Eternity (4)

cally lily Pictures, Images and Photos

The Book Of The New Sun.

Tanpa sadar Erlangga meneguk ludahnya. Kemudian segenap pikirannya dengan kompak memerintahkannya untuk membuka sampul depan novel yang tengah berada dalam genggamannya itu.

Namun belum sempat dia membukanya, tangan Erlangga terhenti dengan sendirinya di udara. Seperti ada cahaya terang yang tiba-tiba berpendar dari sekujur tubuhnya, jelas sekali dia melihat sekelebatan sosok wanita muncul di hadapannya. Atau dalam ingatannya? Erlangga tak tahu. Tak yakin – tepatnya.

Yang diketahuinya hanya ada rasa perih yang seketika saja mencengkramnya. Kemudian ada mozaik-mozaik ingatan yang tiba-tiba melayang-layang dalam seluruh sel di otaknya. Dan dia mendengar suara-suara itu.

Aku tak mau berpisah.

Suara itu. Suara yang dikenalnya. Suara yang serupa dengannya.

Kehilanganmu adalah sebuah akhir bagiku.

Sekali lagi Erlangga menelan ludahnya. Jelas sekali merasakan sesosok wanita cantik dengan rambut berombak kecoklatan tergerai sampai ke punggungnya itu berjalan mendekatinya. Jemarinya bergerak perlahan menelusup di antara helaian rambutnya. Menumpahkan suatu perasaan yang rasa-rasanya pernah dialaminya sewaktu dulu.

Entah dari mana rasa sakit itu datang. Erlangga jelas sekali merasakan ada kenyerian luar biasa yang menderanya tanpa belas kasihan saat matanya menatap langsung dalam sepasang manik mata kepunyaan sosok itu.

Karena aku jatuh cinta – padamu....

Wajah wanita itu sendu. Seakan-akan ada sesuatu yang membuatnya terhimpit hingga nyaris tak mampu bernafas. Dia ingin bertanya. Ingin coba mencerna apa yang sedang terjadi. Namun tak satu hal pun yang mampu dilakukannya.

Erlangga sedang tersihir seperti batu. Tubuhnya kaku. Tak satu jari pun yang sanggup dia jentikkan. Jantungnya berdegup kencang. Darahnya berkejar-kejaran dalam tubuhnya. Memberikan sensasi aneh yang dia sendiri tak paham apa sebabnya.

Apa yang sebenarnya akan kau lakukan di hadapan Dia?

Kali ini Erlangga mendengar suara yang berbeda. Suara wanita. Yang lembut menyapu telinganya. Memberinya keteduhan yang tak sanggup dibandingkan dengan semilir angin di musim hujan sekalipun. Keteduhan yang membuat tengkuknya meremang.

Detik itu juga Erlangga merasa paru-parunya mogok bekerja. Dia tak sanggup menarik nafas. Seisi kepalanya berdenyut. Mendesak keluar. Membuatnya memejamkan matanya rapat-rapat.

Dia merasa mengingat wanita itu. Dia ingat paras cantik yang membuat dadanya sesak itu. Yang memabukkannya. Yang membuatnya terlena.

Cepat, Erlangga mencoba membuka matanya. Sekali lagi ingin mengumpulkan kepingan ingatannya yang tercecer entah di mana dengan melihat paras wanita itu. Tapi begitu dia membuka matanya, yang terlihat hanya ruangan yang gelap.

Lampu gantung yang sedari tadi membandel ketika hendak dipadamkan olehnya, kini tak lagi bercahaya. Butuh beberapa detik bagi Erlangga untuk menemukan kembali sebagian dari rohnya yang sempat melompat keluar dari tubuhnya.

Kau adalah terang. Dan aku adalah gelap. Antara kita, tak akan pernah mungkin dapat bersatu.

Suara itu bergema. Membuat Erlangga menahan nafasnya. Dia merasa mengingat wanita itu. Wanita yang luar biasa cantik. Namun bukan kecantikannya yang membuat Erlangga terhenyak.

Ada sesuatu yang lain dalam diri wanita itu. Sesuatu yang Erlangga tidak tahu apa. Yang tak bisa diungkapkannya dalam kata-kata. Yang membuat Erlangga yakin dia mengenal wanita itu.

Antara gelap dan terang tak akan pernah bisa bersatu.

Gelap. Dan terang. Sedari tadi dua patah kata itu berputar-putar seperti gasing dalam benaknya. Membuat Erlangga merasa perutnya jadi terasa mual.

Dia yakin. Seratus – bahkan seribu persen yakin, dia mengenal sosok itu.

Tapi – siapa?

Dengan segenap sisa akal sehatnya yang masih tersisa, Erlangga mengerutkan keningnya dan berpikir keras. Dipijitnya perlahan pelipisnya yang mulai berteriak kesakitan. Belum pernah dia seyakin ini.

