Eternity (1)

Antara gelap dan terang, tak akan pernah bisa bersatu.

Itu katamu.

Tapi aku bersumpah. Kepadamu dan kepada diriku sendiri. Tak akan pernah kubiarkan kau meniti hari-harimu seorang diri.

Kujanjikan kau sesuatu. Akan kubawa kau pada kehidupan yang kekal. Pada suatu masa yang disebut sebagai keabadian ....

Suatu saat nanti.

Akankah kau percaya padaku?

'***

Aku tak mengerti. Jika dari awal kita ditakdirkan tidak dapat bersama, mengapa nasib mempertemukan kita dan membuat terpilin jalinan kasih yang begitu kuat antara kau dan aku?

Aku tak pernah berhenti berpikir. Bila begitu banyak hal yang begitu indah dapat dilihat sewaktu gelap, mengapa manusia harus merasa takut berada dalam kegelapan dan meminta terang sebagai pendampingnya?

"Aku tak mau berpisah," bisikku. Putus asa.

Kau sentuh ujung bibirku dengan telunjukmu yang sehalus sutera.

"Dunia ini tidak abadi," katamu perlahan. Membuat tubuhku berdesir hangat. "Manusia tidak abadi. Roh juga tidak abadi. Tak pernah ada yang kekal di manapun kau berada...."

Kutatap bola matamu yang indah berkaca-kaca.

"Kehilanganmu adalah sebuah akhir bagiku," lanjutku. Getir.

"Akan tiba waktunya bagi setiap kita untuk bertemu pada titik sebuah akhir." Jemarimu bergerak menelusup pelan di antara helaian rambutku. "Dan sebentar lagi kita akan berhadapan dengan awal dari sebuah akhir."

Aku membisu. Tak sanggup berkata-kata.

"Manusia butuh kita," jelasmu lagi. Kubaca ada kepiluan yang bergetar di suara indahmu. "Mereka tak bisa hidup tanpa terang. Dan tanpa gelap. Dari awal mula, takdir menciptakan kita sebagai roh. Roh yang memiliki tujuan masing-masing. Kau adalah terang. Dan aku adalah gelap. Antara kita, tak akan pernah mungkin dapat bersatu."

"Mengapa harus kau yang menjadi gelap dan aku terangnya? Mengapa bukan kita berdua yang menjadi terang?"

"Karena setiap roh dari awalnya hanya diciptakan untuk menjelma menjadi satu hal, Sayang...." Kau berbisik di dekatku. "Meski wujud kita sama dengan manusia, meski takdir menciptakan perasaan yang sama bagi kita seperti mereka menciptakan perasaan pada manusia, tapi kita tak akan pernah jadi seperti mereka."

"Aku mencintaimu," desahku. "Sama seperti para manusia yang mencintai pasangan mereka."

"Kita mungkin hidup dalam dunia yang sama dengan para manusia itu." Matamu yang teduh menembus dua jendela jiwaku. "Tapi kita diciptakan dengan tujuan yang berbeda. Kau tak bisa berharap menjadi sama seperti para manusia itu. Kita diciptakan dengan tujuan yang mulia. Tujuan untuk menjadikan hidup manusia menjadi lebih baik. Bukankah itu hal yang sangat indah? Roh air membuat mereka dapat minum. Roh tanah membuat mereka dapat berpijak. Roh bunga membuat dunia ini tampil memukau. Untuk berjalan hingga kau tiba pada ujung yang kekal, kau membutuhkan pengorbanan yang besar...."

Aku masih membisu. Berusaha mencari celah kekeliruan dalam setiap ucapanmu, tetapi tak kutemukan.

"Takdir akan membuatmu menjelma menjadi roh terang. Bukankah itu hal yang mulia?" tanyamu lagi. Penuh penegasan.

"Aku tak mau menjelma sebagai roh terang...."

"Kau bisa menerangi dunia ini. Kau bisa menyirami semua permukaan bumi dengan cahayamu yang berkilau. Mengapa harus mengelak takdirmu?" Seulas senyum manis menguntai di bibirmu yang merekah merah. "Kau indah. Semua hal di dunia ini pada dasarnya diciptakan dengan tujuan yang baik. Mengapa harus kau hindari...?"

"Karena aku jatuh cinta," sahutku lancang. Tak tahan melihat wajahnya yang lembut menggetarkan hatiku. Tak kuasa saat melihat rambutnya yang kuning kecoklatan dan berombak itu tersapu angin nakal dan membuatku terpana. "Padamu."

