Gila Bernama "Q"

Anak itu terus menggenggam tangan ibunya. Mereka berdua berjalan di sepanjang pasar itu mencari kios baju untuk membeli pakaian yang akan dipakai saat Lebaran nanti. Tiba-tiba langkah anak itu berhenti. Matanya menatap lurus pada suatu titik. “Ada apa, Dewi?” tanya ibu anak itu. Anak yang bernama Dewi itu diam saja. Ibunya pun mencoba memandang arah yang sama, mencari-cari apa yang sedang menarik perhatian anaknya. Kemudian dia melihat di tepi trotoar seorang pria duduk. Pria itu berpenampilan lusuh, rambutnya acak-acakan, bagian atas tubuhnya hanya mengenakan sebuah jaket yang bagian lengan kanannya dia pakai, namun bagian lengan kirinya hanya dia sampirkan di pundak Sementara bagian bawah tubuhnya hanya ditutup oleh celana jins panjang yang bagian kirinya telah terpotong, atau robek, dari bagian paha hingga ke bawah. Merasa diperhatikan oleh seseorang, pria itu membalikkan punggungnya, seolah memperlihatkan tulisan di bagian belakang jaketnya yang berbunyi “What do you think about CRAZY?”. Ibu Dewi tahu, orang itu disebut-sebut sebagai orang gila oleh seluruh penghuni pasar itu. Maka dia pun cepat-cepat mengajak anaknya yang masih berusia 8 tahun itu untuk pergi dari tempat itu.

Sesampainya di salah satu kios baju, ibu Dewi sedang memilih-milih baju mana yang sekiranya pantas untuk dikenakan putri sematawayangnya itu. Tanpa diketahuinya, Dewi perlahan-lahan beringsut dari tempat itu saat ibunya sedang sibuk memilih-milih baju dengan harga yang relatif murah. Maklum, saat itu di tahun 1998 krisis ekonomi Indonesia sedang berada pada puncaknya. Sementara itu, Dewi sudah sampai di tempat dia bertemu orang yang dianggapnya menarik tadi.

“Hai!” sapa Dewi pada orang gila yang dilihatnya tadi. Pria itupun menoleh, lalu tersenyum lebar. “Dik, hati-hati! Jangan dekat-dekat orang gila!” kata salah seorang yang berada di dekat situ, tapi Dewi tidak mempedulikannya. “Hai juga!” kata pria itu. Dia mengulurkan tangannya hendak mengelus kepala Dewi, namun tiba-tiba dia mengurungkan niatnya dan menarik tangannya kembali. “Kenapa nggak jadi?” tanya Dewi agak kecewa. “Kamu nggak takut denganku?” tanya pria itu. Dewi menggeleng. “Kenapa harus takut?” jawabnya. “Berapa umurmu?” tanya pria itu. “8 tahun.” jawab Dewi. “Namaku Dewi. Namamu siapa?” Dewi memperkenalkan diri. “Ng? Memang kenapa kamu mau tahu namaku?” tanya pria itu heran. “Kamu curang! Aku kan sudah kasih tahu namaku, harusnya kamu juga dong…” tukas Dewi. “Khihihi… Kamu benar-benar anak kecil yang masih polos ya… Aku… Ah, panggil saja aku ‘Q’.” kata pria itu. “Ki?” tanya Dewi heran. “Ki Joko? Ki Anom? Ki siapa?” Dewi menebak-nebak. “Sudah, panggil ‘Q’ saja… Huruf ‘Q’.” kata pria itu sambil tersenyum. “OK, ‘Q’.” Dewi balas tersenyum.

“Kenapa kamu nggak takut padaku yang disebut-sebut sebagai orang gila?” tanya Q. “Memangnya kenapa harus takut?” tanya Dewi heran. Q menjawab, “Ya ampun… Padahal banyak orang dewasa yang takut mendekatiku. Tapi kamu yang masih anak kecil malah berani mendekat. Biasanya anak-anak seusiamu pasti langsung lari kalau lihat orang gila…”. “Kenapa harus lari?” Dewi bertambah heran. “Kamu kan kelihatan lemah dan nggak bisa apa-apa begitu, jadi kenapa harus takut?” lanjutnya dengan polos. Q hanya tertunduk sambil tersenyum geleng-geleng kepala. “Sepertinya aku bisa percaya padamu.” kata Q membuat Dewi memiringkan kepalanya tanda dia tak mengerti. Sejenak keduanya pun terdiam.