"Argh!!" Erlangga mengepalkan tinjunya. Dia tak ingat. Dia tak bisa mengingatnya. Hilang ke mana potongan puzzle itu dari otaknya?!

Erlangga mengerang. Kemudian diremasnya rambutnya dengan frustasi. Dia tak pernah suka dengan perasaan ini. Perasaan di mana dia sangat yakin bahwa dia pernah mengalami suatu kejadian, namun sama sekali tak dapat diingatnya.

Dengan jemu, Erlangga membuang pandangannya. Saat itulah matanya bertabrakan dengan sebuah pot biru di dekat meja kerjanya tak jauh dari tempatnya berdiri kala itu.

Kemudian seperti ada sengatan listrik yang menyetrumnya, mata Erlangga terbelalak. Ditatapnya kuntum-kuntum bunga lili itu dengan segenap perasaan yang mendebarkan. Novel yang sedari tadi masih berada dalam genggamannya, jatuh dengan sendirinya ke lantai yang dingin. Sedingin otaknya yang tiba-tiba ikut membeku.

Siapa – dia?

Tergesa-gesa, Erlangga melarikan langkahnya. Persis seperti orang kesetanan. Dia bahkan sudah lupa mengunci toko buku sesuai dengan perintah ayahnya sebelum dia pulang tadi.

Aku tahu – siapa dia!

Erlangga berlari. Secepat dia dapat.

'***

Kini Erlangga tegak berdiri di depan sebuah toko dengan kaca bening serta interior berwarna pink lembut. Di atasnya, sebuah papan nama toko bertuliskan "Say with flower" terlihat jelas di bawah siraman lampu penerang jalan.

Erlangga mengetuk pintu toko dengan panik.

"Dina!!!" panggilnya. Separuh berteriak.

Peluh-peluh turun membasahi sekujur tubuhnya. Namun Erlangga sama sekali tak menghiraukannya. Saat ini yang memenuhi seluruh ruang di kepalanya hanya satu.

Dia mengenal wanita itu. Wanita yang tadi muncul dalam sungai ingatan di kepalanya. Dalam lautan pandangan matanya beberapa saat yang lalu.

"DINA!!!" pekik Erlangga sekali lagi. Seakan-akan dia sedang dilanda ketakutan yang teramat sangat karena dikejar sepuluh preman yang siap menikamnya dari segala penjuru.

Tak ada jawaban. Lampu toko sudah dimatikan. Detik itu juga Erlangga baru menyadari pukul berapa saat itu. Dina pasti sudah pulang sedari tadi. Tak akan ada toko bunga yang buka hingga malam selarut ini.

Dengan hampa, tangan Erlangga terkulai lemas di kedua sisi tubuhnya. Baru saja dia akan membalikkan tubuhnya, sebelum akhirnya dia mengurungkan niatnya dan melihat lampu bernuansa kuning keemasan terpancar dari dalam.

Seorang gadis berambut pirang kecoklatan berhambur ke depan pintu.

"Apa yang kamu lakukan malam-malam begini?" seru Dina setelah pintu toko terbuka dan dia mengamati Erlangga dari atas ke bawah dengan tatapan tak percaya. "Tau dari mana kamu, kalau malam ini aku menginap di tokoku? Kamu nggak sedang menguntitku kan?"

Erlangga tak menggubris ucapan Dina. Dia hanya meletakkan tangannya di kedua bahu Dina dan mengguncang-guncangkannya sampai gadis itu memekik tak suka.

"Di mana dia? Di mana?" tanya Erlangga terus-menerus. Bahkan sebelum gadis itu sempat menjawab.

"Dia siapa sih?" pekik Dina melepaskan diri. Dipelototinya Erlangga dengan kesal. "Kamu malam-malam datang ke sini tuh cari siapa? Di sini cuma ada aku!"

"Kamu bohong!" seru Erlangga tak mau kalah. "Aku yakin pernah melihatnya di sini. Wanita dengan tinggi segini." Erlangga menggerak-gerakkan tangannya. "Rambutnya ikal kecoklatan. Cantik."

"Ya itu aku." Dina mendengus. Kesal sekali melihat Erlangga datang ke tempatnya hanya untuk mencari wanita lain. Wanita yang dia tahu pasti – bukan dirinya.Yang membuat Dina merasa jadi ingin marah tanpa sebab yang jelas.

"Bukan kamu, Din! Kamu nggak secantik dia." Erlangga melanjutkan. Sama sekali tak peduli meski Dina sudah nyaris mengamuk akibat keterus-terangannya itu.