Kau tak menjawab. Kau hanya tersenyum. Dengan senyum yang lebih manis dari apapun yang ada di dunia yang katamu indah ini.

"Mengapa kau tak menjadi roh bunga saja? Jadi aku dapat melimpahkanmu cahayaku setiap hari kepadamu...."

"Setiap kita, punya garisan takdir," jelasmu sabar. "Cobalah kau lihat telapak tanganmu."

Kubuka telapak tanganku dan melihat guratan-guratan garis di sana.

"Kau tahu, para manusia menyebut ini semua sebagai garis takdir." Kau membawa telapak tangan kananku ke hadapanmu dan menyentuh guratan yang terlukis di sana dengan gerakan yang amat lembut. "Mereka percaya, semua yang terjadi dalam kehidupan ini, tergambar pada garis-garis ini. Dan ketika kamu menggenggam –," Suaramu terhenti sesaat. Kau remas telapak tanganku dengan pelan, sehingga membentuk sebuah kepalan dan melanjutkan, "Semua garis ini ada dalam genggamanmu kan? Mereka percaya, takdir maupun nasib dalam kehidupan ini ditentukan oleh bagaimana mereka berusaha dan bertindak. Karena semuanya berada di dalam kuasa kepalan tangan mereka."

Kau hela nafas panjang sementara aku masih terpekur meresapi setiap kata-kata yang meluncur keluar dari mulutmu.

"Tapi jika kau perhatikan dengan seksama, kau akan melihat, masih banyak garis-garis yang berada di luar kepalan tanganmu." Kau melanjutkan lagi. "Itulah yang dinamakan kuasa Sang Pencipta. Kuasa dari Dia yang menciptakan kita. Yang tidak akan bisa dirubah biar bagaimanapun kita berusaha. Dan yang perlu kau tahu, tak pernah ada secuilpun rencana celaka yang diciptakan Dia bagi kehidupan di dunia ini."

Mataku tak mampu berkedip. Aku tersihir oleh bubuk cinta yang menyeruak dari sekujur tubuhmu.

"Kita adalah roh. Yang hidup dalam satu dunia dengan manusia. Kita adalah roh. Yang hidup demi menyokong kehidupan manusia. Kita adalah roh. Yang juga tidak dapat hidup kekal seperti manusia." Kau tersenyum untuk kesekian kalinya. "Roh terang akan segera berakhir. Kau yang harus menggantikannya. Untuk menjaga terang tetap ada....

"Kau ditakdirkan mencintaiku. Itu kuasa dalam genggamanmu. Kau ditakdirkan menjelma menjadi roh terang. Itu kuasa penciptamu...."

"Bertemu denganmu, adalah hal terindah yang tak akan pernah dapat kulupakan," ucapku sungguh-sungguh. Kemudian dengan cepat, kurengkuh kau dalam dekapan yang erat. Tak peduli jika kau mungkin tak nyaman dan hendak mendorongku hingga terjatuh.

Biarkan aku memelukmu. Untuk saat ini. Untuk yang pertama kali. Dan mungkin yang terakhir kalinya. Biarkan aku merangkulmu dalam-dalam. Biarkan aku terbius pada aroma tubuhmu yang memabukkan. Biarkan aku terlena dalam kecantikanmu yang tak akan pernah tergantikan.

Sebentar saja. Aku ingin waktu berhenti untuk saat ini. Berhenti untuk kau dan aku.

"Aku akan menemui Dia dan memohon keajaiban," desahku akhirnya.

Kau menggeliat melepaskan diri dan menatapku tak percaya.

"Untuk apa?" tanyamu. Ada ketakutan yang bertahta di parasmu.

"Aku akan memohon agar Dia tak memisahkanmu dariku," kataku serius. Bisakah kau baca ketulusan yang mencuat keluar dari seluruh bahasa tubuhku? "Aku tak bisa hidup tanpamu."

"Tapi takdirmu – ...."

Giliranku yang mengangkat telunjukku dan menggerakkannya ke bibirmu.

"Garis takdir ada dalam genggamanku kan? Aku akan melakukan segala cara untuk memperjuangkanmu. Aku akan terus berusaha mencintaimu. Aku tak akan berusaha menghindari dan mengelak takdirku, jika memang menjelma sebagai roh terang adalah jalanku. Seperti katamu, itu bukan lagi kuasa dalam kepalan tanganku. Tapi selama aku dapat berjuang untukmu, aku tak akan pernah menyerah...