“Kamu benar-benar gila nggak sih?” tanya Dewi kembali membuka percakapan. “Ng? Memangnya kenapa?” tanya Q heran, tak menyangka dia akan mendapat pertanyaan seperti itu. “Nggak tahu. Tapi kayaknya kamu bukan orang gila deh aslinya… Kamu orang gila asli bukan sih?” tanya Dewi dengan polosnya. Q tersenyum lebar, lalu terkekeh-kekeh, “Khihihihihi… Khuhahehahahahaha…”. “Nggak usah sok deh!” kata Dewi cemberut. “Kamu nggak benar-benar gila kan?” lanjutnya. “Inginku sih begitu.” jawab Q. “Aku ingin menjadi orang gila saja, sayangnya sampai saat ini aku masih waras-waras saja.” lanjutnya tertunduk lesu. “Kenapa mau jadi orang gila? Kamu aneh…” kata Dewi mengomentari. Q menjelaskan, “Dewi, hidup ini penuh masalah. Untuk orang-orang yang tegar, hal itu akan menguatkan mereka. Tapi banyak juga orang-orang yang cukup lemah untuk bertahan yang akhirnya memilih untuk mengakhiri hidup mereka. Beberapa di antara mereka yang masih bertahan hidup mulai kehilangan akal dan akhirnya menjadi gila. Ya, aku termasuk dalam himpunan orang-orang lemah itu. Ingin sekali rasanya aku menjadi gila, agar bisa melupakan seluruh masalah dalam hidupku tanpa ada orang yang peduli lagi pada lubang-lubang kehidupan yang telah kubuat.”. Dewi mengangguk-anggukkan kepalanya mencerna kalimat itu sedikit demi sedikit. Bagaimanapun, kalimat-kalimat itu cukup berat untuk anak kelas 3 SD seperti dirinya. Q melanjutkan kalimatnya, “Aku ingin… Aku ingin…” kepalanya tertunduk. Dewi melihat air mata Q menetes ke bawah membasahi tanah. “Khi… Khihi… Khihihihi… Zehahahahaha…!!!” Q mencoba tertawa dan mendongakkan kepalanya ke atas, namun hal itu justru membuat air matanya mengalir semakin deras sehingga suara yang dihasilkan benar-benar miris sekali.

Tiba-tiba microphone pasar berbunyi, “Untuk anak perempuan berusia 8 tahun yang bernama Dewi Candrawati, ditunggu ibunya di toko baju Busononyowo. Sekali lagi, untuk anak perempuan berusia 8 tahun yang bernama Dewi Candrawati, diharap segera menuju toko baju Busononyowo karena telah ditunggu ibunya. “Ibu?” Dewi tersentak. Q mengusap airmatanya, kemudian berkata, “Kamu ditunggu ibumu ya? Pergilah.”. Dewi kemudian pergi dari tempat itu sambil melambaikan tangannya pada Q. “Selamat tinggal, Q! Senang bertemu denganmu!” ucapnya mengucapkan salam perpisahan. “Ya!” jawab Q singkat. “Jangan lupa kata-kataku tadi!” lanjutnya lantang. Sesaat kemudian, beberapa orang mendekat ke arah Q. Beberapa orang dari mereka menggenggam batu berukuran cukup besar. “Apa yang mau kau lakukan pada gadis kecil tadi?” kata salah seorang dari mereka dengan nada membentak. “Mau kau culik ya?” sambung yang lain. “Maaf, Dewi.” kata Q dalam hati. Seseorang dari mereka melemparkan batu yang digenggamnya ke arah Q. “Mungkin pertemuan pertama kita tadi adalah saat terakhir kalinya kau bertemu denganku sebagai orang waras.” kata Q pelan sekali hingga yang terdengar hanyalah suara bisikan. Dan… DUAGH!!! Batu itu tepat mengenai kepala Q, membuat Q pingsan seketika dengan tersenyum, bersyukur kepada Tuhan karena kali ini kemungkinan dia akan benar-benar menjadi gila.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer kurihasaki
kurihasaki at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 28 weeks ago)
70

Saya suka cerita ini.
Kayaknya Q ini sebenarnya orang waras yang agak cerdas juga.
bener kan?

eh iya salam kenaall...
aq newbie disini...huhuhu

Writer Monox D. I-Fly
Monox D. I-Fly at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 28 weeks ago)

Salam kenal juga...
Iya, emang dia aslinya orang waras... &... memang "agak" cerdas...

Writer nacha
nacha at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)
80

simple tp aku sukaa..
lam knal :D

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)
80

Saya sepakat dengan Kumiiko Senpai dan bdariey ;)

SALAM

Writer bdariey
bdariey at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)
70

idenya seru,,tapi paragrafnya kurang rapi,,kalo bisa besok2 dikasih spasi yaa,,thx :)
salam kenal

Writer coysolution
coysolution at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)
70

Haaaa.....Haaaaa.....

Keren banget coy .....

Salam Silahturahiim ...

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)
90

idenya mantap, saya suka ^^
tapi paragrafnya agak mepet, mungkin bisa dipisah supaya rapi :D
salam kenal :)

Writer arsyan
arsyan at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)
80

Wek..!
Ide ceritanya keren. Gw suka..!
.
Tapi narasinya, bisa nggak ya dibikin lebih keren. Biar klop sama ide-nya..
Trus masalah paragraf.
Mungkin bisa di optimasi lagi. Biar bacanya bisa lebih enak dan intonasinya lebih keliatan.
.
Wekekekek.. Gw ngomong apa coba. Wekekek
.
Salam kenal yah.
Gw kasih poin 8 untuk ide yang keren.

Writer Monox D. I-Fly
Monox D. I-Fly at Orang Gila Bernama "Q" (8 years 30 weeks ago)

Wuih... Komen pertama begitu aq gabung langsung dapet 8... Senengnya... :-)
OK, makasih masukannya... Lain kali coba lebih q develop deh...