"Mungkin kamu sedang mengalami depresi hebat akibat resensi novelmu yang dikritik habis-habisan itu! Jadi otakmu tanpa sadar berhalusinasi." Dina menghentakkan kakinya dan bersiap untuk menutup kembali pintu tokonya. "Pulang dan tidurlah. Semoga besok otakmu kembali normal."

"Aku nggak gila!" Erlangga mengucapkan tiga patah kata itu dengan gemas. Sebelah tangannya terangkat. Menahan pintu yang siap ditutup pemiliknya. "Ini nggak ada hubungannya sama sekali dengan kritikan itu."

"Lalu?"

"Aku melihat seorang wanita cantik di tokoku tadi, Din."

"Pengunjungmu?"

"Bukan. Aku melihatnya sewaktu mau pulang tadi. Saat aku mau mematikan lampu. Dia muncul. Di depanku. Dalam ingatanku."

Kedua alis Dina terangkat naik.

"Di depanmu? Dalam ingatanmu?" ulang Dina bingung. "Aku jadi nggak mengerti. Jadi kamu melihatnya benar-benar di depanmu atau hanya dalam ingatanmu?"

"Yah – semacam itulah." Erlangga mengibaskan tangannya acuh tak acuh. "Yang pasti aku yakin pernah melihat dia, Din."

"Di toko bukumu?" Dina menurunkan sebelah alisnya.

"Di sini," sahut Erlangga serius. Belum pernah Dina melihat wajah Erlangga seserius ini. "Di tempatmu."

"Toko bungaku?" Dina melirik sederetan pot bunga di dekatnya. "Pelangganku?" tanyanya seraya mengingat-ingat siapa saja yang datang mengunjungi tokonya ketika Erlangga kebetulan mampir di tempatnya beberapa hari yang lalu, saat dia memilih satu pot bunga lili yang ditaruhnya di dekat meja kerjanya.

Tapi Erlangga tak menjawab lagi. Matanya sedang menatap tak berkedip ke satu titik di belakang Dina. Dina melambaikan tangannya di hadapan Erlangga, namun laki-laki itu masih bergeming.

"Angga!" panggil Dina dan masih dijawab dengan kebisuan yang menggantung di raut wajahnya. Dengan segan, Dina menoleh mengikuti arah pandangan Erlangga.

Kemudian tiba-tiba Dina sadar. Ada yang tak beres di sini. Di tempatnya.

"Kamu – siapa?" tanya Erlangga pelan. Suaranya bergetar hebat.

Wanita cantik dengan ombak rambut kecoklatan yang memukau itu tersenyum. Semanis gula. Tepat beberapa langkah di belakangnya. Membuat Dina tak mengerti bagaimana caranya membuat sekujur tubuhnya tak bergidik.

"Kenalkan," Wanita itu membuka mulutnya. Suaranya lebih lembut dari desauan angin di petang hari, "Namaku – Lili...."

'***

(to be continued)

Read previous post:  
139
points
(2384 words) posted by lavender 8 years 29 weeks ago
86.875
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | cinta | Eternity | kolab | sunflowers-cat-lavender
Read next post:  
Writer daniel.sanjaya
daniel.sanjaya at Eternity (4) (5 years 20 weeks ago)

Bagus ceritanya,,lanjutkan =)

Writer dewisun
dewisun at Eternity (4) (8 years 25 weeks ago)
100

mistisnya kecium banget, sampai ikutan merinding bacanya.....keeeeyyyyyyeeennn 10 bintang plus 10 jari......applause ^_^

Writer aimie keiko
aimie keiko at Eternity (4) (8 years 26 weeks ago)
100

gak pernah nggak, selalu saya kasih 10 buat master2 ini...
rrrgghhh... *sambil ngebut bacanya, krn kmrn br sampe ke-3

Writer kasurterakhir
kasurterakhir at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
100

gara-gara cerita ini jadi tau eternity itu apa...hhheee

Writer syafira
syafira at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
50

bagus :)

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

Thx dah baca :)

Writer Maximus
Maximus at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
100

Arghh, pantes kak sunflower digelari Mistress of the Love Story. Ini bener-bener keren. Gak kerasa udah abis O.o
.
You have my respect, Your Highness XD XD
.
Hmm, pasangannya sapa yah? Om Dadun aja deh, sama-sama expertise love story ^^

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

wew.. halo maximus..
thanx berat yahhh uda baca n komen.. hahahha
sy seneng kalo pembaca mrasa terhibur :p
.
haduh, om Dadun jauhhhh di atas sy.. sy nda ada apa2nya.. huhu..
.
tetep baca kelanjutan cerita ini yah.. :)

dadun at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
2550

sunflower gila!!!! tulisanmu benar2 gila! dari awal sampai akhir benar2 gila!

aku berasa jadi erlangga yg tampak kayak orang gila, dan semakin gila dg endingnya.

kamu memang biang keladinya. dan tugasmu cukup berhasil memadukan bagian cat dan lavender dg apa yg kamu maksudkan di bagian satu. *tepoktangan*

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

wew.. benarkah saya tampak seperti orang gila?? o.O
hahahhaa.. thanx 4 de comment.. :)
kalau begitu, sudikah bergabung dengan orang gila ini dalam kolab yang gila ini? :p

Writer cat
cat at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

Uda ada chap 5.
Lht di inbox fb yak.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

udah ak bales kan kak cat? nda masuk yah? huhu

Writer cat
cat at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

Kagak ada e.
Ada gambr jg.