"Aku ingin kita selalu bersama. Sampai satu putaran masa roh kita berakhir dan tergantikan oleh mereka yang ditakdirkan sebagai pengganti kita. Dan jika saat itu tiba, aku akan meminta Dia menciptakan kita berdua menjadi manusia. Sebab aku ingin memilikimu. Seutuhnya. Dengan cinta sederhana yang tak akan pernah bisa kulukiskan dengan kata-kata...."

Tak kusangka aku akan melihat dua anak sungai mengalir di kedua belah pipimu.

"Bolehkah kuartikan air mata itu sebagai rasa cintamu padaku?" tanyaku terenyuh.

Kau tak perlu menjawab. Sungguh tak perlu memberiku jawaban. Karena tak peduli jawaban apa yang kau berikan, tak ada satu hal pun yang akan merubah perasaanku padamu.

"Apa yang sebenarnya akan kau lakukan di hadapan Dia?" tanyamu. Suaramu bergetar hebat.

Kini, aku tak lagi menjawab pertanyaanmu. Sebab aku tak benar-benar yakin kau ingin mengetahui hal apa yang akan kulakukan demi dirimu. Yang kau perlu tahu sekarang ini hanya satu hal.

Aku akan senantiasa mencintaimu. Saat ini. Maupun selamanya.

'***

(to be continued)

Read previous post:  
Read next post:  
Writer Lentog
Lentog at Eternity (1) (8 years 21 weeks ago)
80

wah ak baru baca ni kolab...ini prolognya ya...
hmm..cukup sulit ditebak nih lanjutannya...
dan ttg tokoh2nya juga sulit dicerna...karena memakai ruh terang dan gelap...hehe
ak simak dulu ya...:)
tapi, nice dialog...thumbup...:)

dadun at Eternity (1) (8 years 28 weeks ago)
2550

halo semua. aduh. kata2nya ajib. kalimatnya kuat. mantap.
tapi aku bingung siapa yg sedang berbicara kepada siapa. yg mewakili sisi gelap itu si "aku" atau si "engkau"? ini antara pusing,bingung,dan penasaran. mungkin masih terlalu gelap.

*menuju ke TPS No.2

Writer Maximus
Maximus at Eternity (1) (8 years 28 weeks ago)
80

Hmm baru prolognya yah, baca lanjut ah, sejauh ini menjanjikan :D

Writer sunil
sunil at Eternity (1) (8 years 29 weeks ago)
80

cuit cuit... banyak yang mengagumi kemasteran kakak ni. he he he ^_^

Writer aimie keiko
aimie keiko at Eternity (1) (8 years 29 weeks ago)
100

karena semua master sebagai peserta kolab-nya, saya gak komen :P baca aja dan setiaa :)

Writer KD
KD at Eternity (1) (8 years 29 weeks ago)
100

melihat formasi penulisnya, kolab ini sangat menjanjikan

Writer lfour
lfour at Eternity (1) (8 years 29 weeks ago)
100

keren....
saya suka banget...
cerita yang bener2 unik..

Writer GreenBee
GreenBee at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)
90

keren!!
gimana sih kak, bisa bikin penggambaran kayak gitu??
aku jadi kebayang di dunia roh sana 2 roh ini lagi bener2 ngelakuin yang kayak digambarin disini..

ih, aku anak baru yang pengen juaga bikin cerita2 bagus, pengen banyak dapet ilmu, ahhay...

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 29 weeks ago)

ayuk2 banyak membaca dan belajar.. smoga kita bs lebih baik lg ke depannya.. sy jg msh harus byk belajar.. :)
makasih ya uda bacaaa :)

Writer prince-adi
prince-adi at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)
80

Ajari aku bikin novel dong

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)

hah? kakak kan lbh senior dari saya.. hhehehehhee... :)
harusnya sy yg minta diajarin :)

Writer dewisun
dewisun at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)
100

menarik...kreatif....

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)

tengkyu kak dewi :p

Writer sapto
sapto at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)
50

Woww..

Writer cat
cat at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)

Sun, gmn part 2nya? Kalo blm pas aku ubah lage.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)

udah dibales di message FB kak cat.. hehehe

Writer matadewa
matadewa at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)
100

wah ini cerita kolab ya

sayang padahal ni cerita kayaknya bakal romantis banget

biasanya cerita kolab ujung" nya jadi geje

moga" ni cerita walaupun kolab tetep bagus

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)

tenang saja.. dua partner-ku sudah senpai2.. hahahhahahaha
thx 4 reading ya! :)

Writer Hulahoop
Hulahoop at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
90

bagus mbak

Writer Kumiiko_chan
Kumiiko_chan at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
80

uhuy, ada yg baru :D
menunggu lanjutannya, konflik belum terasa XD

Writer Sagi_Tarius
Sagi_Tarius at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
100

COOL
waiting for the next chapter!

Writer Kika
Kika at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
80

Kika tunggu lanjutannya :)

Writer suararaa
suararaa at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
80

sun
....
aku selalu suka sama gaya penceritaanmu...
bikin terhanyut, terbawa emosi....
lanjutkan.....
:D
adam eve nya juga dilanjut dong.. (request)

Writer Rainie
Rainie at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
100

ahhhhh... cerita baru lagi, aq menunggu lanjutannya kak sun
kolabnya psti seru XD

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

nah kita tunggu kak cat yg melanjutkan yakkkk....
wkwkwkwkwkkww

Writer fachrunnisa eva
fachrunnisa eva at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
100

aku menunggu lanjutannya kak sun :D

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

makasihhh udah baca lohhhh eva :p

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
100

deskripsi yang manis....
kamu romantis...
saya menangis...

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

wkwkwkwkw.. midori harus jadi pembaca setia cerita ini yaaaa..
:p

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

Insya Allah...

mohon maaf, tentang SFL kamu yang sudah tamat itu. Saya tidak sempat mengikuti semuanya karena banyak tugas kampus.
Suatu saat saya baca kembali *berjanji untuk kesekian kali*

Writer cat
cat at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
70

Sun, aku agak bingung ato mungkin sangat bingung wkwkwk ..

jadi ini ttg cinta 2 roh .. satu terang satu gelap. hem ..
dan salah satu bakalan mati??

yah ... kagak jadi bunga yak wkwkkw.

ada beberapa pengulangan yg sebenarnya uda di jelaskan ato tersirat pada paragrap alias kalimat2 sebelumnya.

hem .. asli Sun melemparkan tanggung jawab yg bikin aku gilaaa

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

yah bs jadi bunga.. kan bisa di gabungin gmn jadi bunganya kak cat.. tinggal ditambah2 adegannya.. wkwkwkwkw
ak sndiri pun bingung..
jangan gila dl kak cat.. nanti siapa yg lanjutin? wkwkwkw

Writer cat
cat at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

sun aku harus tahu konsepmu spt apa dulu. pm aku yak.. banyak pertanyaan
jd keduanya hanya roh, bukan manusia ato sejenisnya

mengapa manusia memerlukan mereka?

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

oke kak cat.. nanti sy pm..
ini skrg lagi ol dari hape.. susah ktik panjang2..
*kecup2 syg*
wwwkwkwkw

Writer Valen_valz
Valen_valz at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
100

ah deskripsimu selalu menggigit dan membuat aq kagum ^^
ditunggu lanjutannya ^^

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

makasih dah baca valz :p

Writer lavender
lavender at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
80

Ihiiiiirrrr produktiiipp sekaliii..

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

gyaaaaa..
lav mengejek yah? heuehhehehe
lav,ikut kolabnya yu?

Writer lavender
lavender at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

Loohh daku kan memujiii.. Asiiikk gituuu ada cerita baru lagi dari flow heheheha..
Kolab? Heeheh minder ah..

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

kok minder sih? ayuk2... mau nda? hehehehe...
biar tambah seru ceritanya jadi tmbh rumit..wkwkwkw

Writer cat
cat at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

Ayok lav ikutan yukz. Biar tambh seru. 2 bunga 1 kucing wkwk.
Kalo gt cat berubah jd bunga kumis kucing aja d.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

wkwkwkwkwkwkkwkwkwkw...
iya ayok ikutttt

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)
100

Kak cat, nih cerita pembukanya yg geje. ak gag tau mau diapain deh.. kuserahkan seutuhnya sama kak cat.. wkwkwkwkwkw
*melepas tanggung jawab dan kaburrr*

Writer cat
cat at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

sun, tag nya ganti cat aja dunk he5 ... kagak perlu pake kak .. bentar yak aku baca dukluu

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

tidak pakai 'kak', tidak pakai 'bibik'...
hehehehe

Writer cat
cat at Eternity (1) (8 years 30 weeks ago)

Kata kak dalam tag itu menyulitkan dlm pencarian midori. Biar ada keseragaman tag saja.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (1) (8 years 31 weeks ago)

segera di edit...wkwkw