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

wew.. coba ak kirim lg ya.. bntar2

Writer September
September at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
90

wah, saya bingung...hhoho lha saya langsung baca cahpter 4.

meluncur ke cahapter awal dulu ah..

Writer Kika
Kika at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
90

dari semua part, kika paling suka yang ini.. TOP BGT
ayo..ayo kak cat sama kak lav semangat!!

Writer fachrunnisa eva
fachrunnisa eva at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
90

pointnya :D

Writer fachrunnisa eva
fachrunnisa eva at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)

menunggu lanjutannya :D

Writer vhirelizta
vhirelizta at Eternity (4) (8 years 28 weeks ago)
100

sun flower kerennnnn abissssss top deh pokoknya :)

Writer suasti_was
suasti_was at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

point poll untuk kak Sun Flower...hore lnjutannya seru BGT....ayo nunggu Chapter 5 bersama kak Cat...hahahaha

Writer Rainie
Rainie at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

kak sun, bagus banget, bikin penasaran di endingnya XD

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

Thx 4 reading yahhh, Rainie :)

Writer zetna_yoga
zetna_yoga at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

waa,,,," merinding..bgs"
lha kl gt bungany idup dong,.(jd orang)
wah patah hati tu si dina..
ayo" kk cat,.pnasaran nih,..
hhe"

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

Thx 4 reading yahhh :)
huehehehe

Writer suararaa
suararaa at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
90

wow udah ada lanjutannya..
jadi berasa mistis...
penasarannn,, siapa wanita ituu...

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

xixixiixii.. jawabannya di part slanjutnya yak :P

Writer Kurenai86
Kurenai86 at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

Aiiih, bikin penasaran, endingnya.
Jadi itu roh bunganya ya?
selanjutnya kk catz lagi?
Ayo kk catz, jangan kabur dulu!
(siapin laso buat narik mbak catz yang sudah mulai ngepak barang)

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

iy abis ini kak catz.. bantu cegat kak catz yakkk.. lam kenal :P

Writer dede
dede at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

Huah....
Jd bernuansa mistis....
Kurang panjaaannggg.... Masih penasaran e...

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

Thx 4 reading yahhh :)

Writer lavender
lavender at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

Tidaaaaakkkkk...
Mbak Caaaattzzzzz, tunggu akuuuu, aku ikuuut k atlantiiikk.. Mari kita kaburrrrrr..
Dengan ini saya yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan kabur dan mengundurkan diri. Sekian dan terima kasih..
*nyetop angkot bwt kabur*

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

ak ikut dong.. xixiixixiiii

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

Lav, jangan menyerah. Tunjukkan bakatmu...
Kamu tidak boleh lari. Atlantik sekarang sedang berombak, hehehe.

Writer cat
cat at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

ikutan ma Lav - ikutan bikin surat pernyataan jugak wkwkk

Writer cat
cat at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

nilai poll untuk kolab kita he5.

he5 aku benci kamu sun .. postnya cepet banget ... aku mau melarikan diri ke lautan atlantik dulu ah ...

kamu cari Lav aja yak ... wkwkkw

*ngepak barang sambil makan kue imlek wkwkkw

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

ahaiii.. nda bole kabur dulu.. sy kan blm minta kue imlek nya? wkwkwkkw :p

Writer Midori_Fukuro
Midori_Fukuro at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

Seperti yang telah saya prediksi di YM.
Tulisan ini betul-betul membuatku merinding....(entah, cinta ataukah kegelapan di dalamnya membuat emosiku teraduk-aduk? Mungkin keduanya !)

Saya tambah ngefans denganmu, Sun. Swear...

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)

Thx 4 reading yahhh, Midori.. :)

Writer Sun_Flowers
Sun_Flowers at Eternity (4) (8 years 29 weeks ago)
100

Hore, tugas saya di chapter 4 telah selesai..
setelah ini sy mau menghilang selama beberapa saat sambil menyiapkan kopi dan membaca chapter 5 dan 6 dari kak catz dan kak lavender...
*kecup2 syg* :p
.
Thx 4 reading! :)